Detail Katalog
ID: 29274Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SMART ASN MELALUI PROGRAM DOU ASN (DARI, OLEH, DAN UNTUK ASN) DI PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR / Febryan Cahyo Prayogo
Pengarang:
Febryan Cahyo Prayogo ; M. Nawawi
Febryan Cahyo Prayogo ; M. Nawawi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pengembangan Kepegawaian
Deskripsi Fisik:
17 : Ilus
17 : Ilus
Nomor Panggil:
658.312 409 598 287 4 FEB p
658.312 409 598 287 4 FEB p
Control Number:
INLIS000000001192505
INLIS000000001192505
BIB ID:
0010-0126000950
0010-0126000950
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendorong ASN untuk menjadi SMART ASN dalam
menghadapi tantangan globalisasi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo
melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan
Rencana Kerja Reformasi Birokrasi Tahun 2021 dengan fokus pada pengembangan kompetensi ASN.
Salah satu inisiatifnya adalah program DOU ASN (Dari, Oleh, dan Untuk Aparatur Sipil Negara) yang
berupa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ASN. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan
tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam
Pengembangan Kompetensi SMART ASN Melalui Program DOU ASN di Pemerintah Kota
Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif terhadap kompetensi menurut teori Wibowo. Teknik pengumpulan data menggunakan
metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang
telah dilakukan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program
DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik, dilihat dari tiga dimensi kompetensi menurut
Wibowo, yakni pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap menunjukkan hasil yang sudah baik.
Kesimpulan: pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah
Kota Probolinggo sudah baik. Akan tetapi, masih ada kekurangan pada kapasitas peserta yang
berbeda, penyediaan sarana prasarana serta dukungan pendanaan. Beberapa upaya yang telah
dilakukan BKPSDM Kota Probolinggo untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan
memberikan pelatihan ulang kepada peserta, bekerja sama dengan berbagai instansi, pihak swasta,
dan organisasi profesi dalam penyediaan narasumber dan sarana prasarana pendukung pelaksanaan
program DOU ASN.
Kata kunci: pengembangan, kompetensi, SMART ASN
Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendorong ASN untuk menjadi SMART ASN dalam
menghadapi tantangan globalisasi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo
melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan
Rencana Kerja Reformasi Birokrasi Tahun 2021 dengan fokus pada pengembangan kompetensi ASN.
Salah satu inisiatifnya adalah program DOU ASN (Dari, Oleh, dan Untuk Aparatur Sipil Negara) yang
berupa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ASN. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan
tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam
Pengembangan Kompetensi SMART ASN Melalui Program DOU ASN di Pemerintah Kota
Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif terhadap kompetensi menurut teori Wibowo. Teknik pengumpulan data menggunakan
metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang
telah dilakukan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program
DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik, dilihat dari tiga dimensi kompetensi menurut
Wibowo, yakni pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap menunjukkan hasil yang sudah baik.
Kesimpulan: pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah
Kota Probolinggo sudah baik. Akan tetapi, masih ada kekurangan pada kapasitas peserta yang
berbeda, penyediaan sarana prasarana serta dukungan pendanaan. Beberapa upaya yang telah
dilakukan BKPSDM Kota Probolinggo untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan
memberikan pelatihan ulang kepada peserta, bekerja sama dengan berbagai instansi, pihak swasta,
dan organisasi profesi dalam penyediaan narasumber dan sarana prasarana pendukung pelaksanaan
program DOU ASN.
Kata kunci: pengembangan, kompetensi, SMART ASN
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06943/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192505 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260127092601 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000950 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGEMBANGAN KOMPETENSI SMART ASN MELALUI PROGRAM DOU ASN (DARI, OLEH, DAN UNTUK ASN) DI PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR /$c Febryan Cahyo Prayogo | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Febryan Cahyo Prayogo | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 17 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20466 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a M. Nawawi | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 658.312 409 598 287 4 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 658.312 409 598 287 4 FEB p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pengembangan Kepegawaian | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendorong ASN untuk menjadi SMART ASN dalam menghadapi tantangan globalisasi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan Rencana Kerja Reformasi Birokrasi Tahun 2021 dengan fokus pada pengembangan kompetensi ASN. Salah satu inisiatifnya adalah program DOU ASN (Dari, Oleh, dan Untuk Aparatur Sipil Negara) yang berupa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ASN. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam Pengembangan Kompetensi SMART ASN Melalui Program DOU ASN di Pemerintah Kota Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap kompetensi menurut teori Wibowo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik, dilihat dari tiga dimensi kompetensi menurut Wibowo, yakni pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap menunjukkan hasil yang sudah baik. Kesimpulan: pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik. Akan tetapi, masih ada kekurangan pada kapasitas peserta yang berbeda, penyediaan sarana prasarana serta dukungan pendanaan. Beberapa upaya yang telah dilakukan BKPSDM Kota Probolinggo untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan memberikan pelatihan ulang kepada peserta, bekerja sama dengan berbagai instansi, pihak swasta, dan organisasi profesi dalam penyediaan narasumber dan sarana prasarana pendukung pelaksanaan program DOU ASN. Kata kunci: pengembangan, kompetensi, SMART ASN | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 27 Jan 2026