Detail Katalog

ID: 29068
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENGAMANAN ASET TETAP TANAH DI PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT / M. Istiqrorul Qolbi

Pengarang:
M. Istiqrorul Qolbi ; Ihwan Sudrajat
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pengamanan aset tetap
Deskripsi Fisik:
15 : Ilus
Nomor Panggil:
352.559 865 12 M. p
Control Number:
INLIS000000001192300
BIB ID:
0010-0126000745
Catatan
Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan pengamanan aset tetap berupa tanah oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menunjukkan adanya gap antara regulasi pengelolaan aset dan praktik di lapangan, khususnya dalam kasus pemanfaatan aset oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram. Sengketa kepemilikan, ketidakjelasan status hukum, serta tidak adanya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penggunaan aset menjadi isu utama dalam studi ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengamanan aset tanah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam proses pengamanan aset tanah tersebut, serta merumuskan upaya-upaya strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah guna memastikan pengamanan aset tanah berjalan optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus analisis diarahkan pada tiga dimensi
pengamanan aset menurut teori Suwanda (2015): administrasi, fisik, dan hukum. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengamanan yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Barat telah mencakup inventarisasi aset, pemasangan plang kepemilikan, pemagaran, serta upaya sertifikasi lahan. Namun, ditemukan sejumlah hambatan signifikan, seperti proses sertifikasi yang belum tuntas, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta belum optimalnya upaya hukum atas aset yang dikuasai oleh pihak ketiga.Kesimpulan: hasil penilitian di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yakni pengamanan aset tetap tanah sudah berjalan optimal
Kata kunci: BPKAD, Pengamanan Aset, Pemerintah Daerah, Sengketa Aset, STIE AMM,
Tanah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06804/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192300 1
005 _ _ 20260122110019 2
035 # # $a 0010-0126000745 3
245 1 # $a PENGAMANAN ASET TETAP TANAH DI PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT /$c M. Istiqrorul Qolbi 4
100 _ # $a M. Istiqrorul Qolbi 5
300 # # $a 15 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23791 7
700 _ # $a Ihwan Sudrajat 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 352.559 865 12 10
084 # # $a 352.559 865 12 M. p 11
650 # 4 $a Pengamanan aset tetap 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan pengamanan aset tetap berupa tanah oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menunjukkan adanya gap antara regulasi pengelolaan aset dan praktik di lapangan, khususnya dalam kasus pemanfaatan aset oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram. Sengketa kepemilikan, ketidakjelasan status hukum, serta tidak adanya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penggunaan aset menjadi isu utama dalam studi ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengamanan aset tanah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam proses pengamanan aset tanah tersebut, serta merumuskan upaya-upaya strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah guna memastikan pengamanan aset tanah berjalan optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus analisis diarahkan pada tiga dimensi pengamanan aset menurut teori Suwanda (2015): administrasi, fisik, dan hukum. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengamanan yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Barat telah mencakup inventarisasi aset, pemasangan plang kepemilikan, pemagaran, serta upaya sertifikasi lahan. Namun, ditemukan sejumlah hambatan signifikan, seperti proses sertifikasi yang belum tuntas, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta belum optimalnya upaya hukum atas aset yang dikuasai oleh pihak ketiga.Kesimpulan: hasil penilitian di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yakni pengamanan aset tetap tanah sudah berjalan optimal Kata kunci: BPKAD, Pengamanan Aset, Pemerintah Daerah, Sengketa Aset, STIE AMM, Tanah. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name