Detail Katalog

ID: 29232
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI CAPAIAN TARGET AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH / Aditya Abrar Siregar

Pengarang:
Aditya Abrar Siregar ; Anya Risnawati
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi publik
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
351 598 116 4 ADI o
Control Number:
INLIS000000001192463
BIB ID:
0010-0126000908
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingkat aktivasi Identitas Kependudukan Digital
(IKD) di Kota Subulussalam masih sangat rendah, yakni hanya mencapai 0,7% dari target
nasional sebesar 30%, meskipun capaian perekaman KTP-el telah mendekati target nasional. Rendahnya angka aktivasi ini mengindikasikan adanya hambatan dalam pelaksanaan digitalisasi administrasi kependudukan. Tujuan: Menganalisis optimalisasi capaian target aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Subulussalam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori optimalisasi dari Mardiasmo (2021) yang terdiri dari tiga dimensi: output, outcome, dan impact. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa faktor-faktor
penghambat rendahnya aktivasi IKD meliputi gangguan server, kekosongan blangko, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, dan keterbatasan akses terhadap perangkat digital. Sebagai respons, Disdukcapil Kota Subulussalam telah menerapkan strategi seperti pelayanan jemput bola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan pengadaan sarana prasarana pendukung. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi IKD memerlukan dukungan sistem yang andal, keterlibatan aktif pemerintah daerah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya digitalisasi dokumen kependudukan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan kebijakan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital.
Kata kunci: Identitas Kependudukan Digital, Optimalisasi, Administrasi Kependudukan,
Digitalisasi Pelayanan
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06903/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192463 1
005 _ _ 20260126025246 2
035 # # $a 0010-0126000908 3
245 1 # $a OPTIMALISASI CAPAIAN TARGET AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH /$c Aditya Abrar Siregar 4
100 _ # $a Aditya Abrar Siregar 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20914 7
700 _ # $a Anya Risnawati 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 351 598 116 4 10
084 # # $a 351 598 116 4 ADI o 11
650 # 4 $a Administrasi publik 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingkat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Subulussalam masih sangat rendah, yakni hanya mencapai 0,7% dari target nasional sebesar 30%, meskipun capaian perekaman KTP-el telah mendekati target nasional. Rendahnya angka aktivasi ini mengindikasikan adanya hambatan dalam pelaksanaan digitalisasi administrasi kependudukan. Tujuan: Menganalisis optimalisasi capaian target aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Subulussalam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori optimalisasi dari Mardiasmo (2021) yang terdiri dari tiga dimensi: output, outcome, dan impact. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa faktor-faktor penghambat rendahnya aktivasi IKD meliputi gangguan server, kekosongan blangko, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, dan keterbatasan akses terhadap perangkat digital. Sebagai respons, Disdukcapil Kota Subulussalam telah menerapkan strategi seperti pelayanan jemput bola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan pengadaan sarana prasarana pendukung. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi IKD memerlukan dukungan sistem yang andal, keterlibatan aktif pemerintah daerah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya digitalisasi dokumen kependudukan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan kebijakan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital. Kata kunci: Identitas Kependudukan Digital, Optimalisasi, Administrasi Kependudukan, Digitalisasi Pelayanan 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name