Detail Katalog

ID: 29395
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA PACING KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR / Daffa Fadila Satriatama

Pengarang:
Daffa Fadila Satriatama ; Ismunarta
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Masalah Kurang Gizi
Deskripsi Fisik:
12 : Ilus
Nomor Panggil:
363.859 828 33 DAF c
Control Number:
INLIS000000001192626
BIB ID:
0010-0126001071
Catatan
Permasalahan (GAP): Di Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi angka prevalensi stunting belum sesuai dengan target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam upaya penurunan stunting di Desa Pacing, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses
Collaborative Governance telah diterapkan melalui tiga tahapan penting, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen bersama. Keterlibatan aktif dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bidan desa, kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan program. Namun demikian, masih ditemukan kendala seperti komunikasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya literasi masyarakat, serta belum terlibatnya sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas Collaborative Governance di Desa Pacing, disarankan adanya pelibatan lebih luas dari sektor swasta melalui CSR, penyusunan SOP khusus di tingkat desa yang mengatur mekanisme kolaborasi, serta penguatan kapasitas SDM lokal dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media komunikasi dan edukasi yang lebih luas.
Kata Kunci: Collaborative Governance, Stunting, Kolaborasi, Desa Pacing, Pemerintah Daerah
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07028/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192626 1
005 _ _ 20260128091101 2
035 # # $a 0010-0126001071 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA PACING KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR /$c Daffa Fadila Satriatama 4
100 _ # $a Daffa Fadila Satriatama 5
300 # # $a 12 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21892 7
700 _ # $a Ismunarta 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.859 828 33 10
084 # # $a 363.859 828 33 DAF c 11
650 # 4 $a Masalah Kurang Gizi 12
520 # # $a Permasalahan (GAP): Di Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi angka prevalensi stunting belum sesuai dengan target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam upaya penurunan stunting di Desa Pacing, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Collaborative Governance telah diterapkan melalui tiga tahapan penting, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen bersama. Keterlibatan aktif dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bidan desa, kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan program. Namun demikian, masih ditemukan kendala seperti komunikasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya literasi masyarakat, serta belum terlibatnya sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas Collaborative Governance di Desa Pacing, disarankan adanya pelibatan lebih luas dari sektor swasta melalui CSR, penyusunan SOP khusus di tingkat desa yang mengatur mekanisme kolaborasi, serta penguatan kapasitas SDM lokal dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media komunikasi dan edukasi yang lebih luas. Kata Kunci: Collaborative Governance, Stunting, Kolaborasi, Desa Pacing, Pemerintah Daerah 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name