Detail Katalog
ID: 29263Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
OPTIMALISASI PENATAUSAHAAN ASET TETAP BERUPA TANAH OLEH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH / Muhammad Sultan Azqa Wildan
Pengarang:
Muhammad Sultan Azqa Wildan ; Budi Margono
Muhammad Sultan Azqa Wildan ; Budi Margono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Aset daerah
Deskripsi Fisik:
13
13
Nomor Panggil:
352.485 981 112 MUH o
352.485 981 112 MUH o
Control Number:
INLIS000000001192494
INLIS000000001192494
BIB ID:
0010-0126000939
0010-0126000939
Catatan
Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penatausahaan aset tetap, khususnya tanah,
merupakan aspek vital dalam pengelolaan keuangan daerah karena memiliki nilai strategis dan
fungsi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam merespons hal tersebut, Kota Banda Aceh telah mengadopsi sistem digital SIGOLABANG sebagai inovasi penatausahaan aset berbasis teknologi. Namun implementasi sistem ini belum berjalan optimal karena rendahnya integrasi antar unit kerja, minimnya pembaharuan sistem, serta kurangnya pelatihan dan penguatan kapasitas aparatur. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang penatausahaan aset tetap tanah pada Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori Optimalisasi Pengelolaan Aset Suwanda (2015). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala teknis yaitu adanya bug dalam sistem yang dapat menghambat proses pencatatan dan pengelolaan data. Selain itu, keterbatasan jaringan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi sistem. Meskipun demikian, seluruh aset tanah di Kota Banda Aceh telah tersertifikasi, menunjukkan adanya perkembangan yang positif dalam pengelolaan aset oleh pemerintah daerah. Kesimpulan: Optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Implementasi Sistem Agregasi Tata Kelola Pelaporan Barang Milik Daerah (SIGOLABANG) terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan aset dibandingkan dengan metode konvensional yang sebelumnya digunakan.
Kata Kunci: Penatausahaan Aset, SIGOLABANG, Optimalisasi Pengelolaan Aset
merupakan aspek vital dalam pengelolaan keuangan daerah karena memiliki nilai strategis dan
fungsi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam merespons hal tersebut, Kota Banda Aceh telah mengadopsi sistem digital SIGOLABANG sebagai inovasi penatausahaan aset berbasis teknologi. Namun implementasi sistem ini belum berjalan optimal karena rendahnya integrasi antar unit kerja, minimnya pembaharuan sistem, serta kurangnya pelatihan dan penguatan kapasitas aparatur. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang penatausahaan aset tetap tanah pada Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori Optimalisasi Pengelolaan Aset Suwanda (2015). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala teknis yaitu adanya bug dalam sistem yang dapat menghambat proses pencatatan dan pengelolaan data. Selain itu, keterbatasan jaringan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi sistem. Meskipun demikian, seluruh aset tanah di Kota Banda Aceh telah tersertifikasi, menunjukkan adanya perkembangan yang positif dalam pengelolaan aset oleh pemerintah daerah. Kesimpulan: Optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Implementasi Sistem Agregasi Tata Kelola Pelaporan Barang Milik Daerah (SIGOLABANG) terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan aset dibandingkan dengan metode konvensional yang sebelumnya digunakan.
Kata Kunci: Penatausahaan Aset, SIGOLABANG, Optimalisasi Pengelolaan Aset
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00001/IPDN/1925 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192494 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260127085206 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000939 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a OPTIMALISASI PENATAUSAHAAN ASET TETAP BERUPA TANAH OLEH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH /$c Muhammad Sultan Azqa Wildan | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muhammad Sultan Azqa Wildan | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20555 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Budi Margono | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.485 981 112 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.485 981 112 MUH o | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Aset daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penatausahaan aset tetap, khususnya tanah, merupakan aspek vital dalam pengelolaan keuangan daerah karena memiliki nilai strategis dan fungsi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam merespons hal tersebut, Kota Banda Aceh telah mengadopsi sistem digital SIGOLABANG sebagai inovasi penatausahaan aset berbasis teknologi. Namun implementasi sistem ini belum berjalan optimal karena rendahnya integrasi antar unit kerja, minimnya pembaharuan sistem, serta kurangnya pelatihan dan penguatan kapasitas aparatur. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang penatausahaan aset tetap tanah pada Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori Optimalisasi Pengelolaan Aset Suwanda (2015). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala teknis yaitu adanya bug dalam sistem yang dapat menghambat proses pencatatan dan pengelolaan data. Selain itu, keterbatasan jaringan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi sistem. Meskipun demikian, seluruh aset tanah di Kota Banda Aceh telah tersertifikasi, menunjukkan adanya perkembangan yang positif dalam pengelolaan aset oleh pemerintah daerah. Kesimpulan: Optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Implementasi Sistem Agregasi Tata Kelola Pelaporan Barang Milik Daerah (SIGOLABANG) terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan aset dibandingkan dengan metode konvensional yang sebelumnya digunakan. Kata Kunci: Penatausahaan Aset, SIGOLABANG, Optimalisasi Pengelolaan Aset | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 27 Jan 2026