Detail Katalog

ID: 29330
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN: STUDI KOMPARATIF DI KECAMATAN BABELAN KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT / Rayhan Syaiful Anwar

Pengarang:
Rayhan Syaiful Anwar ; Subiyono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
administrasi kependudukan
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
Nomor Panggil:
352.387 598 242 1 RAY i
Control Number:
INLIS000000001192561
BIB ID:
0010-0126001006
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih rendahnya capaian aktivasi IKD khususnya di Kabupaten Bekasi yang baru mencapai 7,02%. Tujuan: penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui implementasi aktivasi IKD di wilayah perkotaan dan pedesaan. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi dan dokumentasi yang mana berlokus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Kelurahan Bahagia sebagai representatif wilayah perkotaan dan Desa Hurip Jaya sebagai representatif wilayah pedesaan. Teknik analis yang digunakan yaitu reduksi data, penyejian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi Goerge C. Edward III. Dalam pendekatan teori ini terdapat empat variabel yang mempengaruhi keberhasilan impelementasi suatu kebijakan, yaitu: 1. Komunikasi; 2. Sumberdaya; 3. Disposisi; dan 4. Struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian didapatkan bahwa implementais aktivasi IKD di wilayah Kabupaten Bekasi melalui komunikasi dalam dan luar jaringan serta mengoptimalkan inovasi Botram yang sudah ada selain itu juga mendapatkan dukungan dari pimpinan daerah. Terdapat perbedaan implementasi aktivasi IKD antara Perkotaan dan Pedesaan baik itu kondisi internal ataupun kondisi eksternal. Kesimpulan: Implementasi IKD di Kabupaten Bekasi dilakukan melalui komunikasi daring dan luring, namun masih perlu meyakinkan masyarakat soal efektivitas dan keamanannya. Sumber daya yang terbatas diatasi dengan optimalisasi aparatur dan inovasi Botram. Program ini mendapat dukungan pimpinan daerah dan kebijakan terkait. Namun, struktur organisasi IKD belum jelas karena masih tercampur dengan layanan kependudukan lainnya. Kata kunci: Bekasi, IKD, Implementasi, Pedesaan, dan Perkotaan
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06981/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192561 1
005 _ _ 20260127112322 2
035 # # $a 0010-0126001006 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN: STUDI KOMPARATIF DI KECAMATAN BABELAN KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT /$c Rayhan Syaiful Anwar 4
100 _ # $a Rayhan Syaiful Anwar 5
300 # # $a 13 : $b Ilus 6
700 _ # $a Subiyono 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 352.387 598 242 1 9
084 # # $a 352.387 598 242 1 RAY i 10
650 # 4 $a administrasi kependudukan 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih rendahnya capaian aktivasi IKD khususnya di Kabupaten Bekasi yang baru mencapai 7,02%. Tujuan: penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui implementasi aktivasi IKD di wilayah perkotaan dan pedesaan. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi dan dokumentasi yang mana berlokus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Kelurahan Bahagia sebagai representatif wilayah perkotaan dan Desa Hurip Jaya sebagai representatif wilayah pedesaan. Teknik analis yang digunakan yaitu reduksi data, penyejian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi Goerge C. Edward III. Dalam pendekatan teori ini terdapat empat variabel yang mempengaruhi keberhasilan impelementasi suatu kebijakan, yaitu: 1. Komunikasi; 2. Sumberdaya; 3. Disposisi; dan 4. Struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian didapatkan bahwa implementais aktivasi IKD di wilayah Kabupaten Bekasi melalui komunikasi dalam dan luar jaringan serta mengoptimalkan inovasi Botram yang sudah ada selain itu juga mendapatkan dukungan dari pimpinan daerah. Terdapat perbedaan implementasi aktivasi IKD antara Perkotaan dan Pedesaan baik itu kondisi internal ataupun kondisi eksternal. Kesimpulan: Implementasi IKD di Kabupaten Bekasi dilakukan melalui komunikasi daring dan luring, namun masih perlu meyakinkan masyarakat soal efektivitas dan keamanannya. Sumber daya yang terbatas diatasi dengan optimalisasi aparatur dan inovasi Botram. Program ini mendapat dukungan pimpinan daerah dan kebijakan terkait. Namun, struktur organisasi IKD belum jelas karena masih tercampur dengan layanan kependudukan lainnya. Kata kunci: Bekasi, IKD, Implementasi, Pedesaan, dan Perkotaan 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name