Detail Katalog
ID: 29078Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2019-2023 / Tanjung, Jossy Fareza
Pengarang:
Tanjung, Jossy Fareza ; Tun Huseno
Tanjung, Jossy Fareza ; Tun Huseno
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Kinerja keuangan daerah
Deskripsi Fisik:
10
10
Nomor Panggil:
336 598 123 2 TAN a
336 598 123 2 TAN a
Control Number:
INLIS000000001192310
INLIS000000001192310
BIB ID:
0010-0126000755
0010-0126000755
Catatan
Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Kemandirian fiskal merupakan salah satu pilar
penting dalam keberhasilan otonomi daerah. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak
pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Asahan, masih mengalami ketergantungan yang tinggi
terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan belum mampu menopang pembiayaan daerah secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori rasio keuangan daerah dari Mahmudi (2019). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas PAD berada pada kategori kurang efektif (rata-rata 83,66%), rasio kemandirian sangat rendah (rata-rata 11,18%), derajat desentralisasi sangat kurang (rata-rata 9,10%), dan rasio ketergantungan sangat tinggi (rata-rata 82,24%). Faktor penghambat utama adalah perencanaan yang kurang matang, minimnya infrastruktur, serta ketergantungan pada sektor ekonomi yang tidak stabil. Namun, terdapat potensi pendukung berupa luas wilayah, kesuburan tanah, dan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Kesimpulan: Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan masih belum optimal, dengan ketergantungan yang tinggi terhadap dana pusat. Diperlukan strategi peningkatan PAD melalui inovasi kebijakan, pemanfaatan aset daerah, serta penguatan pengelolaan keuangan secara efisien dan transparan.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan Daerah, PAD
penting dalam keberhasilan otonomi daerah. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak
pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Asahan, masih mengalami ketergantungan yang tinggi
terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan belum mampu menopang pembiayaan daerah secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori rasio keuangan daerah dari Mahmudi (2019). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas PAD berada pada kategori kurang efektif (rata-rata 83,66%), rasio kemandirian sangat rendah (rata-rata 11,18%), derajat desentralisasi sangat kurang (rata-rata 9,10%), dan rasio ketergantungan sangat tinggi (rata-rata 82,24%). Faktor penghambat utama adalah perencanaan yang kurang matang, minimnya infrastruktur, serta ketergantungan pada sektor ekonomi yang tidak stabil. Namun, terdapat potensi pendukung berupa luas wilayah, kesuburan tanah, dan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Kesimpulan: Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan masih belum optimal, dengan ketergantungan yang tinggi terhadap dana pusat. Diperlukan strategi peningkatan PAD melalui inovasi kebijakan, pemanfaatan aset daerah, serta penguatan pengelolaan keuangan secara efisien dan transparan.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan Daerah, PAD
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06814/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192310 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260122111503 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000755 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2019-2023 /$c Tanjung, Jossy Fareza | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Tanjung, Jossy Fareza | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 10 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20579 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Tun Huseno | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 336 598 123 2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 336 598 123 2 TAN a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Kinerja keuangan daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Kemandirian fiskal merupakan salah satu pilar penting dalam keberhasilan otonomi daerah. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Asahan, masih mengalami ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan belum mampu menopang pembiayaan daerah secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori rasio keuangan daerah dari Mahmudi (2019). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas PAD berada pada kategori kurang efektif (rata-rata 83,66%), rasio kemandirian sangat rendah (rata-rata 11,18%), derajat desentralisasi sangat kurang (rata-rata 9,10%), dan rasio ketergantungan sangat tinggi (rata-rata 82,24%). Faktor penghambat utama adalah perencanaan yang kurang matang, minimnya infrastruktur, serta ketergantungan pada sektor ekonomi yang tidak stabil. Namun, terdapat potensi pendukung berupa luas wilayah, kesuburan tanah, dan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Kesimpulan: Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan masih belum optimal, dengan ketergantungan yang tinggi terhadap dana pusat. Diperlukan strategi peningkatan PAD melalui inovasi kebijakan, pemanfaatan aset daerah, serta penguatan pengelolaan keuangan secara efisien dan transparan. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan Daerah, PAD | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Jan 2026