Detail Katalog
ID: 29081Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS SWOT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERIMAAN PBB-P2 DI KOTA TANJUNGPINANG / Said Fathurrahman Muhazzib
Pengarang:
Said Fathurrahman Muhazzib ; Haromin
Said Fathurrahman Muhazzib ; Haromin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Tingkat penerimaan pajak
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
13 : Ilus
Nomor Panggil:
336.225 981 437 SAI a
336.225 981 437 SAI a
Control Number:
INLIS000000001192313
INLIS000000001192313
BIB ID:
0010-0126000758
0010-0126000758
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan
Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Tanjungpinang yang selama periode 2021–2024
cenderung fluktuatif dan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan dimana
didapatkan permasalahan dalam pengelolaan dan strategi peningkatan penerimaan pajak
daerah. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan
PBB-P2 di Kota Tanjungpinang dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT, serta
mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan oleh BP2RD dalam optimalisasi penerimaan
tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari BP2RD Kota
Tanjungpinang dan wajib pajak, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mendukung antara
lain regulasi yang memadai, kualitas SDM yang profesional, dan sistem digitalisasi pajak.
Faktor penghambat internal mencakup keterbatasan sarana, minimnya jumlah personel, serta
rendahnya literasi teknologi masyarakat. Dari sisi eksternal, peluang datang dari dukungan
kebijakan daerah, perkembangan digitalisasi, dan kemitraan strategis, sementara ancaman
terbesar adalah rendahnya kesadaran pajak dan tidak validnya data objek pajak. Kesimpulan:
Optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang memerlukan penguatan kualitas
internal BP2RD dan pemberdayaan masyarakat. Diperlukan upaya berkelanjutan seperti
digitalisasi sistem, edukasi publik, serta pemutakhiran data objek pajak untuk mewujudkan tata
kelola pajak yang efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci : PBB-P2, Penerimaan Pajak, Analisis SWOT, BP2RD Tanjungpinang.
Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Tanjungpinang yang selama periode 2021–2024
cenderung fluktuatif dan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan dimana
didapatkan permasalahan dalam pengelolaan dan strategi peningkatan penerimaan pajak
daerah. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan
PBB-P2 di Kota Tanjungpinang dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT, serta
mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan oleh BP2RD dalam optimalisasi penerimaan
tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari BP2RD Kota
Tanjungpinang dan wajib pajak, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mendukung antara
lain regulasi yang memadai, kualitas SDM yang profesional, dan sistem digitalisasi pajak.
Faktor penghambat internal mencakup keterbatasan sarana, minimnya jumlah personel, serta
rendahnya literasi teknologi masyarakat. Dari sisi eksternal, peluang datang dari dukungan
kebijakan daerah, perkembangan digitalisasi, dan kemitraan strategis, sementara ancaman
terbesar adalah rendahnya kesadaran pajak dan tidak validnya data objek pajak. Kesimpulan:
Optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang memerlukan penguatan kualitas
internal BP2RD dan pemberdayaan masyarakat. Diperlukan upaya berkelanjutan seperti
digitalisasi sistem, edukasi publik, serta pemutakhiran data objek pajak untuk mewujudkan tata
kelola pajak yang efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci : PBB-P2, Penerimaan Pajak, Analisis SWOT, BP2RD Tanjungpinang.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06817/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192313 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260122111933 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000758 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS SWOT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERIMAAN PBB-P2 DI KOTA TANJUNGPINANG /$c Said Fathurrahman Muhazzib | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Said Fathurrahman Muhazzib | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22513 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Haromin | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 336.225 981 437 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 336.225 981 437 SAI a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Tingkat penerimaan pajak | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Tanjungpinang yang selama periode 2021–2024 cenderung fluktuatif dan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan dimana didapatkan permasalahan dalam pengelolaan dan strategi peningkatan penerimaan pajak daerah. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT, serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan oleh BP2RD dalam optimalisasi penerimaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari BP2RD Kota Tanjungpinang dan wajib pajak, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mendukung antara lain regulasi yang memadai, kualitas SDM yang profesional, dan sistem digitalisasi pajak. Faktor penghambat internal mencakup keterbatasan sarana, minimnya jumlah personel, serta rendahnya literasi teknologi masyarakat. Dari sisi eksternal, peluang datang dari dukungan kebijakan daerah, perkembangan digitalisasi, dan kemitraan strategis, sementara ancaman terbesar adalah rendahnya kesadaran pajak dan tidak validnya data objek pajak. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang memerlukan penguatan kualitas internal BP2RD dan pemberdayaan masyarakat. Diperlukan upaya berkelanjutan seperti digitalisasi sistem, edukasi publik, serta pemutakhiran data objek pajak untuk mewujudkan tata kelola pajak yang efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci : PBB-P2, Penerimaan Pajak, Analisis SWOT, BP2RD Tanjungpinang. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Jan 2026