Detail Katalog

ID: 29281
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN INSPEKTORAT PROVINSI BENGKULU DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI / Riska Putri Ramadani

Pengarang:
Riska Putri Ramadani ; Lilis Sholihah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Inspektorat daerah
Deskripsi Fisik:
12
Nomor Panggil:
352.635 981 7 RIS p
Control Number:
INLIS000000001192512
BIB ID:
0010-0126000957
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terkait indikasi kasus korupsi dalam pelaksanaan audit oleh Inspektorat provinsi Bengkulu. Latar belakang kasus korupsi di Provinsi Bengkulu sebanyak 49 kasus dengan kerugian negara mencapai Rp 56,8 miliar. Kondisi ini diperparah rendahnya indeks perilaku antikorupsi masyarakat serta belum optimalnya pengawasan internal Inspektorat sebagai bagian dari APIP memiliki peran strategis dalam mencegah korupsi melalui penguatan sistem pengendalian intern dan pelaksanaan fungsi pengawasan yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran serta deskripsi dan analisis mengenai peran Inspektorat provinsi Bengkulu dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi serta mengetahui faktor hambatan. Metode: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif dengan perspektif teori etika politik menurut michael johnston. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam melakukan pengumpulan data, penulis melakukan wawancara secara mendalam terhadap 9 orang informan. Hasil/Temuan: Ditemukan Hasil Peran inspektorat seperti penginputan data hasil pengawasan yang belum maksimal, belum terdapat bentuk laporan gratifikasi, konflik kepentingan dan self regulation dalam pelaporan tindakan pelanggaran korupsi, kurangnya peminat akan penyuluhan antikorupsi, belum terlaksana kolaborasi yang dilakukan Inspektorat provinsi Bengkulu. Penelitian ini diharapkan bisa menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel di provinsi Bengkulu bebas dari praktik korupsi membangun kepercayaan masyarakat provinsi Bengkulu terhadap pemerintah dan politik karena Inspektorat provinsi Bengkulu adalah salah satu perangkat daerah sebagai pelaku pengawasan. Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pada pencegahan korupsi yang dilakukan oleh Inspektorat provinsi Bengkulu bentuk dari tugas pokok dan fungsi inspektorat sebagai pengawas internal pemerintah. Kesimpulan: Peran inspektorat provinsi Bengkulu dari melakukan pencegahan tindak pidana korupsi dinilai sudah cukup baik namun dengan catatan masih ada kendala yang menghambat. Kunci : Peran, Inspektorat, Korupsi, Provinsi Bengkulu.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06949/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192512 1
005 _ _ 20260127094118 2
035 # # $a 0010-0126000957 3
245 1 # $a PERAN INSPEKTORAT PROVINSI BENGKULU DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI /$c Riska Putri Ramadani 4
100 _ # $a Riska Putri Ramadani 5
300 # # $a 12 6
700 _ # $a Lilis Sholihah 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 352.635 981 7 9
084 # # $a 352.635 981 7 RIS p 10
650 # 4 $a Inspektorat daerah 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terkait indikasi kasus korupsi dalam pelaksanaan audit oleh Inspektorat provinsi Bengkulu. Latar belakang kasus korupsi di Provinsi Bengkulu sebanyak 49 kasus dengan kerugian negara mencapai Rp 56,8 miliar. Kondisi ini diperparah rendahnya indeks perilaku antikorupsi masyarakat serta belum optimalnya pengawasan internal Inspektorat sebagai bagian dari APIP memiliki peran strategis dalam mencegah korupsi melalui penguatan sistem pengendalian intern dan pelaksanaan fungsi pengawasan yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran serta deskripsi dan analisis mengenai peran Inspektorat provinsi Bengkulu dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi serta mengetahui faktor hambatan. Metode: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif dengan perspektif teori etika politik menurut michael johnston. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam melakukan pengumpulan data, penulis melakukan wawancara secara mendalam terhadap 9 orang informan. Hasil/Temuan: Ditemukan Hasil Peran inspektorat seperti penginputan data hasil pengawasan yang belum maksimal, belum terdapat bentuk laporan gratifikasi, konflik kepentingan dan self regulation dalam pelaporan tindakan pelanggaran korupsi, kurangnya peminat akan penyuluhan antikorupsi, belum terlaksana kolaborasi yang dilakukan Inspektorat provinsi Bengkulu. Penelitian ini diharapkan bisa menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel di provinsi Bengkulu bebas dari praktik korupsi membangun kepercayaan masyarakat provinsi Bengkulu terhadap pemerintah dan politik karena Inspektorat provinsi Bengkulu adalah salah satu perangkat daerah sebagai pelaku pengawasan. Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pada pencegahan korupsi yang dilakukan oleh Inspektorat provinsi Bengkulu bentuk dari tugas pokok dan fungsi inspektorat sebagai pengawas internal pemerintah. Kesimpulan: Peran inspektorat provinsi Bengkulu dari melakukan pencegahan tindak pidana korupsi dinilai sudah cukup baik namun dengan catatan masih ada kendala yang menghambat. Kunci : Peran, Inspektorat, Korupsi, Provinsi Bengkulu. 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name