Detail Katalog
ID: 28961Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
SMART ENVIRONMENT MELALUI PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT / Karina Aprillia
Pengarang:
Karina Aprillia ; Nur Handayani
Karina Aprillia ; Nur Handayani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Masyarakat Perkotaan
Deskripsi Fisik:
13
13
Nomor Panggil:
307.760 959 824 KAR s
307.760 959 824 KAR s
Control Number:
INLIS000000001192211
INLIS000000001192211
BIB ID:
0010-0126000656
0010-0126000656
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
proporsi ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung yang baru mencapai 12,47%, jauh di
bawah standar nasional 30%. Selain itu, Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar
sampah ke TPA Sarimukti dengan rata-rata 172 ritase per hari, serta masih terbatasnya
pemanfaatan teknologi lingkungan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara
konsep ideal smart environment dan implementasinya di lapangan. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana smart environment melalui penataan ruang
terbuka hijau di Kota Bandung. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (8 informan), observasi,
dan dokumentasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Analisis dilakukan berdasarkan konsep smart environment menurut Boyd
Cohen yang terdiri dari tiga dimensi yaitu smart buildings, resource management, dan
sustainable urban planning, yang mencakup total sepuluh indikator. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi smart buildings, penerapan bangunan hijau
dan rumah pintar belum optimal. Pada resource management, telah diterapkan AQMS,
panel surya, dan program pengelolaan sampah, namun irigasi dan pengelolaan air masih
manual. Pada sustainable urban planning, pembangunan taman tematik dan integrasi isu
lingkungan telah dilakukan, namun luas RTH baru mencapai 12,47%. Faktor pendukung
meliputi regulasi dan keterlibatan komunitas, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan
lahan, SDM, dan koordinasi. Pemerintah juga telah melakukan revitalisasi taman dan
digitalisasi data RTH. Kesimpulan: Penerapan smart environment melalui penataan ruang
terbuka hijau di Kota Bandung telah menunjukkan kemajuan awal, namun masih belum
optimal. Diperlukan penguatan implementasi, pemanfaatan teknologi yang lebih luas, serta
kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Kata kunci: Smart Environment, Smart City, Ruang Terbuka Hijau, Kota Bandung.
proporsi ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung yang baru mencapai 12,47%, jauh di
bawah standar nasional 30%. Selain itu, Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar
sampah ke TPA Sarimukti dengan rata-rata 172 ritase per hari, serta masih terbatasnya
pemanfaatan teknologi lingkungan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara
konsep ideal smart environment dan implementasinya di lapangan. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana smart environment melalui penataan ruang
terbuka hijau di Kota Bandung. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (8 informan), observasi,
dan dokumentasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Analisis dilakukan berdasarkan konsep smart environment menurut Boyd
Cohen yang terdiri dari tiga dimensi yaitu smart buildings, resource management, dan
sustainable urban planning, yang mencakup total sepuluh indikator. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi smart buildings, penerapan bangunan hijau
dan rumah pintar belum optimal. Pada resource management, telah diterapkan AQMS,
panel surya, dan program pengelolaan sampah, namun irigasi dan pengelolaan air masih
manual. Pada sustainable urban planning, pembangunan taman tematik dan integrasi isu
lingkungan telah dilakukan, namun luas RTH baru mencapai 12,47%. Faktor pendukung
meliputi regulasi dan keterlibatan komunitas, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan
lahan, SDM, dan koordinasi. Pemerintah juga telah melakukan revitalisasi taman dan
digitalisasi data RTH. Kesimpulan: Penerapan smart environment melalui penataan ruang
terbuka hijau di Kota Bandung telah menunjukkan kemajuan awal, namun masih belum
optimal. Diperlukan penguatan implementasi, pemanfaatan teknologi yang lebih luas, serta
kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Kata kunci: Smart Environment, Smart City, Ruang Terbuka Hijau, Kota Bandung.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06763/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192211 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121105004 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000656 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a SMART ENVIRONMENT MELALUI PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT /$c Karina Aprillia | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Karina Aprillia | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23781 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Nur Handayani | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 307.760 959 824 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 307.760 959 824 KAR s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Masyarakat Perkotaan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proporsi ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung yang baru mencapai 12,47%, jauh di bawah standar nasional 30%. Selain itu, Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar sampah ke TPA Sarimukti dengan rata-rata 172 ritase per hari, serta masih terbatasnya pemanfaatan teknologi lingkungan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep ideal smart environment dan implementasinya di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana smart environment melalui penataan ruang terbuka hijau di Kota Bandung. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (8 informan), observasi, dan dokumentasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan berdasarkan konsep smart environment menurut Boyd Cohen yang terdiri dari tiga dimensi yaitu smart buildings, resource management, dan sustainable urban planning, yang mencakup total sepuluh indikator. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi smart buildings, penerapan bangunan hijau dan rumah pintar belum optimal. Pada resource management, telah diterapkan AQMS, panel surya, dan program pengelolaan sampah, namun irigasi dan pengelolaan air masih manual. Pada sustainable urban planning, pembangunan taman tematik dan integrasi isu lingkungan telah dilakukan, namun luas RTH baru mencapai 12,47%. Faktor pendukung meliputi regulasi dan keterlibatan komunitas, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan lahan, SDM, dan koordinasi. Pemerintah juga telah melakukan revitalisasi taman dan digitalisasi data RTH. Kesimpulan: Penerapan smart environment melalui penataan ruang terbuka hijau di Kota Bandung telah menunjukkan kemajuan awal, namun masih belum optimal. Diperlukan penguatan implementasi, pemanfaatan teknologi yang lebih luas, serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Kata kunci: Smart Environment, Smart City, Ruang Terbuka Hijau, Kota Bandung. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026