Detail Katalog

ID: 28950
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

RESILIENSI TERHADAP RISIKO BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR / Dwi Anggraini Purba Wardhani

Pengarang:
Dwi Anggraini Purba Wardhani ; M. Amin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Kebakaran Hutan dan Lahan
Deskripsi Fisik:
22 : Ilus
Nomor Panggil:
363.759 838 32 DWI r
Control Number:
INLIS000000001192200
BIB ID:
0010-0126000645
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Resiliensi terhadap risiko bencana kebakaran hutan dan
lahan di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi hal yang krusial mengingat wilayah ini kerap
mengalami kejadian kebakaran yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi masyarakat dan pemerintah daerah melalui tiga dimensi utama yaitu mitigasi, adaptasi, dan inovasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, seperti BPBD, Manggala Agni serta masyarakat terdampak. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mitigasi dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat serta peningkatan sistem peringatan dini. Adaptasi terlihat dari penguatan kapasitas lokal melalui pelatihan relawan dan penyediaan sarana penanggulangan bencana. Inovasi dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi informasi, seperti aplikasi pemantauan hotspot, serta kolaborasi lintas sektor. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih terdapat tantangan dalam hal keterbatasan anggaran, koordinasi antar lembaga, dan partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulan: Diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat resiliensi secara menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas kelembagaan, integrasi kebijakan mitigasi dalam pembangunan daerah, serta penguatan jaringan informasi kebencanaan untuk mendorong respons cepat dan tepat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.
Kata Kunci: Resiliensi, Risiko Bencana, Kebakaran Hutan dan Lahan
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06757/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192200 1
005 _ _ 20260121101158 2
035 # # $a 0010-0126000645 3
245 1 # $a RESILIENSI TERHADAP RISIKO BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /$c Dwi Anggraini Purba Wardhani 4
100 _ # $a Dwi Anggraini Purba Wardhani 5
300 # # $a 22 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21457 7
700 _ # $a M. Amin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.759 838 32 10
084 # # $a 363.759 838 32 DWI r 11
650 # 4 $a Kebakaran Hutan dan Lahan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Resiliensi terhadap risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi hal yang krusial mengingat wilayah ini kerap mengalami kejadian kebakaran yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi masyarakat dan pemerintah daerah melalui tiga dimensi utama yaitu mitigasi, adaptasi, dan inovasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, seperti BPBD, Manggala Agni serta masyarakat terdampak. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mitigasi dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat serta peningkatan sistem peringatan dini. Adaptasi terlihat dari penguatan kapasitas lokal melalui pelatihan relawan dan penyediaan sarana penanggulangan bencana. Inovasi dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi informasi, seperti aplikasi pemantauan hotspot, serta kolaborasi lintas sektor. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih terdapat tantangan dalam hal keterbatasan anggaran, koordinasi antar lembaga, dan partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulan: Diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat resiliensi secara menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas kelembagaan, integrasi kebijakan mitigasi dalam pembangunan daerah, serta penguatan jaringan informasi kebencanaan untuk mendorong respons cepat dan tepat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. Kata Kunci: Resiliensi, Risiko Bencana, Kebakaran Hutan dan Lahan 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name