Detail Katalog
ID: 28953Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
INEQUITIES ANALYSIS IN LOCAL OWN-SOURCE REVENUE POTENTIAL BETWEEN REGENCIES AND MUNICIPALITIES IN INDONESIA / Muhammad Ilham Husni Zarkasi
Pengarang:
Muhammad Ilham Husni Zarkasi ; Halilul Khairi
Muhammad Ilham Husni Zarkasi ; Halilul Khairi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Perpajakan
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
13 : Ilus
Nomor Panggil:
336.259 8 MUH i
336.259 8 MUH i
Control Number:
INLIS000000001192203
INLIS000000001192203
BIB ID:
0010-0126000648
0010-0126000648
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu faktor yang mendasari rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber PAD, terutama yang bersumber dari pergeseran struktur ekonomi, kapasitas pajak, dan retribusi yang dikenakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan potensi PAD antara kabupaten dan kota, yang mengakibatkan rasio PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di kabupaten berbeda secara signifikan dengan kota. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seluk-beluk perbedaan potensi PAD dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang mencakup analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan analisis yang komprehensif. Data dikumpulkan dari karya ilmiah dan data sekunder yang menggunakan validasi konten untuk mengontrol relevansi dari berbagai sumber data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten memiliki karakteristik yang berbeda dengan pemerintah kota dalam hal lanskap geografis, struktur ekonomi, dan populasi. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Kesimpulan: Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Perbedaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kedua entitas tersebut disebabkan oleh kegagalan pemerintah pusat dalam menangani kemampuan peningkatan pendapatan pemerintah kabupaten secara memadai. Meskipun pajak daerah beragam, hanya beberapa yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan daerah. Bidang perpajakan dicirikan oleh tingkat sentralisasi yang tinggi, karena pemerintah pusat mengumpulkan semua jenis pajak utama dan semua jenis pajak utama dan paling produktif, termasuk pajak langsung dan tidak langsung. Kebijakan desentralisasi simetris antara kabupaten kabupaten dan kota semakin membatasi kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Potensi Sumber Pendapatan Daerah; Desentralisasi Fiskal
Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Potensi Sumber Pendapatan Daerah; Desentralisasi Fiskal
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06759/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192203 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121102045 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000648 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a INEQUITIES ANALYSIS IN LOCAL OWN-SOURCE REVENUE POTENTIAL BETWEEN REGENCIES AND MUNICIPALITIES IN INDONESIA /$c Muhammad Ilham Husni Zarkasi | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muhammad Ilham Husni Zarkasi | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b Ilus | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Halilul Khairi | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 336.259 8 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 336.259 8 MUH i | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Perpajakan | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu faktor yang mendasari rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber PAD, terutama yang bersumber dari pergeseran struktur ekonomi, kapasitas pajak, dan retribusi yang dikenakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan potensi PAD antara kabupaten dan kota, yang mengakibatkan rasio PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di kabupaten berbeda secara signifikan dengan kota. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seluk-beluk perbedaan potensi PAD dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang mencakup analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan analisis yang komprehensif. Data dikumpulkan dari karya ilmiah dan data sekunder yang menggunakan validasi konten untuk mengontrol relevansi dari berbagai sumber data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten memiliki karakteristik yang berbeda dengan pemerintah kota dalam hal lanskap geografis, struktur ekonomi, dan populasi. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Kesimpulan: Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Perbedaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kedua entitas tersebut disebabkan oleh kegagalan pemerintah pusat dalam menangani kemampuan peningkatan pendapatan pemerintah kabupaten secara memadai. Meskipun pajak daerah beragam, hanya beberapa yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan daerah. Bidang perpajakan dicirikan oleh tingkat sentralisasi yang tinggi, karena pemerintah pusat mengumpulkan semua jenis pajak utama dan semua jenis pajak utama dan paling produktif, termasuk pajak langsung dan tidak langsung. Kebijakan desentralisasi simetris antara kabupaten kabupaten dan kota semakin membatasi kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Potensi Sumber Pendapatan Daerah; Desentralisasi Fiskal | 12 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026