Detail Katalog

ID: 29361
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KETERWAKILAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PARTAI ACEH PADA PEMILU 2019 DI KOTA BANDA ACEH / Fikri Fathani

Pengarang:
Fikri Fathani ; Andi Azikin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Partai Politik
Deskripsi Fisik:
18 : Ilus
Nomor Panggil:
324.259 811 12 FIK k
Control Number:
INLIS000000001192592
BIB ID:
0010-0126001037
Catatan
Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Terjadi penurunan keterwakilan anggota DPRD dari Partai
Aceh di Kota Banda Aceh pada Pemilu 2019. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tentang
penyebabnya, bagaimana pandangan dan tanggapan masyarakat terhadap penurunan tersebut, serta
strategi apa yang digunakan Partai Aceh untuk meningkatkan suara dan kursi legislatif. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan mengkaji penyebab menurunnya keterwakilan anggota DPRD Partai Aceh di
Banda Aceh, mengidentifikasi pandangan dan tanggapan masyarakat, serta menganalisis strategi yang
digunakan partai untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi di DPRD. Metode: Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori keterwakilan Pitkin (1967), yang
meliputi empat dimensi: wakil, yang diwakili, substansi keterwakilan, dan konteks politik. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Sekretaris
Jenderal DPW Partai Aceh Kota Banda Aceh, anggota legislatif dari fraksi Partai Aceh, dan
perwakilan komunitas agama, adat, serta pemuda. Hasil / Temuan: Penurunan kursi Partai Aceh di
DPRD Kota Banda Aceh dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Walau sebagian besar anggota
dewan berkualitas, tidak semua calon legislatif memiliki kompetensi setara sehingga hanya sembilan
kader terbaik yang terpilih. Rendahnya kinerja legislatif, menurunnya kepercayaan publik, dan
lemahnya fungsi legislasi memperparah kondisi. Faktor internal seperti inkonsistensi dan ego sektoral
juga signifikan. Internal partai cenderung menganggap penurunan sebagai hal wajar. Dari sisi
eksternal, komunitas adat mengkritik kurangnya komitmen partai, sedangkan komunitas pemuda
menyalahkan karakter individu anggota partai. Kesimpulan: DPW Partai Aceh mengambil strategi
memperkuat pendekatan politik akar rumput, membangun soliditas internal, mengonsolidasikan basis
pemilih, merekrut calon legislatif berkualitas, serta rutin melakukan kampanye melalui media sosial
dan metode lainnya untuk mengatasi penurunan keterwakilan.
Kata kunci: keterwakilan, Partai Aceh, penurunan representasi
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07000/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192592 1
005 _ _ 20260127015116 2
035 # # $a 0010-0126001037 3
245 1 # $a KETERWAKILAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PARTAI ACEH PADA PEMILU 2019 DI KOTA BANDA ACEH /$c Fikri Fathani 4
100 _ # $a Fikri Fathani 5
300 # # $a 18 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24935 7
700 _ # $a Andi Azikin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 324.259 811 12 10
084 # # $a 324.259 811 12 FIK k 11
650 # 4 $a Partai Politik 12
520 # # $a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Terjadi penurunan keterwakilan anggota DPRD dari Partai Aceh di Kota Banda Aceh pada Pemilu 2019. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya, bagaimana pandangan dan tanggapan masyarakat terhadap penurunan tersebut, serta strategi apa yang digunakan Partai Aceh untuk meningkatkan suara dan kursi legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji penyebab menurunnya keterwakilan anggota DPRD Partai Aceh di Banda Aceh, mengidentifikasi pandangan dan tanggapan masyarakat, serta menganalisis strategi yang digunakan partai untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi di DPRD. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori keterwakilan Pitkin (1967), yang meliputi empat dimensi: wakil, yang diwakili, substansi keterwakilan, dan konteks politik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Sekretaris Jenderal DPW Partai Aceh Kota Banda Aceh, anggota legislatif dari fraksi Partai Aceh, dan perwakilan komunitas agama, adat, serta pemuda. Hasil / Temuan: Penurunan kursi Partai Aceh di DPRD Kota Banda Aceh dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Walau sebagian besar anggota dewan berkualitas, tidak semua calon legislatif memiliki kompetensi setara sehingga hanya sembilan kader terbaik yang terpilih. Rendahnya kinerja legislatif, menurunnya kepercayaan publik, dan lemahnya fungsi legislasi memperparah kondisi. Faktor internal seperti inkonsistensi dan ego sektoral juga signifikan. Internal partai cenderung menganggap penurunan sebagai hal wajar. Dari sisi eksternal, komunitas adat mengkritik kurangnya komitmen partai, sedangkan komunitas pemuda menyalahkan karakter individu anggota partai. Kesimpulan: DPW Partai Aceh mengambil strategi memperkuat pendekatan politik akar rumput, membangun soliditas internal, mengonsolidasikan basis pemilih, merekrut calon legislatif berkualitas, serta rutin melakukan kampanye melalui media sosial dan metode lainnya untuk mengatasi penurunan keterwakilan. Kata kunci: keterwakilan, Partai Aceh, penurunan representasi 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 27 Jan 2026
Export