Detail Katalog
ID: 28918Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
KOORDINASI DALAM PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA / Grandhill Christian Rotinsulu
Pengarang:
Grandhill Christian Rotinsulu ; Eva Eviany
Grandhill Christian Rotinsulu ; Eva Eviany
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
kurang gizi
Deskripsi Fisik:
16
16
Nomor Panggil:
616.395 984 232 GRA k
616.395 984 232 GRA k
Control Number:
INLIS000000001192169
INLIS000000001192169
BIB ID:
0010-0126000614
0010-0126000614
Catatan
Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta menjadi indikator kualitas sumber daya manusia. Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, menempati peringkat ke-5 dari 15 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tertinggi di provinsi tersebut. Meskipun Pemerintah Kota Bitung telah mencanangkan berbagai program seperti edukasi pranikah, pemberian makanan tambahan di sekolah, serta Gerakan Minum Susu (GERIMIS), angka
stunting masih berada pada 3,10% pada tahun 2022. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dengan capaian yang
diharapkan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Bitung. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi dalam
percepatan penurunan stunting telah dilakukan melalui forum lintas sektor dan pelaksanaan
program konvergensi, namun belum berjalan optimal. Terdapat 3 Dimensi yang menghadapi
kendala yaitu: komunikasi, pembagian kerja, dan disiplin. Faktor geografis wilayah kepulauan,
minimnya pelatihan kader, serta kurangnya integrasi program turut menghambat efektivitas
pelaksanaan. Namun demikian, terdapat kontribusi positif berupa peningkatan kesadaran
masyarakat, peran aktif PKK dalam edukasi pranikah, dan intervensi gizi spesifik di sekolah.
Kesimpulan: Koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota
Bitung belum optimal. Diperlukan penguatan komunikasi, kejelasan pembagian peran antar
instansi, peningkatan kapasitas kader, serta pemanfaatan teknologi untuk mengatasi hambatan
geografis. Koordinasi yang efektif akan mendukung pencapaian target nasional penurunan
stunting secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Stunting, Koordinasi, Kota Bitung, Lintas Sektor, Konvergensi
stunting masih berada pada 3,10% pada tahun 2022. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dengan capaian yang
diharapkan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Bitung. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi dalam
percepatan penurunan stunting telah dilakukan melalui forum lintas sektor dan pelaksanaan
program konvergensi, namun belum berjalan optimal. Terdapat 3 Dimensi yang menghadapi
kendala yaitu: komunikasi, pembagian kerja, dan disiplin. Faktor geografis wilayah kepulauan,
minimnya pelatihan kader, serta kurangnya integrasi program turut menghambat efektivitas
pelaksanaan. Namun demikian, terdapat kontribusi positif berupa peningkatan kesadaran
masyarakat, peran aktif PKK dalam edukasi pranikah, dan intervensi gizi spesifik di sekolah.
Kesimpulan: Koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota
Bitung belum optimal. Diperlukan penguatan komunikasi, kejelasan pembagian peran antar
instansi, peningkatan kapasitas kader, serta pemanfaatan teknologi untuk mengatasi hambatan
geografis. Koordinasi yang efektif akan mendukung pencapaian target nasional penurunan
stunting secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Stunting, Koordinasi, Kota Bitung, Lintas Sektor, Konvergensi
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06746/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192169 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121091618 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000614 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a KOORDINASI DALAM PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Grandhill Christian Rotinsulu | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Grandhill Christian Rotinsulu | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24936 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Eva Eviany | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 616.395 984 232 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 616.395 984 232 GRA k | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a kurang gizi | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta menjadi indikator kualitas sumber daya manusia. Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, menempati peringkat ke-5 dari 15 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tertinggi di provinsi tersebut. Meskipun Pemerintah Kota Bitung telah mencanangkan berbagai program seperti edukasi pranikah, pemberian makanan tambahan di sekolah, serta Gerakan Minum Susu (GERIMIS), angka stunting masih berada pada 3,10% pada tahun 2022. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dengan capaian yang diharapkan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Bitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi dalam percepatan penurunan stunting telah dilakukan melalui forum lintas sektor dan pelaksanaan program konvergensi, namun belum berjalan optimal. Terdapat 3 Dimensi yang menghadapi kendala yaitu: komunikasi, pembagian kerja, dan disiplin. Faktor geografis wilayah kepulauan, minimnya pelatihan kader, serta kurangnya integrasi program turut menghambat efektivitas pelaksanaan. Namun demikian, terdapat kontribusi positif berupa peningkatan kesadaran masyarakat, peran aktif PKK dalam edukasi pranikah, dan intervensi gizi spesifik di sekolah. Kesimpulan: Koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Bitung belum optimal. Diperlukan penguatan komunikasi, kejelasan pembagian peran antar instansi, peningkatan kapasitas kader, serta pemanfaatan teknologi untuk mengatasi hambatan geografis. Koordinasi yang efektif akan mendukung pencapaian target nasional penurunan stunting secara berkelanjutan. Kata Kunci: Stunting, Koordinasi, Kota Bitung, Lintas Sektor, Konvergensi | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026