Detail Katalog
ID: 29247Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRANSISI KTP-EL KE IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT / Ahmad Syahbano
Pengarang:
Ahmad Syahbano ; Gatiningsih
Ahmad Syahbano ; Gatiningsih
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
kartu tanda penduduk
Deskripsi Fisik:
13
13
Nomor Panggil:
929.959 865 11 AHM p
929.959 865 11 AHM p
Control Number:
INLIS000000001192478
INLIS000000001192478
BIB ID:
0010-0126000923
0010-0126000923
Catatan
Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Meskipun program Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah diluncurkan sebagai upaya digitalisasi administrasi kependudukan, belum semua masyarakat memahami dan menerima transisi ini dari KTP elektronik (KTP-el). Terdapat kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan kesiapan serta penerimaan masyarakat, terutama terkait dengan akses teknologi, keamanan data, dan pemahaman akan manfaat IKD. Tingkat aktivasi IKD yang ditunjukkan dengan rendahnya persentase aktivasi IKD di Kota Mataram yakni 4,94% dipengaruhi oleh faktor sosialisasi, komunikasi dan pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Mataram serta pemahaman teknologi di kalangan masyarakat. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis persepsi masyarakat Kota Mataram terhadap transisi dari KTP-el ke Identitas Kependudukan Digital serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap kebijakan ini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan Kuesioner. Triangulasi dilakukan untuk menjamin validitas data dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mengakui kemudahan dan manfaat IKD, seperti akses layanan online tanpa dokumen fisik. Namun, masih terdapat tantangan signifikan berupa kurangnya pemahaman teknologi, keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, serta minimnya bantuan teknis saat menghadapi kendala. Sebagian besar masyarakat juga merasa belum siap dan bingung dalam proses aktivasi IKD. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa penerimaan
masyarakat terhadap IKD belum optimal. Diperlukan peningkatan sosialisasi, penguatan infrastruktur digital, dan pengembangan sistem layanan yang lebih ramah pengguna agar implementasi IKD dapat berjalan lebih efektif dan inklusif.. Kesimpulan: Persepsi masyarakat
Kota Mataram terhadap transisi ke IKD cenderung positif namun belum sepenuhnya siap.
Keberhasilan implementasi IKD sangat bergantung pada peningkatan literasi digital, perluasan
infrastruktur teknologi, serta intensifikasi sosialisasi yang menyeluruh dan tepat sasaran.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, KTP-el, Identitas Kependudukan Digital, Kota Mataram,
Teknologi Informasi
masyarakat terhadap IKD belum optimal. Diperlukan peningkatan sosialisasi, penguatan infrastruktur digital, dan pengembangan sistem layanan yang lebih ramah pengguna agar implementasi IKD dapat berjalan lebih efektif dan inklusif.. Kesimpulan: Persepsi masyarakat
Kota Mataram terhadap transisi ke IKD cenderung positif namun belum sepenuhnya siap.
Keberhasilan implementasi IKD sangat bergantung pada peningkatan literasi digital, perluasan
infrastruktur teknologi, serta intensifikasi sosialisasi yang menyeluruh dan tepat sasaran.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, KTP-el, Identitas Kependudukan Digital, Kota Mataram,
Teknologi Informasi
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06918/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192478 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260126063025 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000923 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRANSISI KTP-EL KE IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c Ahmad Syahbano | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Ahmad Syahbano | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20913 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Gatiningsih | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 929.959 865 11 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 929.959 865 11 AHM p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a kartu tanda penduduk | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Meskipun program Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah diluncurkan sebagai upaya digitalisasi administrasi kependudukan, belum semua masyarakat memahami dan menerima transisi ini dari KTP elektronik (KTP-el). Terdapat kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan kesiapan serta penerimaan masyarakat, terutama terkait dengan akses teknologi, keamanan data, dan pemahaman akan manfaat IKD. Tingkat aktivasi IKD yang ditunjukkan dengan rendahnya persentase aktivasi IKD di Kota Mataram yakni 4,94% dipengaruhi oleh faktor sosialisasi, komunikasi dan pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Mataram serta pemahaman teknologi di kalangan masyarakat. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis persepsi masyarakat Kota Mataram terhadap transisi dari KTP-el ke Identitas Kependudukan Digital serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap kebijakan ini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan Kuesioner. Triangulasi dilakukan untuk menjamin validitas data dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mengakui kemudahan dan manfaat IKD, seperti akses layanan online tanpa dokumen fisik. Namun, masih terdapat tantangan signifikan berupa kurangnya pemahaman teknologi, keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, serta minimnya bantuan teknis saat menghadapi kendala. Sebagian besar masyarakat juga merasa belum siap dan bingung dalam proses aktivasi IKD. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap IKD belum optimal. Diperlukan peningkatan sosialisasi, penguatan infrastruktur digital, dan pengembangan sistem layanan yang lebih ramah pengguna agar implementasi IKD dapat berjalan lebih efektif dan inklusif.. Kesimpulan: Persepsi masyarakat Kota Mataram terhadap transisi ke IKD cenderung positif namun belum sepenuhnya siap. Keberhasilan implementasi IKD sangat bergantung pada peningkatan literasi digital, perluasan infrastruktur teknologi, serta intensifikasi sosialisasi yang menyeluruh dan tepat sasaran. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, KTP-el, Identitas Kependudukan Digital, Kota Mataram, Teknologi Informasi | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 26 Jan 2026