Detail Katalog
ID: 28958Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EVALUASI STRATEGI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SELAMA PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK 2024 DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR / Novian Gilang Ramadhan Putra Pratama
Pengarang:
Novian Gilang Ramadhan Putra Pratama ; Luh Putu Vera Astripujayanti
Novian Gilang Ramadhan Putra Pratama ; Luh Putu Vera Astripujayanti
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Layanan Kepolisian
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
16 : Ilus
Nomor Panggil:
363.28 NOV e
363.28 NOV e
Control Number:
INLIS000000001192208
INLIS000000001192208
BIB ID:
0010-0126000653
0010-0126000653
Catatan
Permasalahan/latar belakang: penyelenggaraan Pilkada harus mencerminkan
sebuah proses demokrasi yang berlangsung secara damai, transparan, dan
partisipatif, dimana seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi tanpa rasa
takut terhadap intimidasi, dan ancaman yang dapat memicu konflik sosial.
Keberadaan aparat satuan Polisi Pamong Praja sangat vital sebagai garda terdepan
dalam penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Selama
pelaksanaan Pilkada, Satuan Polisi Pamong Praja berperan dalam membantu
menciptakan suasana yang kondusif bagi pemilih untuk menyalurkan hak
suaranya dengan bebas. Tujuan: mengevaluasi dari strategi yang telah dilakukan
oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam menjaga ketentraman dan ketertiban
umum selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024 di Kabupaten
Lombok Timur. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
kualitatif. Peneliti menggunakan data yang diperoleh dari hasil wawancara,
observasi dan dokumentasiserta dianalisis dengan model Miles dan Huberman
dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil: Satuan Polisi Pamong Praja memiliki anggaran yang sangat
terbatas sehingga penggunaannya diprioritaskan pada tahapan yang krusial,
seperti tahap pemungutan suara dan pasca pemungutan suara. Satuan Polisi
Pamong Praja bertindak cepat terhadap aduan dari masyarakat dan melakukan
penanganan sesuai dengan SOP yang berlaku. Masyarakat dan Tim sukses dari
peserta Pilkada juga memberikan tanggapan positif terhadap kinerja Satuan Polisi
Pamong Praja selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak. Namun,
anggota Satpol PP merasa pembinaan teknis operasional yang diberikan sangat
minim dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Kesimpulan:
strategi yang diterapkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok
Timur dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024 masih belum sepenuhnya
optimal, terutama dalam perspektif learning and growth. Masih terdapat sejumlah
kendala seperti keterbatasan anggaran, kurang memadainya sarana dan prasarana,
minimnya pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia, serta rendahnya
pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas.
Kata kunci: Balanced Scorecard, Evaluasi Strategi, Ketentraman dan Ketertiban
Umum, Pilkada
sebuah proses demokrasi yang berlangsung secara damai, transparan, dan
partisipatif, dimana seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi tanpa rasa
takut terhadap intimidasi, dan ancaman yang dapat memicu konflik sosial.
Keberadaan aparat satuan Polisi Pamong Praja sangat vital sebagai garda terdepan
dalam penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Selama
pelaksanaan Pilkada, Satuan Polisi Pamong Praja berperan dalam membantu
menciptakan suasana yang kondusif bagi pemilih untuk menyalurkan hak
suaranya dengan bebas. Tujuan: mengevaluasi dari strategi yang telah dilakukan
oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam menjaga ketentraman dan ketertiban
umum selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024 di Kabupaten
Lombok Timur. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
kualitatif. Peneliti menggunakan data yang diperoleh dari hasil wawancara,
observasi dan dokumentasiserta dianalisis dengan model Miles dan Huberman
dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil: Satuan Polisi Pamong Praja memiliki anggaran yang sangat
terbatas sehingga penggunaannya diprioritaskan pada tahapan yang krusial,
seperti tahap pemungutan suara dan pasca pemungutan suara. Satuan Polisi
Pamong Praja bertindak cepat terhadap aduan dari masyarakat dan melakukan
penanganan sesuai dengan SOP yang berlaku. Masyarakat dan Tim sukses dari
peserta Pilkada juga memberikan tanggapan positif terhadap kinerja Satuan Polisi
Pamong Praja selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak. Namun,
anggota Satpol PP merasa pembinaan teknis operasional yang diberikan sangat
minim dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Kesimpulan:
strategi yang diterapkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok
Timur dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024 masih belum sepenuhnya
optimal, terutama dalam perspektif learning and growth. Masih terdapat sejumlah
kendala seperti keterbatasan anggaran, kurang memadainya sarana dan prasarana,
minimnya pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia, serta rendahnya
pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas.
Kata kunci: Balanced Scorecard, Evaluasi Strategi, Ketentraman dan Ketertiban
Umum, Pilkada
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06762/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192208 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121104546 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000653 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EVALUASI STRATEGI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SELAMA PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK 2024 DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR /$c Novian Gilang Ramadhan Putra Pratama | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Novian Gilang Ramadhan Putra Pratama | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23831 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Luh Putu Vera Astripujayanti | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.28 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.28 NOV e | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Layanan Kepolisian | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/latar belakang: penyelenggaraan Pilkada harus mencerminkan sebuah proses demokrasi yang berlangsung secara damai, transparan, dan partisipatif, dimana seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi tanpa rasa takut terhadap intimidasi, dan ancaman yang dapat memicu konflik sosial. Keberadaan aparat satuan Polisi Pamong Praja sangat vital sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Selama pelaksanaan Pilkada, Satuan Polisi Pamong Praja berperan dalam membantu menciptakan suasana yang kondusif bagi pemilih untuk menyalurkan hak suaranya dengan bebas. Tujuan: mengevaluasi dari strategi yang telah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024 di Kabupaten Lombok Timur. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasiserta dianalisis dengan model Miles dan Huberman dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Satuan Polisi Pamong Praja memiliki anggaran yang sangat terbatas sehingga penggunaannya diprioritaskan pada tahapan yang krusial, seperti tahap pemungutan suara dan pasca pemungutan suara. Satuan Polisi Pamong Praja bertindak cepat terhadap aduan dari masyarakat dan melakukan penanganan sesuai dengan SOP yang berlaku. Masyarakat dan Tim sukses dari peserta Pilkada juga memberikan tanggapan positif terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak. Namun, anggota Satpol PP merasa pembinaan teknis operasional yang diberikan sangat minim dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Kesimpulan: strategi yang diterapkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Timur dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024 masih belum sepenuhnya optimal, terutama dalam perspektif learning and growth. Masih terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan anggaran, kurang memadainya sarana dan prasarana, minimnya pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia, serta rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas. Kata kunci: Balanced Scorecard, Evaluasi Strategi, Ketentraman dan Ketertiban Umum, Pilkada | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026