Detail Katalog

ID: 29284
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN ULAMA TERHADAP SIKAP POLITIK MASYARAKAT DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH / Teuku Haris Munandar

Pengarang:
Teuku Haris Munandar ; Karolina R.S. Wenggi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Ulama dan politik
Deskripsi Fisik:
17
Nomor Panggil:
322.159 811 43 TEU p
Control Number:
INLIS000000001192515
BIB ID:
0010-0126000960
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat di daerah religius seperti Kabupaten Bireuen merupakan fenomena kompleks yang tidak dapat dilepaskan dari peran sentral para ulama. Identitas keagamaan, ketimpangan sosial, dan dinamika partai berbasis agama membentuk ruang politik yang unik, di mana ulama sering kali berada di persimpangan antara kepentingan moral dan politik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran politik ulama dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bireuen, menggunakan enam dimensi peran: role expectation, role perception, role behavior, role performance, role conflict, dan role ambiguity. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, bertujuan menggali secara mendalam peran ulama dalam membentuk sikap politik masyarakat di Kabupaten Bireuen. Teori peran dari Biddle (1986) digunakan sebagai kerangka analisis dengan enam dimensi utama: role expectation, role perception, role behavior, role performance, role conflict, dan role ambiguity. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan kunci yang dipilih secara purposif, termasuk Ketua MPU, akademisi, tokoh partai, dan masyarakat. Analisis dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama di Bireuen tidak hanya diposisikan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga aktor politik yang memengaruhi arah dukungan pemilih. Terdapat ekspektasi tinggi dari masyarakat agar ulama tetap menjaga moralitas politik, namun pada praktiknya muncul ambiguitas dan konflik peran akibat tekanan pragmatis dan afiliasi politik tertentu. Kesimpulan: peran ulama dalam politik elektoral di Bireuen bersifat dinamis dan multidimensi. Ketika ekspektasi masyarakat bertemu dengan realitas politik, ulama menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara otoritas moral dan efektivitas politik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kode etik peran ulama dalam politik agar tidak terjadi polarisasi sosial dan krisis kepercayaan terhadap institusi keagamaan. Kata Kunci: Peran Ulama, Sikap Politik, Masyarakat Bireuen, Politik Islam
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06952/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192515 1
005 _ _ 20260127094850 2
035 # # $a 0010-0126000960 3
245 1 # $a PERAN ULAMA TERHADAP SIKAP POLITIK MASYARAKAT DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH /$c Teuku Haris Munandar 4
100 _ # $a Teuku Haris Munandar 5
300 # # $a 17 6
700 _ # $a Karolina R.S. Wenggi 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 322.159 811 43 9
084 # # $a 322.159 811 43 TEU p 10
650 # 4 $a Ulama dan politik 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat di daerah religius seperti Kabupaten Bireuen merupakan fenomena kompleks yang tidak dapat dilepaskan dari peran sentral para ulama. Identitas keagamaan, ketimpangan sosial, dan dinamika partai berbasis agama membentuk ruang politik yang unik, di mana ulama sering kali berada di persimpangan antara kepentingan moral dan politik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran politik ulama dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bireuen, menggunakan enam dimensi peran: role expectation, role perception, role behavior, role performance, role conflict, dan role ambiguity. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, bertujuan menggali secara mendalam peran ulama dalam membentuk sikap politik masyarakat di Kabupaten Bireuen. Teori peran dari Biddle (1986) digunakan sebagai kerangka analisis dengan enam dimensi utama: role expectation, role perception, role behavior, role performance, role conflict, dan role ambiguity. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan kunci yang dipilih secara purposif, termasuk Ketua MPU, akademisi, tokoh partai, dan masyarakat. Analisis dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama di Bireuen tidak hanya diposisikan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga aktor politik yang memengaruhi arah dukungan pemilih. Terdapat ekspektasi tinggi dari masyarakat agar ulama tetap menjaga moralitas politik, namun pada praktiknya muncul ambiguitas dan konflik peran akibat tekanan pragmatis dan afiliasi politik tertentu. Kesimpulan: peran ulama dalam politik elektoral di Bireuen bersifat dinamis dan multidimensi. Ketika ekspektasi masyarakat bertemu dengan realitas politik, ulama menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara otoritas moral dan efektivitas politik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kode etik peran ulama dalam politik agar tidak terjadi polarisasi sosial dan krisis kepercayaan terhadap institusi keagamaan. Kata Kunci: Peran Ulama, Sikap Politik, Masyarakat Bireuen, Politik Islam 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name