Detail Katalog

ID: 29433
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGUATAN KOORDINASI KELEMBAGAAN PADA PELAKSANAAN SISTEM PERENCANAAN PENGANGGARAN TERINTEGRASI DI KABUPATEN LAHAT / Muhammad Yusuf Fadhilah

Pengarang:
Muhammad Yusuf Fadhilah ; Afif Syarifudin Yahya
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Keuangan Administrasi Negara
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
352.409 598 161 22 MUH s
Control Number:
INLIS000000001192664
BIB ID:
0010-0126001109
Catatan
Permasalahan: : Kompleksitas fundamental dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya koordinasi kelembagaan dalam pelaksanaan integrasi sistem perencanaan dengan sistem penganggaran melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lahat. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya tumpang tindih program sebesar 15% pada berbagai kategori pembangunan daerah, keterlambatan penyusunan dokumen selama 2-3 bulan, rendahnya penyerapan anggaran yang hanya mencapai 60% hingga triwulan III, serta munculnya temuan perencanaan dengan status "dikembalikan" dalam sistem MUSRENBANG. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemerintah daerah dalam penguatan koordinasi kelembagaan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis solusi untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan sistem perencanaan penganggaran terintegrasi di Kabupaten Lahat. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam terhadap 9 informan kunci meliputi Pj Bupati, Sekretaris Daerah, kepala badan terkait, dan administrator SIPD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori manajemen strategi David (2020) yang mencakup dimensi formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa strategi penguatan koordinasi kelembagaan telah relatif efektif melalui pengembangan platform SIPD, standardisasi prosedur, sistem peringatan dini deteksi tumpang tindih program, dan pembentukan tim koordinasi khusus. Namun, masih terdapat tantangan dalam adaptasi kebijakan dan dinamika politik, dengan faktor pendukung berupa komitmen kepemimpinan yang kuat, kolaborasi antar-organisasi, dan pengembangan infrastruktur TI, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas SDM, infrastruktur TI yang belum memadai di beberapa OPD, resistensi terhadap perubahan, serta kesenjangan komunikasi eksekutif-legislatif. Kesimpulan: Strategi penguatan koordinasi kelembagaan menghasilkan perbaikan signifikan berupa berkurangnya keterlambatan dokumen, meningkatnya penyerapan anggaran, percepatan proses revisi, berkurangnya tumpang tindih program, dan peningkatan kualitas perencanaan, meskipun diperlukan komitmen politik yang berkelanjutan melampaui siklus lima tahunan serta transformasi digital yang komprehensif untuk kesuksesan jangka panjang. Kata kunci: Strategi; Koordinasi Kelembagaan; Sistem Perencanaan Penganggaran Terintegrasi; SIPD; Pemerintah Daerah
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07057/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192664 1
005 _ _ 20260128104311 2
035 # # $a 0010-0126001109 3
245 1 # $a STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGUATAN KOORDINASI KELEMBAGAAN PADA PELAKSANAAN SISTEM PERENCANAAN PENGANGGARAN TERINTEGRASI DI KABUPATEN LAHAT /$c Muhammad Yusuf Fadhilah 4
100 _ # $a Muhammad Yusuf Fadhilah 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/24763 7
700 _ # $a Afif Syarifudin Yahya 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 352.409 598 161 22 10
084 # # $a 352.409 598 161 22 MUH s 11
650 # 4 $a Keuangan Administrasi Negara 12
520 # # $a Permasalahan: : Kompleksitas fundamental dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya koordinasi kelembagaan dalam pelaksanaan integrasi sistem perencanaan dengan sistem penganggaran melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lahat. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya tumpang tindih program sebesar 15% pada berbagai kategori pembangunan daerah, keterlambatan penyusunan dokumen selama 2-3 bulan, rendahnya penyerapan anggaran yang hanya mencapai 60% hingga triwulan III, serta munculnya temuan perencanaan dengan status "dikembalikan" dalam sistem MUSRENBANG. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemerintah daerah dalam penguatan koordinasi kelembagaan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis solusi untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan sistem perencanaan penganggaran terintegrasi di Kabupaten Lahat. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam terhadap 9 informan kunci meliputi Pj Bupati, Sekretaris Daerah, kepala badan terkait, dan administrator SIPD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori manajemen strategi David (2020) yang mencakup dimensi formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa strategi penguatan koordinasi kelembagaan telah relatif efektif melalui pengembangan platform SIPD, standardisasi prosedur, sistem peringatan dini deteksi tumpang tindih program, dan pembentukan tim koordinasi khusus. Namun, masih terdapat tantangan dalam adaptasi kebijakan dan dinamika politik, dengan faktor pendukung berupa komitmen kepemimpinan yang kuat, kolaborasi antar-organisasi, dan pengembangan infrastruktur TI, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas SDM, infrastruktur TI yang belum memadai di beberapa OPD, resistensi terhadap perubahan, serta kesenjangan komunikasi eksekutif-legislatif. Kesimpulan: Strategi penguatan koordinasi kelembagaan menghasilkan perbaikan signifikan berupa berkurangnya keterlambatan dokumen, meningkatnya penyerapan anggaran, percepatan proses revisi, berkurangnya tumpang tindih program, dan peningkatan kualitas perencanaan, meskipun diperlukan komitmen politik yang berkelanjutan melampaui siklus lima tahunan serta transformasi digital yang komprehensif untuk kesuksesan jangka panjang. Kata kunci: Strategi; Koordinasi Kelembagaan; Sistem Perencanaan Penganggaran Terintegrasi; SIPD; Pemerintah Daerah 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name