Detail Katalog
ID: 29314Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH UNTUK MENGUKUR KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2019-2023 / M. Farid Duddin Al Fajr
Pengarang:
M. Farid Duddin Al Fajr ; Komaedi
M. Farid Duddin Al Fajr ; Komaedi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pendapatan asli daerah
Deskripsi Fisik:
19 : Ilus
19 : Ilus
Nomor Panggil:
352.459 836 12 M. a
352.459 836 12 M. a
Control Number:
INLIS000000001192545
INLIS000000001192545
BIB ID:
0010-0126000990
0010-0126000990
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemandirian keuangan daerah merupakan indikator
penting dalam pelaksanaan otonomi daerah yang menunjukkan kemampuan pemerintah
daerah membiayai kebutuhan pembangunan secara mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah
(PAD). Kabupaten Tanah Laut masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kontribusi
PAD terhadap pendapatan daerah sehingga kemandirian keuangan belum tercapai secara
optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan daerah Kabupaten Tanah Laut melalui Pendapatan Asli Daerah, mengidentifikasi faktor penghambat,
serta menggali upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian keuangan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan
data melalui wawancara mendalam dengan pejabat Badan Pendapatan Daerah dan pengelola
pajak, serta dokumentasi laporan keuangan daerah. Analisis data dilakukan dengan mengacu
pada empat rasio keuangan menurut Mahmudi (2019), yaitu derajat desentralisasi,
ketergantungan keuangan daerah, kemandirian keuangan daerah, dan efektivitas PAD.
Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Tanah Laut belum mandiri
secara keuangan dengan rata-rata rasio derajat desentralisasi sebesar 10,42%, ketergantungan
keuangan 82,26%, kemandirian keuangan 11,95%, dan efektivitas PAD 91,73%. Faktor
penghambat utama meliputi rendahnya perolehan PAD, database pajak yang belum mutakhir,
serta rendahnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Upaya peningkatan meliputi
digitalisasi pemungutan pajak, optimalisasi sumber PAD baru, serta peningkatan transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Kesimpulan: Kemandirian keuangan Kabupaten
Tanah Laut masih rendah dan membutuhkan strategi terpadu berupa penguatan kapasitas
pemungut pajak, pemutakhiran data, edukasi wajib pajak, serta inovasi pengembangan
sumber PAD guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat..
Kata kunci: Derajat Desentralisasi, Ketergantungan, Kemandirian, Efektivitas
penting dalam pelaksanaan otonomi daerah yang menunjukkan kemampuan pemerintah
daerah membiayai kebutuhan pembangunan secara mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah
(PAD). Kabupaten Tanah Laut masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kontribusi
PAD terhadap pendapatan daerah sehingga kemandirian keuangan belum tercapai secara
optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan daerah Kabupaten Tanah Laut melalui Pendapatan Asli Daerah, mengidentifikasi faktor penghambat,
serta menggali upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian keuangan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan
data melalui wawancara mendalam dengan pejabat Badan Pendapatan Daerah dan pengelola
pajak, serta dokumentasi laporan keuangan daerah. Analisis data dilakukan dengan mengacu
pada empat rasio keuangan menurut Mahmudi (2019), yaitu derajat desentralisasi,
ketergantungan keuangan daerah, kemandirian keuangan daerah, dan efektivitas PAD.
Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Tanah Laut belum mandiri
secara keuangan dengan rata-rata rasio derajat desentralisasi sebesar 10,42%, ketergantungan
keuangan 82,26%, kemandirian keuangan 11,95%, dan efektivitas PAD 91,73%. Faktor
penghambat utama meliputi rendahnya perolehan PAD, database pajak yang belum mutakhir,
serta rendahnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Upaya peningkatan meliputi
digitalisasi pemungutan pajak, optimalisasi sumber PAD baru, serta peningkatan transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Kesimpulan: Kemandirian keuangan Kabupaten
Tanah Laut masih rendah dan membutuhkan strategi terpadu berupa penguatan kapasitas
pemungut pajak, pemutakhiran data, edukasi wajib pajak, serta inovasi pengembangan
sumber PAD guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat..
Kata kunci: Derajat Desentralisasi, Ketergantungan, Kemandirian, Efektivitas
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06974/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192545 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260127105848 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000990 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH UNTUK MENGUKUR KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2019-2023 /$c M. Farid Duddin Al Fajr | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a M. Farid Duddin Al Fajr | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 19 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21052 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Komaedi | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.459 836 12 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.459 836 12 M. a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pendapatan asli daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemandirian keuangan daerah merupakan indikator penting dalam pelaksanaan otonomi daerah yang menunjukkan kemampuan pemerintah daerah membiayai kebutuhan pembangunan secara mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kabupaten Tanah Laut masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah sehingga kemandirian keuangan belum tercapai secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan daerah Kabupaten Tanah Laut melalui Pendapatan Asli Daerah, mengidentifikasi faktor penghambat, serta menggali upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian keuangan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pejabat Badan Pendapatan Daerah dan pengelola pajak, serta dokumentasi laporan keuangan daerah. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada empat rasio keuangan menurut Mahmudi (2019), yaitu derajat desentralisasi, ketergantungan keuangan daerah, kemandirian keuangan daerah, dan efektivitas PAD. Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Tanah Laut belum mandiri secara keuangan dengan rata-rata rasio derajat desentralisasi sebesar 10,42%, ketergantungan keuangan 82,26%, kemandirian keuangan 11,95%, dan efektivitas PAD 91,73%. Faktor penghambat utama meliputi rendahnya perolehan PAD, database pajak yang belum mutakhir, serta rendahnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Upaya peningkatan meliputi digitalisasi pemungutan pajak, optimalisasi sumber PAD baru, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Kesimpulan: Kemandirian keuangan Kabupaten Tanah Laut masih rendah dan membutuhkan strategi terpadu berupa penguatan kapasitas pemungut pajak, pemutakhiran data, edukasi wajib pajak, serta inovasi pengembangan sumber PAD guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat.. Kata kunci: Derajat Desentralisasi, Ketergantungan, Kemandirian, Efektivitas | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 27 Jan 2026