Detail Katalog
ID: 28933Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
FENOMENA POLARISASI POLITIK DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Rosi Hasibara
Pengarang:
Rosi Hasibara ; Dedy Pribadi Uang
Rosi Hasibara ; Dedy Pribadi Uang
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Kampanye Pilkada
Deskripsi Fisik:
17 : Ilus
17 : Ilus
Nomor Panggil:
324.959 834 12 ROS f
324.959 834 12 ROS f
Control Number:
INLIS000000001192183
INLIS000000001192183
BIB ID:
0010-0126000628
0010-0126000628
Catatan
Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terjadinya polarisasi politik di Kabupaten Kotawaringin Barat yang dapat menyebabkan penentangan-penentangan yang dapat berujung konflik antar masyarakat yang berseteru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggambarkan fenomena polarisasi politik yang terjadi dalam masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat; dan (2) menganalisis fenomena polarisasi politik yang terjadi dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dimuat adalah data primer yang berupa dokumen mentah atau dasar dari informan yang faktual dan relevan dan data sekunder yang bersumber melalui publikasi, petunjuk teknis dan peraturan, hasil observasi, pengumpulan data dokumentasi, serta arsip yang tersedia untuk dikaitkan dengan fenomena, dengan mengadopsi teori “Fiorina Five Claims” dari Morris P. Fiorina (2008) sebagai kerangka teoritis.Adapun pemilihan informan didasarkan pada kesesuaian keilmuan informan dengan topik yang akan diteliti,adapun jumlah informan sebanyak 3 orang dari kepala badan kesbangpol, ketua KPU, dan ketua bawaslu Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pada teori “Fiorina Five Claims” memiliki hubungan dengan fenomena polarisasi politik dalam pemilihan kepala daerah tahun 2024 di Kabupaten Kotawaringin Barat, namun tidak berdampak negatif yang memicu konflik terhadap pendukung pasangan calon ataupun masyarakat yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat. Sementara itu, fenomena atau isu-isu politik yang terjadi di masyarakat masih dapat diredam oleh lembaga-lembaga terkait yang dimiliki oleh pemerintah daerah seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Komisi Pemilihan Umum, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kesimpulan: Dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu untuk meminimalisir terjadinya polarisasi politik yang berdampak besar ialah dengan membentuk organisasi masyarakat hingga ke sektor kelurahan/desa terkait pengawasan penyelenggaraan pemilu dengan melibatkan masyarakat kecil guna membantu mencari informasi dan mendeteksi di wilayahnya terkait hal-hal yang memicu perpecahan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Kata kunci: Polarisasi politik, Konflik Politik, Pilkada
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00162/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192183 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121094627 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000628 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a FENOMENA POLARISASI POLITIK DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Rosi Hasibara | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rosi Hasibara | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 17 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/24288/ | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Dedy Pribadi Uang | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 324.959 834 12 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 324.959 834 12 ROS f | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Kampanye Pilkada | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terjadinya polarisasi politik di Kabupaten Kotawaringin Barat yang dapat menyebabkan penentangan-penentangan yang dapat berujung konflik antar masyarakat yang berseteru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggambarkan fenomena polarisasi politik yang terjadi dalam masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat; dan (2) menganalisis fenomena polarisasi politik yang terjadi dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dimuat adalah data primer yang berupa dokumen mentah atau dasar dari informan yang faktual dan relevan dan data sekunder yang bersumber melalui publikasi, petunjuk teknis dan peraturan, hasil observasi, pengumpulan data dokumentasi, serta arsip yang tersedia untuk dikaitkan dengan fenomena, dengan mengadopsi teori “Fiorina Five Claims” dari Morris P. Fiorina (2008) sebagai kerangka teoritis.Adapun pemilihan informan didasarkan pada kesesuaian keilmuan informan dengan topik yang akan diteliti,adapun jumlah informan sebanyak 3 orang dari kepala badan kesbangpol, ketua KPU, dan ketua bawaslu Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pada teori “Fiorina Five Claims” memiliki hubungan dengan fenomena polarisasi politik dalam pemilihan kepala daerah tahun 2024 di Kabupaten Kotawaringin Barat, namun tidak berdampak negatif yang memicu konflik terhadap pendukung pasangan calon ataupun masyarakat yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat. Sementara itu, fenomena atau isu-isu politik yang terjadi di masyarakat masih dapat diredam oleh lembaga-lembaga terkait yang dimiliki oleh pemerintah daerah seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Komisi Pemilihan Umum, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kesimpulan: Dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu untuk meminimalisir terjadinya polarisasi politik yang berdampak besar ialah dengan membentuk organisasi masyarakat hingga ke sektor kelurahan/desa terkait pengawasan penyelenggaraan pemilu dengan melibatkan masyarakat kecil guna membantu mencari informasi dan mendeteksi di wilayahnya terkait hal-hal yang memicu perpecahan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Kata kunci: Polarisasi politik, Konflik Politik, Pilkada | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026