Detail Katalog

ID: 29084
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERKEMBANGAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN PERKANTORAN DAN PERMUKIMAN DI KOTA BANDUNG / Wirajati Pujo Raharjo

Pengarang:
Wirajati Pujo Raharjo ; Eko Budi Santoso
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
ruang terbuka hijau
Deskripsi Fisik:
17
Nomor Panggil:
712.559 824 32 WIR p
Control Number:
INLIS000000001192316
BIB ID:
0010-0126000761
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah
belum seimbangnya pemanfaatan fungsi-fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung,
khususnya di kawasan perkantoran dan permukiman. Ketidakseimbangan dalam pengembangan fungsi ekologis, sosial budaya, arsitektural/estetika, dan ekonomi pada RTH disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain: penurunan fungsi RTH yang terjadi akibat alih fungsi lahan dan degradasi lingkungan; tekanan infrastruktur serta aktivitas manusia yang intensif di kawasan perkotaan; minimnya vegetasi yang berkualitas dalam menunjang fungsi ekologis; sebaran RTH yang tidak merata antar kawasan; kurangnya partisipasi masyarakat dan lemahnya sistem perawatan yang berkelanjutan; keterbatasan anggaran dalam pengelolaan dan pengembangan RTH; serta tumpang tindih kewenangan antar instansi yang menyebabkan tidak terkoordinasinya pengelolaan RTH secara efektif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan fungsi RTH di kawasan perkantoran dan permukiman di Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat lokasi, yaitu Taman Lansia, Taman Alun-Alun Bandung, Taman Tegalega, dan Teras Cikapundung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fungsi ekologis, Taman Tegalega berperan besar sebagai paru-paru kota, Taman Lansia dan Teras Cikapundung turut mendukung melalui ruang hijau dan bantaran sungai. Dari sisi sosial budaya, keempat taman
menjadi ruang interaksi dan edukasi masyarakat. Alun-Alun Bandung dan Tegalega unggul dalam fungsi ekonomi, sementara Taman Lansia dan Teras Cikapundung masih perlu pengembangan. Secara estetika, masing-masing taman memiliki kekhasan visual yang mendukung kenyamanan kota. Beberapa tantangan masih ditemukan, seperti kurangnya vegetasi di Alun-Alun Bandung, vandalisme di Taman Lansia, serta keterbatasan kontribusi ekonomi di Teras Cikapundung. Kesimpulan: Kesimpulannya, perkembangan fungsi RTH di Kota Bandung menunjukkan potensi yang beragam sesuai karakter kawasan, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan agar setiap fungsi dapat berkembang secara optimal.
Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, fungsi RTH, Kota Bandung
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06819/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192316 1
005 _ _ 20260122112528 2
035 # # $a 0010-0126000761 3
245 1 # $a PERKEMBANGAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN PERKANTORAN DAN PERMUKIMAN DI KOTA BANDUNG /$c Wirajati Pujo Raharjo 4
100 _ # $a Wirajati Pujo Raharjo 5
300 # # $a 17 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/25001 7
700 _ # $a Eko Budi Santoso 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 712.559 824 32 10
084 # # $a 712.559 824 32 WIR p 11
650 # 4 $a ruang terbuka hijau 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah belum seimbangnya pemanfaatan fungsi-fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung, khususnya di kawasan perkantoran dan permukiman. Ketidakseimbangan dalam pengembangan fungsi ekologis, sosial budaya, arsitektural/estetika, dan ekonomi pada RTH disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain: penurunan fungsi RTH yang terjadi akibat alih fungsi lahan dan degradasi lingkungan; tekanan infrastruktur serta aktivitas manusia yang intensif di kawasan perkotaan; minimnya vegetasi yang berkualitas dalam menunjang fungsi ekologis; sebaran RTH yang tidak merata antar kawasan; kurangnya partisipasi masyarakat dan lemahnya sistem perawatan yang berkelanjutan; keterbatasan anggaran dalam pengelolaan dan pengembangan RTH; serta tumpang tindih kewenangan antar instansi yang menyebabkan tidak terkoordinasinya pengelolaan RTH secara efektif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan fungsi RTH di kawasan perkantoran dan permukiman di Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat lokasi, yaitu Taman Lansia, Taman Alun-Alun Bandung, Taman Tegalega, dan Teras Cikapundung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fungsi ekologis, Taman Tegalega berperan besar sebagai paru-paru kota, Taman Lansia dan Teras Cikapundung turut mendukung melalui ruang hijau dan bantaran sungai. Dari sisi sosial budaya, keempat taman menjadi ruang interaksi dan edukasi masyarakat. Alun-Alun Bandung dan Tegalega unggul dalam fungsi ekonomi, sementara Taman Lansia dan Teras Cikapundung masih perlu pengembangan. Secara estetika, masing-masing taman memiliki kekhasan visual yang mendukung kenyamanan kota. Beberapa tantangan masih ditemukan, seperti kurangnya vegetasi di Alun-Alun Bandung, vandalisme di Taman Lansia, serta keterbatasan kontribusi ekonomi di Teras Cikapundung. Kesimpulan: Kesimpulannya, perkembangan fungsi RTH di Kota Bandung menunjukkan potensi yang beragam sesuai karakter kawasan, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan agar setiap fungsi dapat berkembang secara optimal. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, fungsi RTH, Kota Bandung 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name