Detail Katalog

ID: 29402
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOMITMEN ORGANISASIONAL APARATUR SIPIL NEGARA DI DAERAH OTONOMI BARU : (STUDI KASUS ASN PADA BIRO ORGANISASI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN) / Enambere, Anis Weko

Pengarang:
Enambere, Anis Weko ; Azharisman Rozie
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Otonomi daerah di papua (provinsi)
Deskripsi Fisik:
12
Nomor Panggil:
352.140 959 881 ENA k
Control Number:
INLIS000000001192633
BIB ID:
0010-0126001078
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Komitmen organisasional merupakan aspek penting dalam membentuk kinerja dan loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di daerah otonomi baru yang masih dalam tahap pembangunan awal seperti Provinsi Papua Pegunungan. Keterbatasan infrastruktur, akses digital, serta sistem birokrasi yang belum matang menjadi tantangan besar dalam menciptakan ASN yang berkomitmen tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa ASN menunjukkan komitmen yang baik ditunjukkan dalam 3 dimensi yang digunakan menunjukkan hasil yang baik. Dimensi komitmen afektif melalui keterlibatan emosional, loyalitas, dan keinginan berkarier di organisasi. Komitmen normatif tercermin dari kesadaran moral, partisipasi aktif, dan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara itu, komitmen kontinu muncul karena pertimbangan rasional terhadap
stabilitas kerja, lingkungan yang suportif, dan prospek pengembangan diri. Kesimpulan: Komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Provinsi Papua Pegunungan terbentuk kuat meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Untuk itu perlu Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan perlu memprioritaskan pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan dan bimbingan teknis, menerapkan sistem insentif berbasis kinerja dan loyalitas, serta meningkatkan sarana prasarana kerja, termasuk digitalisasi sistem informasi pemerintahan, guna memperkuat kapasitas, motivasi, dan efektivitas kerja ASN di daerah otonomi baru.
Kata Kunci: Komitmen Organisasional, ASN, Daerah Otonomi Baru
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07035/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192633 1
005 _ _ 20260128092957 2
035 # # $a 0010-0126001078 3
245 1 # $a KOMITMEN ORGANISASIONAL APARATUR SIPIL NEGARA DI DAERAH OTONOMI BARU : $b (STUDI KASUS ASN PADA BIRO ORGANISASI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN) /$c Enambere, Anis Weko 4
100 3 # $a Enambere, Anis Weko 5
300 # # $a 12 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24677 7
700 _ # $a Azharisman Rozie 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 352.140 959 881 10
084 # # $a 352.140 959 881 ENA k 11
650 # 4 $a Otonomi daerah di papua (provinsi) 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Komitmen organisasional merupakan aspek penting dalam membentuk kinerja dan loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di daerah otonomi baru yang masih dalam tahap pembangunan awal seperti Provinsi Papua Pegunungan. Keterbatasan infrastruktur, akses digital, serta sistem birokrasi yang belum matang menjadi tantangan besar dalam menciptakan ASN yang berkomitmen tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa ASN menunjukkan komitmen yang baik ditunjukkan dalam 3 dimensi yang digunakan menunjukkan hasil yang baik. Dimensi komitmen afektif melalui keterlibatan emosional, loyalitas, dan keinginan berkarier di organisasi. Komitmen normatif tercermin dari kesadaran moral, partisipasi aktif, dan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara itu, komitmen kontinu muncul karena pertimbangan rasional terhadap stabilitas kerja, lingkungan yang suportif, dan prospek pengembangan diri. Kesimpulan: Komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Provinsi Papua Pegunungan terbentuk kuat meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Untuk itu perlu Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan perlu memprioritaskan pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan dan bimbingan teknis, menerapkan sistem insentif berbasis kinerja dan loyalitas, serta meningkatkan sarana prasarana kerja, termasuk digitalisasi sistem informasi pemerintahan, guna memperkuat kapasitas, motivasi, dan efektivitas kerja ASN di daerah otonomi baru. Kata Kunci: Komitmen Organisasional, ASN, Daerah Otonomi Baru 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 28 Jan 2026
Export