Detail Katalog

ID: 29389
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA SELATAN / Fernando Yosua Rombe

Pengarang:
Fernando Yosua Rombe ; Lubis, Bertha
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Bencana banjir
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
Nomor Panggil:
363.349 395 159 FER k
Control Number:
INLIS000000001192620
BIB ID:
0010-0126001065
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingginya indeks risiko bencana banjir di Kabupaten Merauke yang menuntut kesiapsiagaan masyarakat maksimal dalam menghadapi potensi bencana. Ancaman bencana banjir menjadi isu serius yang berpotensi menimbulkan dampak besar di Kabupaten Merauke. Namun, di sisi lain, kesiapsiagaan masyarakat masih tergolong kurang optimal, menjadikan Kabupaten Merauke sebagai peringkat 2 daerah dengan ketahanan paling lemah dalam menghadapi bencana di Pulau Papua. Upaya penanggulangan bencana yang dilakukan belum sepenuhnya optimal, terutama dalam upaya yang melibatkan antar sektor. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 8 informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat alokasi dana khusus untuk mengatasi kebencanaan di Kabupaten Merauke. Sehingga dana yang digunakan ketika terjadinya bencana adalah dana tak terduga yang dikelola oleh BPKAD hambatan lainnya juga ialah kurangnya sistem peringatan dini yang baik dan dapat secara real time diterima masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatanhambatan tersebut adalah dengan peningkatan alokasi anggaran dan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur yang memadai. BPBD Kabupaten Merauke juga membantu membangun infrastruktur yang dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri untuk menghadapi banjir. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan dan memperkuat sistem drainase, membangun fasilitas evakuasi yang lebih baik, dan memastikan adanya akses yang memadai untuk distribusi bantuan saat bencana. Kesimpulan: Kesiapsiagaan Masyarakat di Kabupaten Merauke telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun masih memerlukan perbaikan lebih lanjut dalam empat dimensi kesiapsiagaan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Masyarakat, Banjir
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07022/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192620 1
005 _ _ 20260128085808 2
035 # # $a 0010-0126001065 3
245 1 # $a KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA SELATAN /$c Fernando Yosua Rombe 4
100 _ # $a Fernando Yosua Rombe 5
300 # # $a 13 : $b Ilus 6
700 3 # $a Lubis, Bertha 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 363.349 395 159 9
084 # # $a 363.349 395 159 FER k 10
650 # 4 $a Bencana banjir 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingginya indeks risiko bencana banjir di Kabupaten Merauke yang menuntut kesiapsiagaan masyarakat maksimal dalam menghadapi potensi bencana. Ancaman bencana banjir menjadi isu serius yang berpotensi menimbulkan dampak besar di Kabupaten Merauke. Namun, di sisi lain, kesiapsiagaan masyarakat masih tergolong kurang optimal, menjadikan Kabupaten Merauke sebagai peringkat 2 daerah dengan ketahanan paling lemah dalam menghadapi bencana di Pulau Papua. Upaya penanggulangan bencana yang dilakukan belum sepenuhnya optimal, terutama dalam upaya yang melibatkan antar sektor. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 8 informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat alokasi dana khusus untuk mengatasi kebencanaan di Kabupaten Merauke. Sehingga dana yang digunakan ketika terjadinya bencana adalah dana tak terduga yang dikelola oleh BPKAD hambatan lainnya juga ialah kurangnya sistem peringatan dini yang baik dan dapat secara real time diterima masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatanhambatan tersebut adalah dengan peningkatan alokasi anggaran dan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur yang memadai. BPBD Kabupaten Merauke juga membantu membangun infrastruktur yang dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri untuk menghadapi banjir. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan dan memperkuat sistem drainase, membangun fasilitas evakuasi yang lebih baik, dan memastikan adanya akses yang memadai untuk distribusi bantuan saat bencana. Kesimpulan: Kesiapsiagaan Masyarakat di Kabupaten Merauke telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun masih memerlukan perbaikan lebih lanjut dalam empat dimensi kesiapsiagaan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Masyarakat, Banjir 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 28 Jan 2026
Export