Detail Katalog
ID: 28932Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH / M. SULTHAN MUNA AKBARSYAH
Pengarang:
M. SULTHAN MUNA AKBARSYAH ; Mutia Rahmah
M. SULTHAN MUNA AKBARSYAH ; Mutia Rahmah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pelayanan dan penanggulangan penyakit menular
Deskripsi Fisik:
25 : Ilus
25 : Ilus
Nomor Panggil:
362.196 598 112 2 M. e
362.196 598 112 2 M. e
Control Number:
INLIS000000001192182
INLIS000000001192182
BIB ID:
0010-0126000627
0010-0126000627
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): TBC merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah
prioritas dunia saat ini, termasuk Negara Indonesia. Secara nasional, Provinsi Aceh menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus TBC terbanyak, salah satunya Kabupaten Bireuen. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis melalui Keputusan Bupati Bireuen Nomor 400.7.8.2/512 Tahun 2024 yang mengatur upaya percepatan eliminasi TBC serta menjadi dasar hukum kebijakan penanggulangan TBC di Bireuen. Namun, penanggulangan TBC yang berjalan di Kabupaten Bireuen belum berjalan sebagaimana mestinya dengan kebijakan yang belum efektif menjadi penyebab utama permasalahan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan TBC, memetakan faktor pendukung dan penghambat efektivitas kebijakan penanggulangan TBC di Kabupaten Bireuen sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan efektivitas kebijakan penanggulangan TBC di Kabupaten. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis studi dokumen dengan menggunakan aplikasi ATLAS.ti dalam menganalisis data. Informan pada penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan rendahnya kemampuan arah kebijakan dalam mengurangi kasus TBC dan serta ketidaktepatan strategi yang
digunakan dalam menanggulangi permasalahan TBC, ketidakoptimalan pelaksanaan rencana strategis sesuai kebutuhan permasalahan dan kekurangan pada kemampuan adaptif yang dimiliki organisasi pelaksana kebijakan, minimnya kerja sama pemangku kebijakan dengan masyarakat dalam kebijakan penanggulangan TBC serta belum tercapainya hasil analisa yang tepat untuk menghasilkan solusi
penanggulangan TBC. Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan pemahaman masyarakat melalui promosi dan edukasi dan pemberian bantuan bagi pasien pengidap TBC Kabupaten Bireuen.
Kata kunci: Efektivitas Kebijakan, Penanggulangan, Tuberkulosis
prioritas dunia saat ini, termasuk Negara Indonesia. Secara nasional, Provinsi Aceh menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus TBC terbanyak, salah satunya Kabupaten Bireuen. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis melalui Keputusan Bupati Bireuen Nomor 400.7.8.2/512 Tahun 2024 yang mengatur upaya percepatan eliminasi TBC serta menjadi dasar hukum kebijakan penanggulangan TBC di Bireuen. Namun, penanggulangan TBC yang berjalan di Kabupaten Bireuen belum berjalan sebagaimana mestinya dengan kebijakan yang belum efektif menjadi penyebab utama permasalahan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan TBC, memetakan faktor pendukung dan penghambat efektivitas kebijakan penanggulangan TBC di Kabupaten Bireuen sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan efektivitas kebijakan penanggulangan TBC di Kabupaten. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis studi dokumen dengan menggunakan aplikasi ATLAS.ti dalam menganalisis data. Informan pada penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan rendahnya kemampuan arah kebijakan dalam mengurangi kasus TBC dan serta ketidaktepatan strategi yang
digunakan dalam menanggulangi permasalahan TBC, ketidakoptimalan pelaksanaan rencana strategis sesuai kebutuhan permasalahan dan kekurangan pada kemampuan adaptif yang dimiliki organisasi pelaksana kebijakan, minimnya kerja sama pemangku kebijakan dengan masyarakat dalam kebijakan penanggulangan TBC serta belum tercapainya hasil analisa yang tepat untuk menghasilkan solusi
penanggulangan TBC. Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan pemahaman masyarakat melalui promosi dan edukasi dan pemberian bantuan bagi pasien pengidap TBC Kabupaten Bireuen.
Kata kunci: Efektivitas Kebijakan, Penanggulangan, Tuberkulosis
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00161/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192182 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121094621 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000627 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH /$c M. SULTHAN MUNA AKBARSYAH | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a M. SULTHAN MUNA AKBARSYAH | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 25 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21086 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Mutia Rahmah | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362.196 598 112 2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362.196 598 112 2 M. e | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pelayanan dan penanggulangan penyakit menular | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): TBC merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah prioritas dunia saat ini, termasuk Negara Indonesia. Secara nasional, Provinsi Aceh menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus TBC terbanyak, salah satunya Kabupaten Bireuen. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis melalui Keputusan Bupati Bireuen Nomor 400.7.8.2/512 Tahun 2024 yang mengatur upaya percepatan eliminasi TBC serta menjadi dasar hukum kebijakan penanggulangan TBC di Bireuen. Namun, penanggulangan TBC yang berjalan di Kabupaten Bireuen belum berjalan sebagaimana mestinya dengan kebijakan yang belum efektif menjadi penyebab utama permasalahan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan TBC, memetakan faktor pendukung dan penghambat efektivitas kebijakan penanggulangan TBC di Kabupaten Bireuen sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan efektivitas kebijakan penanggulangan TBC di Kabupaten. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis studi dokumen dengan menggunakan aplikasi ATLAS.ti dalam menganalisis data. Informan pada penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan rendahnya kemampuan arah kebijakan dalam mengurangi kasus TBC dan serta ketidaktepatan strategi yang digunakan dalam menanggulangi permasalahan TBC, ketidakoptimalan pelaksanaan rencana strategis sesuai kebutuhan permasalahan dan kekurangan pada kemampuan adaptif yang dimiliki organisasi pelaksana kebijakan, minimnya kerja sama pemangku kebijakan dengan masyarakat dalam kebijakan penanggulangan TBC serta belum tercapainya hasil analisa yang tepat untuk menghasilkan solusi penanggulangan TBC. Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan pemahaman masyarakat melalui promosi dan edukasi dan pemberian bantuan bagi pasien pengidap TBC Kabupaten Bireuen. Kata kunci: Efektivitas Kebijakan, Penanggulangan, Tuberkulosis | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026