Detail Katalog

ID: 29275
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAJAK DAERAH (SIMPADA) DI KABUPATEN KETAPANG / Erwin Juliansah

Pengarang:
Erwin Juliansah ; Ika Agustina
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pajak Daerah
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
352.635 983 241 ERW o
Control Number:
INLIS000000001192506
BIB ID:
0010-0126000951
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Ketapang. Namun, realisasi penerimaannya belum optimal dan terus mengalami ketimpangan antara jumlah wajib pajak dan tingkat kepatuhan pembayaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah (SIMPADA), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengevaluasi strategi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2017) yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SIMPADA memberikan kontribusi positif terhadap percepatan layanan dan kemudahan akses dalam pelaksanaan pendaftaran dan pembayaran pajak. Namun pengoperasian SIMPADA masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala seperti data yang belum mutakhir, rendahnya literasi digital dan kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur berupa akses jalan yang memadai dan jaringan internet di wilayah perdesaan, serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih kurang optimal. Kesimpulan: Optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui SIMPADA memerlukan sinergi antara peningkatan kapasitas aparatur, perluasan edukasi publik, dan penguatan infrastruktur dan teknologi. Kata kunci: Optimalisasi, Pajak Daerah, Pemungutan, Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06944/IPDN/2025 Dapat dipinjam Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192506 1
005 _ _ 20260127092724 2
035 # # $a 0010-0126000951 3
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAJAK DAERAH (SIMPADA) DI KABUPATEN KETAPANG /$c Erwin Juliansah 4
100 _ # $a Erwin Juliansah 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
700 _ # $a Ika Agustina 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 352.635 983 241 9
084 # # $a 352.635 983 241 ERW o 10
650 # 4 $a Pajak Daerah 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Ketapang. Namun, realisasi penerimaannya belum optimal dan terus mengalami ketimpangan antara jumlah wajib pajak dan tingkat kepatuhan pembayaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah (SIMPADA), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengevaluasi strategi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2017) yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SIMPADA memberikan kontribusi positif terhadap percepatan layanan dan kemudahan akses dalam pelaksanaan pendaftaran dan pembayaran pajak. Namun pengoperasian SIMPADA masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala seperti data yang belum mutakhir, rendahnya literasi digital dan kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur berupa akses jalan yang memadai dan jaringan internet di wilayah perdesaan, serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih kurang optimal. Kesimpulan: Optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui SIMPADA memerlukan sinergi antara peningkatan kapasitas aparatur, perluasan edukasi publik, dan penguatan infrastruktur dan teknologi. Kata kunci: Optimalisasi, Pajak Daerah, Pemungutan, Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah. 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 27 Jan 2026
Export