Detail Katalog

ID: 29379
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM FOOD ESTATE DI KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Sagala, Jonathan Parulian

Pengarang:
Sagala, Jonathan Parulian ; Liauw, Gasper
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Ekonomi Pertanian
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
338.109 598 343 2 SAG p
Control Number:
INLIS000000001192610
BIB ID:
0010-0126001055
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Program Food estate di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, diluncurkan sebagai upaya strategis meningkatkan ketahanan pangan nasional. Namun, implementasinya dihadapkan pada kegagalan panen, deforestasi, banjir, dan minimnya partisipasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan program food estate di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan, dan studi dokumen, dengan analisis berbasis teori peran Ryaas Rasyid (regulator, dinamisator, fasilitator). Informan yang dipilih berjumlah enam orang yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Pertanian, Camat Kecamatan Sepang, Kepala Bappeda Kabupaten Gunung Mas, Kepala Desa Tewai Baru, dan warga masyarakat Desa Tewai Baru. Informan tersebut dipilih dengan teknik purposive sampling karena dianggap memiliki kewenangan, pengalaman, dan informasi yang relevan terhadap pelaksanaan program Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan: (1) Regulator: Pemerintah Daerah tidak membentuk regulasi spesifik karena ketiadaan master plan dari Kementerian Pertahanan sebagai penanggung jawab program, menyebabkan ketidakjelasan alokasi anggaran dan kebijakan pendukung. (2) Dinamisator: Sosialisasi telah dilakukan, tetapi partisipasi masyarakat rendah akibat upah tidak kompetitif dibanding sektor pertambangan serta kurangnya keterlibatan dalam perencanaan. (3) Fasilitator: Dukungan terbatas pada pembangunan infrastruktur dasar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), tanpa intervensi teknologi atau pengelolaan lahan berkelanjutan. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah peran Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas dalam pelaksanaan program Food Estate belum optimal. Kata Kunci: Food estate, Kabupaten Gunung Mas, Ketahanan Pangan, Pemerintah
Daerah, Rencana Induk.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07015/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192610 1
005 _ _ 20260128084051 2
035 # # $a 0010-0126001055 3
245 1 # $a PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM FOOD ESTATE DI KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Sagala, Jonathan Parulian 4
100 _ # $a Sagala, Jonathan Parulian 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/24908 7
700 _ # $a Liauw, Gasper 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 338.109 598 343 2 10
084 # # $a 338.109 598 343 2 SAG p 11
650 # 4 $a Ekonomi Pertanian 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Program Food estate di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, diluncurkan sebagai upaya strategis meningkatkan ketahanan pangan nasional. Namun, implementasinya dihadapkan pada kegagalan panen, deforestasi, banjir, dan minimnya partisipasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan program food estate di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan, dan studi dokumen, dengan analisis berbasis teori peran Ryaas Rasyid (regulator, dinamisator, fasilitator). Informan yang dipilih berjumlah enam orang yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Pertanian, Camat Kecamatan Sepang, Kepala Bappeda Kabupaten Gunung Mas, Kepala Desa Tewai Baru, dan warga masyarakat Desa Tewai Baru. Informan tersebut dipilih dengan teknik purposive sampling karena dianggap memiliki kewenangan, pengalaman, dan informasi yang relevan terhadap pelaksanaan program Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan: (1) Regulator: Pemerintah Daerah tidak membentuk regulasi spesifik karena ketiadaan master plan dari Kementerian Pertahanan sebagai penanggung jawab program, menyebabkan ketidakjelasan alokasi anggaran dan kebijakan pendukung. (2) Dinamisator: Sosialisasi telah dilakukan, tetapi partisipasi masyarakat rendah akibat upah tidak kompetitif dibanding sektor pertambangan serta kurangnya keterlibatan dalam perencanaan. (3) Fasilitator: Dukungan terbatas pada pembangunan infrastruktur dasar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), tanpa intervensi teknologi atau pengelolaan lahan berkelanjutan. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah peran Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas dalam pelaksanaan program Food Estate belum optimal. Kata Kunci: Food estate, Kabupaten Gunung Mas, Ketahanan Pangan, Pemerintah Daerah, Rencana Induk. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 28 Jan 2026
Export