Detail Katalog
ID: 29044Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DALAM DIGITALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Rio Marcelino
Pengarang:
Rio Marcelino ; Andi Fitri Rahmadany M
Rio Marcelino ; Andi Fitri Rahmadany M
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi Properti Pemerintah
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
16 : Ilus
Nomor Panggil:
352.559 834 51 RIO s
352.559 834 51 RIO s
Control Number:
INLIS000000001192280
INLIS000000001192280
BIB ID:
0010-0126000725
0010-0126000725
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi pengelolaan keuangan daerah
merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi publik.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) telah mengimplementasikan berbagai sistem digital seperti SIPD, SIMDA, dan
aplikasi pendukung lainnya dalam upaya menciptakan pengelolaan keuangan yang efisien,
transparan, dan akuntabel. Namun, implementasi ini masih menghadapi sejumlah kendala
seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi SDM, serta belum optimalnya
integrasi sistem digital secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis strategi BPKAD dalam mengimplementasikan digitalisasi pengelolaan
keuangan daerah di Kabupaten Barito Selatan, serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam proses transformasi digital tersebut. Metode:
enelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf BPKAD, observasi
langsung terhadap aktivitas digitalisasi, serta dokumentasi kebijakan dan sistem keuangan
yang digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis SWOT untuk
merumuskan strategi penguatan digitalisasi keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa BPKAD memiliki kekuatan pada kesiapan teknologi, SDM
yang kompeten, dan dukungan kebijakan daerah, namun masih dihadapkan pada kendala
infrastruktur yang belum optimal, ketimpangan literasi digital pegawai, serta tantangan dalam
integrasi sistem dan resistensi internal terhadap perubahan. Dari sisi eksternal, peluang
datang dari regulasi nasional dan potensi kolaborasi strategis, namun ancaman seperti
keamanan siber dan keterbatasan anggaran tetap harus diantisipasi. Kesimpulan: trategi
digitalisasi BPKAD Kabupaten Barito Selatan berada pada posisi agresif (kuadran I SWOT),
yang menuntut pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal secara
optimal. Rekomendasi utama adalah penguatan kapasitas SDM, peningkatan keamanan
sistem, perluasan kolaborasi eksternal, dan penerapan sistem yang lebih terintegrasi dan
adaptif terhadap dinamika teknologi.
Kata kunci: Strategi, Digitalisasi, Pengelolaan Keuangan Daerah, SWOT
merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi publik.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) telah mengimplementasikan berbagai sistem digital seperti SIPD, SIMDA, dan
aplikasi pendukung lainnya dalam upaya menciptakan pengelolaan keuangan yang efisien,
transparan, dan akuntabel. Namun, implementasi ini masih menghadapi sejumlah kendala
seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi SDM, serta belum optimalnya
integrasi sistem digital secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis strategi BPKAD dalam mengimplementasikan digitalisasi pengelolaan
keuangan daerah di Kabupaten Barito Selatan, serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam proses transformasi digital tersebut. Metode:
enelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf BPKAD, observasi
langsung terhadap aktivitas digitalisasi, serta dokumentasi kebijakan dan sistem keuangan
yang digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis SWOT untuk
merumuskan strategi penguatan digitalisasi keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa BPKAD memiliki kekuatan pada kesiapan teknologi, SDM
yang kompeten, dan dukungan kebijakan daerah, namun masih dihadapkan pada kendala
infrastruktur yang belum optimal, ketimpangan literasi digital pegawai, serta tantangan dalam
integrasi sistem dan resistensi internal terhadap perubahan. Dari sisi eksternal, peluang
datang dari regulasi nasional dan potensi kolaborasi strategis, namun ancaman seperti
keamanan siber dan keterbatasan anggaran tetap harus diantisipasi. Kesimpulan: trategi
digitalisasi BPKAD Kabupaten Barito Selatan berada pada posisi agresif (kuadran I SWOT),
yang menuntut pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal secara
optimal. Rekomendasi utama adalah penguatan kapasitas SDM, peningkatan keamanan
sistem, perluasan kolaborasi eksternal, dan penerapan sistem yang lebih terintegrasi dan
adaptif terhadap dinamika teknologi.
Kata kunci: Strategi, Digitalisasi, Pengelolaan Keuangan Daerah, SWOT
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06784/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192280 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260122102213 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000725 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DALAM DIGITALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Rio Marcelino | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rio Marcelino | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24672 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Andi Fitri Rahmadany M | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.559 834 51 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.559 834 51 RIO s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Properti Pemerintah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi publik. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah mengimplementasikan berbagai sistem digital seperti SIPD, SIMDA, dan aplikasi pendukung lainnya dalam upaya menciptakan pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel. Namun, implementasi ini masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi SDM, serta belum optimalnya integrasi sistem digital secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BPKAD dalam mengimplementasikan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Barito Selatan, serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam proses transformasi digital tersebut. Metode: enelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf BPKAD, observasi langsung terhadap aktivitas digitalisasi, serta dokumentasi kebijakan dan sistem keuangan yang digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis SWOT untuk merumuskan strategi penguatan digitalisasi keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPKAD memiliki kekuatan pada kesiapan teknologi, SDM yang kompeten, dan dukungan kebijakan daerah, namun masih dihadapkan pada kendala infrastruktur yang belum optimal, ketimpangan literasi digital pegawai, serta tantangan dalam integrasi sistem dan resistensi internal terhadap perubahan. Dari sisi eksternal, peluang datang dari regulasi nasional dan potensi kolaborasi strategis, namun ancaman seperti keamanan siber dan keterbatasan anggaran tetap harus diantisipasi. Kesimpulan: trategi digitalisasi BPKAD Kabupaten Barito Selatan berada pada posisi agresif (kuadran I SWOT), yang menuntut pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal secara optimal. Rekomendasi utama adalah penguatan kapasitas SDM, peningkatan keamanan sistem, perluasan kolaborasi eksternal, dan penerapan sistem yang lebih terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika teknologi. Kata kunci: Strategi, Digitalisasi, Pengelolaan Keuangan Daerah, SWOT | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Jan 2026