Detail Katalog
ID: 29457Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG / Ni Wayan Anjeli Swasti
Pengarang:
Ni Wayan Anjeli Swasti ; Mesy Faridah Hendiyani
Ni Wayan Anjeli Swasti ; Mesy Faridah Hendiyani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pariwisata Berkelanjutan
Deskripsi Fisik:
27 : Ilus
27 : Ilus
Nomor Panggil:
338.485 982 652 NI c
338.485 982 652 NI c
Control Number:
INLIS000000001192688
INLIS000000001192688
BIB ID:
0010-0126001133
0010-0126001133
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian sebelumnya tentang pariwisata berbasis warisan
budaya umumnya berfokus pada pelestarian budaya atau pengelolaan lingkungan secara terpisah, dengan sedikit penekanan pada bagaimana kolaborasi multi-pemangku kepentingan memengaruhi tata kelola pariwisata berkelanjutan. Terdapat kesenjangan dalam kajian yang menganalisis peran elemen seperti visi bersama, kejelasan peran, dan pola komunikasi antaraktor dalam mendukung keberhasilan pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan Kota Lama Semarang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik collaborative governance dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian mencakup pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Collaborative Governance, yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara tematik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan yang ditandai dengan adanya visi bersama, pembagian peran yang jelas, serta komunikasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting
dalam keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Setiap dimensi tata kelola kolaboratif mulai dari kondisi awal, desain kelembagaan, hingga kepemimpinan fasilitatif—memiliki kontribusi spesifik dalam memperkuat kolaborasi. Partisipasi aktif masyarakat juga terbukti memperkuat keaslian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi lintas sektor masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan pentingnya perencanaan strategis yang inklusif dan penguatan kapasitas kelembagaan guna mendukung tata kelola pariwisata berkelanjutan yang adil dan efektif di kawasan heritage Indonesia.
Kata Kunci: Kolaborasi, pariwisata berkelanjutan, Kota Lama Semarang
budaya umumnya berfokus pada pelestarian budaya atau pengelolaan lingkungan secara terpisah, dengan sedikit penekanan pada bagaimana kolaborasi multi-pemangku kepentingan memengaruhi tata kelola pariwisata berkelanjutan. Terdapat kesenjangan dalam kajian yang menganalisis peran elemen seperti visi bersama, kejelasan peran, dan pola komunikasi antaraktor dalam mendukung keberhasilan pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan Kota Lama Semarang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik collaborative governance dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian mencakup pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Collaborative Governance, yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara tematik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan yang ditandai dengan adanya visi bersama, pembagian peran yang jelas, serta komunikasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting
dalam keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Setiap dimensi tata kelola kolaboratif mulai dari kondisi awal, desain kelembagaan, hingga kepemimpinan fasilitatif—memiliki kontribusi spesifik dalam memperkuat kolaborasi. Partisipasi aktif masyarakat juga terbukti memperkuat keaslian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi lintas sektor masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan pentingnya perencanaan strategis yang inklusif dan penguatan kapasitas kelembagaan guna mendukung tata kelola pariwisata berkelanjutan yang adil dan efektif di kawasan heritage Indonesia.
Kata Kunci: Kolaborasi, pariwisata berkelanjutan, Kota Lama Semarang
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07075/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192688 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128113436 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001133 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG /$c Ni Wayan Anjeli Swasti | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Ni Wayan Anjeli Swasti | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 27 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22066 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Mesy Faridah Hendiyani | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 338.485 982 652 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 338.485 982 652 NI c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pariwisata Berkelanjutan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian sebelumnya tentang pariwisata berbasis warisan budaya umumnya berfokus pada pelestarian budaya atau pengelolaan lingkungan secara terpisah, dengan sedikit penekanan pada bagaimana kolaborasi multi-pemangku kepentingan memengaruhi tata kelola pariwisata berkelanjutan. Terdapat kesenjangan dalam kajian yang menganalisis peran elemen seperti visi bersama, kejelasan peran, dan pola komunikasi antaraktor dalam mendukung keberhasilan pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan Kota Lama Semarang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik collaborative governance dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian mencakup pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Collaborative Governance, yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara tematik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan yang ditandai dengan adanya visi bersama, pembagian peran yang jelas, serta komunikasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Setiap dimensi tata kelola kolaboratif mulai dari kondisi awal, desain kelembagaan, hingga kepemimpinan fasilitatif—memiliki kontribusi spesifik dalam memperkuat kolaborasi. Partisipasi aktif masyarakat juga terbukti memperkuat keaslian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi lintas sektor masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan pentingnya perencanaan strategis yang inklusif dan penguatan kapasitas kelembagaan guna mendukung tata kelola pariwisata berkelanjutan yang adil dan efektif di kawasan heritage Indonesia. Kata Kunci: Kolaborasi, pariwisata berkelanjutan, Kota Lama Semarang | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026