Detail Katalog

ID: 28830
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN / Yikwa, Ridho Doroti

Pengarang:
Yikwa, Ridho Doroti ; Yani Alfian
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Manajemen Kepegawaian
Deskripsi Fisik:
19
Nomor Panggil:
658.359 881 62 YIK i
Control Number:
INLIS000000001192081
BIB ID:
0010-0126000526
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara
(SIASN) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan manajemen
kepegawaian yang terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi. Namun, di Kabupaten
Mamberamo Tengah yang merupakan daerah otonomi baru dengan kondisi geografis ekstrem
dan keterbatasan infrastruktur, implementasi kebijakan ini menghadapi banyak tantangan.
Kesenjangan muncul antara regulasi nasional dengan kesiapan lokal dalam hal sumber daya
manusia, fasilitas, serta pola koordinasi antar bidang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan menggambarkan faktor-faktor penghambat implementasi SIASN di Badan
Kepegawaian Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua Pegunungan. Metode:
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa implementasi SIASN masih belum optimal. Ditunjukkan dengan 4 dimensi yang
digunakan belum menunjukkan hasil yang cukup baik. Hambatan utama ditemukan pada aspek
komunikasi yang masih satu arah dan tidak menjangkau seluruh pegawai; disposisi pimpinan
yang belum diikuti dengan kesiapan teknis pelaksana; struktur birokrasi yang belum adaptif; serta
sumber daya manusia dan teknologi yang sangat terbatas. Kurangnya SOP lokal, pelatihan teknis,
dan infrastruktur jaringan juga memperparah pelaksanaan sistem ini. Kesimpulan: Implementasi
SIASN di BKD Kabupaten Mamberamo Tengah menghadapi hambatan struktural dan kultural
yang kompleks. Untuk itu perlu strategi peningkatan kapasitas ASN melalui pelatihan, penguatan
koordinasi lintas bidang, penyusunan SOP berbasis lokal, serta pengadaan infrastruktur teknologi
yang memadai.
Kata Kunci: SIASN, Implementasi Kebijakan, ASN, Daerah Otonomi Baru
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00120/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192081 1
005 _ _ 20260120101536 2
035 # # $a 0010-0126000526 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /$c Yikwa, Ridho Doroti 4
100 _ # $a Yikwa, Ridho Doroti 5
300 # # $a 19 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24535 7
700 _ # $a Yani Alfian 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 658.359 881 62 10
084 # # $a 658.359 881 62 YIK i 11
650 # 4 $a Manajemen Kepegawaian 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan manajemen kepegawaian yang terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi. Namun, di Kabupaten Mamberamo Tengah yang merupakan daerah otonomi baru dengan kondisi geografis ekstrem dan keterbatasan infrastruktur, implementasi kebijakan ini menghadapi banyak tantangan. Kesenjangan muncul antara regulasi nasional dengan kesiapan lokal dalam hal sumber daya manusia, fasilitas, serta pola koordinasi antar bidang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan faktor-faktor penghambat implementasi SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIASN masih belum optimal. Ditunjukkan dengan 4 dimensi yang digunakan belum menunjukkan hasil yang cukup baik. Hambatan utama ditemukan pada aspek komunikasi yang masih satu arah dan tidak menjangkau seluruh pegawai; disposisi pimpinan yang belum diikuti dengan kesiapan teknis pelaksana; struktur birokrasi yang belum adaptif; serta sumber daya manusia dan teknologi yang sangat terbatas. Kurangnya SOP lokal, pelatihan teknis, dan infrastruktur jaringan juga memperparah pelaksanaan sistem ini. Kesimpulan: Implementasi SIASN di BKD Kabupaten Mamberamo Tengah menghadapi hambatan struktural dan kultural yang kompleks. Untuk itu perlu strategi peningkatan kapasitas ASN melalui pelatihan, penguatan koordinasi lintas bidang, penyusunan SOP berbasis lokal, serta pengadaan infrastruktur teknologi yang memadai. Kata Kunci: SIASN, Implementasi Kebijakan, ASN, Daerah Otonomi Baru 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 20 Jan 2026
Export