Detail Katalog

ID: 29453
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM PENURUNAN ANGKA PENGANGGURAN DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Kharisma Ananda

Pengarang:
Kharisma Ananda ; Simangunson, Fernandes
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Kekurangan Tenaga Kerja
Deskripsi Fisik:
12 : Ilus
Nomor Panggil:
331.136 598 483 1 KHA k
Control Number:
INLIS000000001192684
BIB ID:
0010-0126001129
Catatan
Permasalahan (GAP) Adanya kesenjangan antara tujuan kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan realita yang terjadi di lapangan. Terlihat dari data tingkat pengangguran secara nasional dan Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan, sedangkan Kota Kendari justru mengalami peningkatan, menjadikannya daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di provinsi tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana koordinasi pemerintahan dalam penurunan angka
pengangguran di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori oleh Hasan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian yang dilakukan penulis yaitu melibatkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota
Kendari, Pegawai Fungsional Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Pegawai Fungsional Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Pengusaha, Balai Pelatihan, dan Masyarakat Pengangguran. Hasil/Temuan: hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi pemerintahan dalam penurunan pengangguran di Kota Kendari telah berjalan pada sejumlah aspek penting, koordinasi dilakukan antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dengan perusahaan swasta, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti
keterbatasan informasi yang dapat diakses masyarakat, rendahnya pengalaman kerja, masuknya pencari kerja dari luar daerah dan belum meratanya distribusi peluang kerja. Upaya mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja, pemberian layanan pendaftaran kartu AK-1, pelaksanaan job fair, kemitraan aktif dengan perusahaan dan lembaga pelatihan, serta optimalisasi platform daring. Kesimpulan: Koordinasi pemerintahan dalam penurunan angka pengangguran telah berjalan baik hingga saat ini. Seluruh indikator ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, telah melakukan upaya koordinasi secara terpadu dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta. Namun masih diperlukan evaluasi dan peningkatan dari program yang telah ada, karena pada tahun 2024 angka pengangguran di Kota Kendari masih menjadi yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci: Koordinasi Pemerintahan, Tingginya Tingkat Pengangguran, Kurangnya Lapangan Pekerjaan, Kota Kendari
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07072/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192684 1
005 _ _ 20260128112806 2
035 # # $a 0010-0126001129 3
245 1 # $a KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM PENURUNAN ANGKA PENGANGGURAN DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Kharisma Ananda 4
100 _ # $a Kharisma Ananda 5
300 # # $a 12 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23939 7
700 3 # $a Simangunson, Fernandes 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 331.136 598 483 1 10
084 # # $a 331.136 598 483 1 KHA k 11
650 # 4 $a Kekurangan Tenaga Kerja 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Adanya kesenjangan antara tujuan kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan realita yang terjadi di lapangan. Terlihat dari data tingkat pengangguran secara nasional dan Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan, sedangkan Kota Kendari justru mengalami peningkatan, menjadikannya daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di provinsi tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana koordinasi pemerintahan dalam penurunan angka pengangguran di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori oleh Hasan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian yang dilakukan penulis yaitu melibatkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Pegawai Fungsional Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Pegawai Fungsional Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Pengusaha, Balai Pelatihan, dan Masyarakat Pengangguran. Hasil/Temuan: hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi pemerintahan dalam penurunan pengangguran di Kota Kendari telah berjalan pada sejumlah aspek penting, koordinasi dilakukan antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dengan perusahaan swasta, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan informasi yang dapat diakses masyarakat, rendahnya pengalaman kerja, masuknya pencari kerja dari luar daerah dan belum meratanya distribusi peluang kerja. Upaya mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja, pemberian layanan pendaftaran kartu AK-1, pelaksanaan job fair, kemitraan aktif dengan perusahaan dan lembaga pelatihan, serta optimalisasi platform daring. Kesimpulan: Koordinasi pemerintahan dalam penurunan angka pengangguran telah berjalan baik hingga saat ini. Seluruh indikator ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, telah melakukan upaya koordinasi secara terpadu dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta. Namun masih diperlukan evaluasi dan peningkatan dari program yang telah ada, karena pada tahun 2024 angka pengangguran di Kota Kendari masih menjadi yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kata Kunci: Koordinasi Pemerintahan, Tingginya Tingkat Pengangguran, Kurangnya Lapangan Pekerjaan, Kota Kendari 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name