Detail Katalog

ID: 28775
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

RESILIENSI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA KEKERINGAN MELALUI PROGRAM KAMPUNG RAMAH AIR HUJAN DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Rolland Henry Jordan Mangilomi

Pengarang:
Rolland Henry Jordan Mangilomi ; M. Amin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi Negara Bidang Keselamatan
Deskripsi Fisik:
15
Nomor Panggil:
353.959.868.63 ROL r
Control Number:
INLIS000000001192030
BIB ID:
0010-0126000475
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kekeringan menjadi tantangan utama di wilayah tropis kering seperti Kota Kupang karena curah hujan rendah, musim kemarau panjang, pertumbuhan penduduk cepat, dan minimnya infrastruktur air. Namun, studi mengenai efektivitas pendekatan lokal seperti Program Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) dalam membangun resiliensi masyarakat terhadap bencana kekeringan masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap bencana kekeringan melalui implementasi Program Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) sebagai strategi adaptasi lokal. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori resiliensi UNISDR (2009) yang mencakup mitigasi, adaptasi, dan inovasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat penerima manfaat program. Hasil/Temuan: Program KRAH meningkatkan ketahanan masyarakat melalui pembangunan sarana penampungan air hujan, peningkatan kesadaran konservasi air, dan kolaborasi lintas sektor. Namun, program masih menghadapi tantangan seperti partisipasi masyarakat yang belum berkelanjutan, keterbatasan dana, dan belum terintegrasinya dengan kebijakan jangka panjang. Kesimpulan: Program KRAH merupakan pendekatan komunitas yang adaptif dan berpotensi direplikasi di daerah lain. Rekomendasi penting meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan inovasi teknologi konservasi air, dan edukasi publik untuk mendukung ketahanan masyarakat terhadap kekeringan.
Kata Kunci: resiliensi, kekeringan, air hujan, Kampung Ramah Air Hujan, adaptasi, mitigasi, inovasi.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00100/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192030 1
005 _ _ 20260120090357 2
035 # # $a 0010-0126000475 3
245 1 # $a RESILIENSI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA KEKERINGAN MELALUI PROGRAM KAMPUNG RAMAH AIR HUJAN DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Rolland Henry Jordan Mangilomi 4
100 _ # $a Rolland Henry Jordan Mangilomi 5
300 # # $a 15 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24411 7
700 _ # $a M. Amin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 353.959.868.63 10
084 # # $a 353.959.868.63 ROL r 11
650 # 4 $a Administrasi Negara Bidang Keselamatan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kekeringan menjadi tantangan utama di wilayah tropis kering seperti Kota Kupang karena curah hujan rendah, musim kemarau panjang, pertumbuhan penduduk cepat, dan minimnya infrastruktur air. Namun, studi mengenai efektivitas pendekatan lokal seperti Program Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) dalam membangun resiliensi masyarakat terhadap bencana kekeringan masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap bencana kekeringan melalui implementasi Program Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) sebagai strategi adaptasi lokal. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori resiliensi UNISDR (2009) yang mencakup mitigasi, adaptasi, dan inovasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat penerima manfaat program. Hasil/Temuan: Program KRAH meningkatkan ketahanan masyarakat melalui pembangunan sarana penampungan air hujan, peningkatan kesadaran konservasi air, dan kolaborasi lintas sektor. Namun, program masih menghadapi tantangan seperti partisipasi masyarakat yang belum berkelanjutan, keterbatasan dana, dan belum terintegrasinya dengan kebijakan jangka panjang. Kesimpulan: Program KRAH merupakan pendekatan komunitas yang adaptif dan berpotensi direplikasi di daerah lain. Rekomendasi penting meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan inovasi teknologi konservasi air, dan edukasi publik untuk mendukung ketahanan masyarakat terhadap kekeringan. Kata Kunci: resiliensi, kekeringan, air hujan, Kampung Ramah Air Hujan, adaptasi, mitigasi, inovasi. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name