Detail Katalog

ID: 29345
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

SINKRONISASI DATA BASELINE DAN DATA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) PADA APLIKASI SIBARU DALAM PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA / Aditya Fadhil Hawari Ifat

Pengarang:
Aditya Fadhil Hawari Ifat ; Ikhbaluddin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Rumah Tidak Layak Huni
Deskripsi Fisik:
10
Nomor Panggil:
363.759 852 41 ADI s
Control Number:
INLIS000000001192576
BIB ID:
0010-0126001021
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Maluku Tenggara terkendala oleh ketidaksinkronan antara data baseline yang mencakup aspek kawasan secara menyeluruh dengan data RTLH pada aplikasi SIBARU yang hanya fokus pada kondisi fisik rumah individual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data RTLH pada aplikasi SIBARU dalam mendukung penanganan kawasan kumuh serta mengidentifikasi strategi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dalam melakukan sinkronisasi data untuk meningkatkan efektivitas penanganan kawasan kumuh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teori kualitas data dari Soetam Rizky Wicaksono yang mencakup enam dimensi: Ketepatan (Accuracy), Kelengkapan (Completeness), Konsistensi (Consistency), Keandalan (Reliability), Ketepatan Waktu (Timeliness), dan Keunikan (Uniqueness). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data RTLH pada aplikasi SIBARU masih memiliki keterbatasan dalam semua dimensi kualitas data. Permasalahan
utama meliputi ketidaklengkapan data yang tidak mencakup aspek kawasan, data yang tidak diperbarui sejak tahun 2019-2020, ketiadaan sistem backup yang memadai, dan adanya intervensi politik dalam penentuan penerima bantuan. Kesimpulan: Strategi sinkronisasi yang diterapkan oleh dinas meliputi strategi internal (penetapan standar data konsisten, pengembangan sistem terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM) dan strategi eksternal (kolaborasi dengan lembaga pemangku kepentingan, integrasi sistem informasi, pembaruan data terpadu). Pendekatan "pengawinan data" yang menggabungkan data RTLH dengan data baseline menjadi solusi inovatif namun masih terkendala implementasi sistematis.
Kata kunci: Data Baseline, Data RTLH, Aplikasi SIBARU, Sinkronisasi Data, Kawasan Kumuh,
Kualitas Data
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06988/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192576 1
005 _ _ 20260127120852 2
035 # # $a 0010-0126001021 3
245 1 # $a SINKRONISASI DATA BASELINE DAN DATA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) PADA APLIKASI SIBARU DALAM PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA /$c Aditya Fadhil Hawari Ifat 4
100 _ # $a Aditya Fadhil Hawari Ifat 5
300 # # $a 10 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23473 7
700 _ # $a Ikhbaluddin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.759 852 41 10
084 # # $a 363.759 852 41 ADI s 11
650 # 4 $a Rumah Tidak Layak Huni 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Maluku Tenggara terkendala oleh ketidaksinkronan antara data baseline yang mencakup aspek kawasan secara menyeluruh dengan data RTLH pada aplikasi SIBARU yang hanya fokus pada kondisi fisik rumah individual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data RTLH pada aplikasi SIBARU dalam mendukung penanganan kawasan kumuh serta mengidentifikasi strategi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dalam melakukan sinkronisasi data untuk meningkatkan efektivitas penanganan kawasan kumuh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teori kualitas data dari Soetam Rizky Wicaksono yang mencakup enam dimensi: Ketepatan (Accuracy), Kelengkapan (Completeness), Konsistensi (Consistency), Keandalan (Reliability), Ketepatan Waktu (Timeliness), dan Keunikan (Uniqueness). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data RTLH pada aplikasi SIBARU masih memiliki keterbatasan dalam semua dimensi kualitas data. Permasalahan utama meliputi ketidaklengkapan data yang tidak mencakup aspek kawasan, data yang tidak diperbarui sejak tahun 2019-2020, ketiadaan sistem backup yang memadai, dan adanya intervensi politik dalam penentuan penerima bantuan. Kesimpulan: Strategi sinkronisasi yang diterapkan oleh dinas meliputi strategi internal (penetapan standar data konsisten, pengembangan sistem terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM) dan strategi eksternal (kolaborasi dengan lembaga pemangku kepentingan, integrasi sistem informasi, pembaruan data terpadu). Pendekatan "pengawinan data" yang menggabungkan data RTLH dengan data baseline menjadi solusi inovatif namun masih terkendala implementasi sistematis. Kata kunci: Data Baseline, Data RTLH, Aplikasi SIBARU, Sinkronisasi Data, Kawasan Kumuh, Kualitas Data 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name