Detail Katalog
ID: 29465Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS INOVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN / Muhammad Rofi
Pengarang:
Muhammad Rofi ; Djonny Pabisa
Muhammad Rofi ; Djonny Pabisa
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi Kependudukan di Kota
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
16 : Ilus
Nomor Panggil:
352.160 959 823 22 MUH a
352.160 959 823 22 MUH a
Control Number:
INLIS000000001192696
INLIS000000001192696
BIB ID:
0010-0126001141
0010-0126001141
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keterbatasan manfaat dari IKD dalam mempercepat
transaksi pelayanan publik, memerlukan integrasi sistem pada setiap pelayanan publik yang ada,
dalam tahapan integrasi sistem ini terdapat tantangan yang berarti berupa perbedaan regulasi dari setiap pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi
Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan publik di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan
Teknik observasi, Dan teknik analisis data menggunakan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan
penarikan kesimpulan data. Adapun teori yang digunakan yakni teori Inovasi menurut Rogers.
Hasil/Temuan: Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang maka mendapatkan hasil yakni inovasi IKD memiliki tingkat kemanan yang lebih baik daripada KTP-el, inovasi IKD sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, dan inovasi IKD memiliki kesesuaian dengan budaya teknologi Kota Tangerang. Adapun kendala yang ditemukan yakni keterbatasan keuntungan relative, tingkat kerumitan yang tinggi, program ujicoba yang terbatas, dan Keterbatasan manfaat yang terlihat. Kesimpulan: Inovasi IKD dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Tangerang belum berjalan dengan baik dikarenakan dari 5 (lima) dimensi yang ada, hanya satu dimensi yang terpenuhi yaitu dimensi Kesesuaian (compability) dan terdapat empat dimensi yang belum tercapai untuk mendukung inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam Meningkatkan pelayanan publik yaitu dimensi keuntungan relatif (relative advantage), kerumitan (complexity), kemungkinan dicoba (trialability), dan kemudahan diamati (observability).
Kata Kunci: Inovasi, Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik.
transaksi pelayanan publik, memerlukan integrasi sistem pada setiap pelayanan publik yang ada,
dalam tahapan integrasi sistem ini terdapat tantangan yang berarti berupa perbedaan regulasi dari setiap pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi
Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan publik di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan
Teknik observasi, Dan teknik analisis data menggunakan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan
penarikan kesimpulan data. Adapun teori yang digunakan yakni teori Inovasi menurut Rogers.
Hasil/Temuan: Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang maka mendapatkan hasil yakni inovasi IKD memiliki tingkat kemanan yang lebih baik daripada KTP-el, inovasi IKD sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, dan inovasi IKD memiliki kesesuaian dengan budaya teknologi Kota Tangerang. Adapun kendala yang ditemukan yakni keterbatasan keuntungan relative, tingkat kerumitan yang tinggi, program ujicoba yang terbatas, dan Keterbatasan manfaat yang terlihat. Kesimpulan: Inovasi IKD dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Tangerang belum berjalan dengan baik dikarenakan dari 5 (lima) dimensi yang ada, hanya satu dimensi yang terpenuhi yaitu dimensi Kesesuaian (compability) dan terdapat empat dimensi yang belum tercapai untuk mendukung inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam Meningkatkan pelayanan publik yaitu dimensi keuntungan relatif (relative advantage), kerumitan (complexity), kemungkinan dicoba (trialability), dan kemudahan diamati (observability).
Kata Kunci: Inovasi, Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07083/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192696 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128114428 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001141 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS INOVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN /$c Muhammad Rofi | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muhammad Rofi | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20348 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Djonny Pabisa | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.160 959 823 22 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.160 959 823 22 MUH a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Kependudukan di Kota | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keterbatasan manfaat dari IKD dalam mempercepat transaksi pelayanan publik, memerlukan integrasi sistem pada setiap pelayanan publik yang ada, dalam tahapan integrasi sistem ini terdapat tantangan yang berarti berupa perbedaan regulasi dari setiap pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan publik di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, Dan teknik analisis data menggunakan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Adapun teori yang digunakan yakni teori Inovasi menurut Rogers. Hasil/Temuan: Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang maka mendapatkan hasil yakni inovasi IKD memiliki tingkat kemanan yang lebih baik daripada KTP-el, inovasi IKD sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, dan inovasi IKD memiliki kesesuaian dengan budaya teknologi Kota Tangerang. Adapun kendala yang ditemukan yakni keterbatasan keuntungan relative, tingkat kerumitan yang tinggi, program ujicoba yang terbatas, dan Keterbatasan manfaat yang terlihat. Kesimpulan: Inovasi IKD dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Tangerang belum berjalan dengan baik dikarenakan dari 5 (lima) dimensi yang ada, hanya satu dimensi yang terpenuhi yaitu dimensi Kesesuaian (compability) dan terdapat empat dimensi yang belum tercapai untuk mendukung inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam Meningkatkan pelayanan publik yaitu dimensi keuntungan relatif (relative advantage), kerumitan (complexity), kemungkinan dicoba (trialability), dan kemudahan diamati (observability). Kata Kunci: Inovasi, Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026