Detail Katalog

ID: 29283
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ARUS URBANISASI DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN / RADEN MUHAMMAD ADITYA WARDANA

Pengarang:
RADEN MUHAMMAD ADITYA WARDANA ; Ahmad Ripa’i
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Urbanisasi
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
Nomor Panggil:
304.659 816 162 RAD c
Control Number:
INLIS000000001192514
BIB ID:
0010-0126000959
Catatan
Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Urbanisasi di Kota
Palembang terus meningkat dengan pesat, yang menyebabkan tantangan sosial, ekonomi,
dan lingkungan yang signifikan. Pemerintah menghadapi kesulitan dalam mengelola arus
urbanisasi secara efektif, yang berkontribusi pada masalah seperti berkembangnya
permukiman kumuh, meningkatnya pengangguran, dan degradasi lingkungan. Collaborative
Governance yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk
mengatasi tantangan ini. Namun, ada kekurangan dalam efektivitas upaya kolaboratif ini,
dengan hambatan yang meliputi masalah koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan prioritas
yang berbeda antar pemangku kepentingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam penanganan arus urbanisasi di
Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,
dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Informan
utama dalam penelitian ini adalah staf dari DISDUKCAPIL, KESBANGPOL, dan
pemangku kepentingan terkait lainnya. Kerangka teoritis yang digunakan adalah
Collaborative Governance oleh Ansell & Gash (2008), dengan menilai proses kolaborasi
berdasarkan empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif,
dan proses kolaboratif. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun
Collaborative Governance telah diimplementasikan, efektivitasnya masih tergolong sedang.
Tantangan utama yang ditemukan meliputi ketidaksempurnaan rekonsiliasi data, rendahnya
kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan urbanisasi, dan masalah koordinasi antar
pemangku kepentingan. Namun, penelitian ini juga menyoroti kontribusi positif dari
kolaborasi antara DISDUKCAPIL dan KESBANGPOL dalam merumuskan strategi untuk
menangani isu-isu yang terkait dengan urbanisasi. Kesimpulan: Untuk meningkatkan
kualitas Collaborative Governance dalam penanganan urbanisasi di Kota Palembang, sangat
penting untuk meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, berinvestasi dalam
infrastruktur, meningkatkan kesadaran publik, serta memperkuat sistem pengendalian
internal di instansi terkait. Selain itu, penguatan literasi digital dan partisipasi masyarakat
juga sangat penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam mengelola
urbanisasi.
Kata kunci: Collaborative Governance, Kolaborasi Pemangku Kepentingan, Pemerintah
Kota Palembang, Pelayanan Publik, Urbanisasi.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06951/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192514 1
005 _ _ 20260127094518 2
035 # # $a 0010-0126000959 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ARUS URBANISASI DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c RADEN MUHAMMAD ADITYA WARDANA 4
100 _ # $a RADEN MUHAMMAD ADITYA WARDANA 5
300 # # $a 16 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21605 7
700 _ # $a Ahmad Ripa’i 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 304.659 816 162 10
084 # # $a 304.659 816 162 RAD c 11
650 # 4 $a Urbanisasi 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Urbanisasi di Kota Palembang terus meningkat dengan pesat, yang menyebabkan tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan. Pemerintah menghadapi kesulitan dalam mengelola arus urbanisasi secara efektif, yang berkontribusi pada masalah seperti berkembangnya permukiman kumuh, meningkatnya pengangguran, dan degradasi lingkungan. Collaborative Governance yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk mengatasi tantangan ini. Namun, ada kekurangan dalam efektivitas upaya kolaboratif ini, dengan hambatan yang meliputi masalah koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan prioritas yang berbeda antar pemangku kepentingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam penanganan arus urbanisasi di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Informan utama dalam penelitian ini adalah staf dari DISDUKCAPIL, KESBANGPOL, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Collaborative Governance oleh Ansell & Gash (2008), dengan menilai proses kolaborasi berdasarkan empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Collaborative Governance telah diimplementasikan, efektivitasnya masih tergolong sedang. Tantangan utama yang ditemukan meliputi ketidaksempurnaan rekonsiliasi data, rendahnya kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan urbanisasi, dan masalah koordinasi antar pemangku kepentingan. Namun, penelitian ini juga menyoroti kontribusi positif dari kolaborasi antara DISDUKCAPIL dan KESBANGPOL dalam merumuskan strategi untuk menangani isu-isu yang terkait dengan urbanisasi. Kesimpulan: Untuk meningkatkan kualitas Collaborative Governance dalam penanganan urbanisasi di Kota Palembang, sangat penting untuk meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, berinvestasi dalam infrastruktur, meningkatkan kesadaran publik, serta memperkuat sistem pengendalian internal di instansi terkait. Selain itu, penguatan literasi digital dan partisipasi masyarakat juga sangat penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam mengelola urbanisasi. Kata kunci: Collaborative Governance, Kolaborasi Pemangku Kepentingan, Pemerintah Kota Palembang, Pelayanan Publik, Urbanisasi. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name