Detail Katalog
ID: 29421Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PROGRAM YOUTH EDUCATION AND EMPLOYABILITY SEBAGAI UPAYA MENEKAN ANGKA PENGANGGURAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Elisha Rambu Nedi
Pengarang:
Elisha Rambu Nedi ; Andi Pitono
Elisha Rambu Nedi ; Andi Pitono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Unemployment
Deskripsi Fisik:
15
15
Nomor Panggil:
331.137 598 68 ELI c
331.137 598 68 ELI c
Control Number:
INLIS000000001192652
INLIS000000001192652
BIB ID:
0010-0126001097
0010-0126001097
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka di Sumba Barat menunjukkan kecendurungan yang memprihatinkan, terutama di kalangan pemuda. Data terbaru dari BPS mencatat bahwa pada tahun 2022, tingkat pengangguran di Sumba Barat mencapai 7,5%, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,86%. Angka ini mencerminkan kesulitan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai untuk memenuhi kebutuhan angkatan kerja yang terus meningkat. Berbagai upaya untuk mengurangi pengangguran telah dilakukan oleh pemerintah, seperti program pelatihan kerja, peningkatan akses pendidikan, serta menciptakan lapangan kerja melalui investasi. Namun, hasilnya seringkali tidak sebanding dengan harapan. Banyak program yang tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga efektivitasnya terbatas. Hal ini menyebabkan kurangnya sinergi antara kebutuhan industri dan pendidikan yang diberikan. Tanpa adanya kolaborasi yang efektif antara pemangku kepentingan termasuk pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat, program-program tersebut tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis bagaimana Collaborative Governance dalam program Youth Education and Employability sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 6 informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bawah kolaborasi sudah berjalan cukup baik yang dapat dilihat pada indikator keberhasilannya terdapat 14 indikator yang berhasil yaitu indikator kondisi sumber daya dan kekuasaan pemangku kepentingan yang berbeda, insentif yang dimiliki para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, riwayat konflik antar pemangku kepentingan di masa lalu, partisipasi inklusif, forum diskusi, transparansi proses, manajemen yang cukup terhadap proses kolaborasi, pengelolaan kemampuan melaksanakan kredibilitas teknis, memastikan kolaborasi diberdayakan untuk membuat keputusan yang kredibel dan meyakinkan semua aktor, dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, saling memahami, dan hasil sementara. Adapun satu indikator yang belum berhasil adalah peraturan dasar yang jelas. Peneliti menemukan hal lain yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sumba Barat yaitu adanya faktor kesenjangan pendidikan dan keterampilan serta tidak sempurnanya pasar tenaga kerja. Kesimpulan: Proses kolaborasi telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun masih memerlukan perbaikan dan peningkatan lebih lanjut dalam empat dimensi kolaborasi Kata Kunci: Collaborative governance, Youth Education and Employability, Pengangguran, lokal
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07047/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192652 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128101741 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001097 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PROGRAM YOUTH EDUCATION AND EMPLOYABILITY SEBAGAI UPAYA MENEKAN ANGKA PENGANGGURAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Elisha Rambu Nedi | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Elisha Rambu Nedi | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 15 | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Andi Pitono | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 331.137 598 68 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 331.137 598 68 ELI c | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Unemployment | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka di Sumba Barat menunjukkan kecendurungan yang memprihatinkan, terutama di kalangan pemuda. Data terbaru dari BPS mencatat bahwa pada tahun 2022, tingkat pengangguran di Sumba Barat mencapai 7,5%, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,86%. Angka ini mencerminkan kesulitan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai untuk memenuhi kebutuhan angkatan kerja yang terus meningkat. Berbagai upaya untuk mengurangi pengangguran telah dilakukan oleh pemerintah, seperti program pelatihan kerja, peningkatan akses pendidikan, serta menciptakan lapangan kerja melalui investasi. Namun, hasilnya seringkali tidak sebanding dengan harapan. Banyak program yang tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga efektivitasnya terbatas. Hal ini menyebabkan kurangnya sinergi antara kebutuhan industri dan pendidikan yang diberikan. Tanpa adanya kolaborasi yang efektif antara pemangku kepentingan termasuk pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat, program-program tersebut tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis bagaimana Collaborative Governance dalam program Youth Education and Employability sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 6 informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bawah kolaborasi sudah berjalan cukup baik yang dapat dilihat pada indikator keberhasilannya terdapat 14 indikator yang berhasil yaitu indikator kondisi sumber daya dan kekuasaan pemangku kepentingan yang berbeda, insentif yang dimiliki para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, riwayat konflik antar pemangku kepentingan di masa lalu, partisipasi inklusif, forum diskusi, transparansi proses, manajemen yang cukup terhadap proses kolaborasi, pengelolaan kemampuan melaksanakan kredibilitas teknis, memastikan kolaborasi diberdayakan untuk membuat keputusan yang kredibel dan meyakinkan semua aktor, dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, saling memahami, dan hasil sementara. Adapun satu indikator yang belum berhasil adalah peraturan dasar yang jelas. Peneliti menemukan hal lain yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sumba Barat yaitu adanya faktor kesenjangan pendidikan dan keterampilan serta tidak sempurnanya pasar tenaga kerja. Kesimpulan: Proses kolaborasi telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun masih memerlukan perbaikan dan peningkatan lebih lanjut dalam empat dimensi kolaborasi Kata Kunci: Collaborative governance, Youth Education and Employability, Pengangguran, lokal | 12 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026