Detail Katalog

ID: 29483
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI PENINGKATAN AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT / Igo Saputra

Pengarang:
Igo Saputra ; Ismail
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
digital
Deskripsi Fisik:
18 : Ilus
Nomor Panggil:
621.382 598 325 1 IGO s
Control Number:
INLIS000000001192714
BIB ID:
0010-0126001159
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendigitalisasi dokumen kependudukan guna mendukung transformasi digital pelayanan publik. Namun, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, hingga akhir 2024 baru mencapai 2,04%, jauh di bawah target nasional sebesar 30%. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan pusat dan implementasi daerah, yang dipengaruhi oleh terbatasnya infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi masyarakat, kondisi geografis yang menantang, serta sosialisasi dan layanan yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan aktivasi IKD yang adaptif dan aplikatif terhadap konteks lokal. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam implementasi IKD. Hasil/Temuan: Temuan yang di dapatkan yaitu strength menunjukkan Ketersediaan SDM yang kompeten, Infrastruktur Digital memadai, Anggaran yang cukup ,Waktu pelayanan yang cepat. Weakness didapatkan Sistem yang error, Biaya transportasi mahal, jarak yang josh dan Jemput bola belum optimal. Opportunities didapatkan Dukungan Kebijakan, Partisipasi Masyarakat, Kolaborasi dengan instansi lain, Media sosial yang aktif. Threats didapatkan Listrik padam, Ancaman calo, Kemampuan masyarakat memahami IKD dan Kendala jaringan. Analisis SWOT mengungkap peluang seperti tingginya penggunaan media sosial dan potensi kerja sama lintas instansi. Strategi yang disusun mencakup penguatan SDM, pemanfaatan media digital, kolaborasi antarinstansi, serta pengembangan layanan yang inklusif dan adaptif. Kesimpulan: Aktivasi IKD di Kabupaten Sanggau masih rendah akibat kombinasi faktor struktural, teknis, dan sosial. Kata kunci: Administrasi Kependudukan, Identitas Kependudukan Digital, Kabupaten Sanggau, SWOT.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07101/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192714 1
005 _ _ 20260128125659 2
035 # # $a 0010-0126001159 3
245 1 # $a STRATEGI PENINGKATAN AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Igo Saputra 4
100 _ # $a Igo Saputra 5
300 # # $a 18 : $b Ilus 6
700 _ # $a Ismail 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 621.382 598 325 1 9
084 # # $a 621.382 598 325 1 IGO s 10
650 # 4 $a digital 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendigitalisasi dokumen kependudukan guna mendukung transformasi digital pelayanan publik. Namun, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, hingga akhir 2024 baru mencapai 2,04%, jauh di bawah target nasional sebesar 30%. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan pusat dan implementasi daerah, yang dipengaruhi oleh terbatasnya infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi masyarakat, kondisi geografis yang menantang, serta sosialisasi dan layanan yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan aktivasi IKD yang adaptif dan aplikatif terhadap konteks lokal. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam implementasi IKD. Hasil/Temuan: Temuan yang di dapatkan yaitu strength menunjukkan Ketersediaan SDM yang kompeten, Infrastruktur Digital memadai, Anggaran yang cukup ,Waktu pelayanan yang cepat. Weakness didapatkan Sistem yang error, Biaya transportasi mahal, jarak yang josh dan Jemput bola belum optimal. Opportunities didapatkan Dukungan Kebijakan, Partisipasi Masyarakat, Kolaborasi dengan instansi lain, Media sosial yang aktif. Threats didapatkan Listrik padam, Ancaman calo, Kemampuan masyarakat memahami IKD dan Kendala jaringan. Analisis SWOT mengungkap peluang seperti tingginya penggunaan media sosial dan potensi kerja sama lintas instansi. Strategi yang disusun mencakup penguatan SDM, pemanfaatan media digital, kolaborasi antarinstansi, serta pengembangan layanan yang inklusif dan adaptif. Kesimpulan: Aktivasi IKD di Kabupaten Sanggau masih rendah akibat kombinasi faktor struktural, teknis, dan sosial. Kata kunci: Administrasi Kependudukan, Identitas Kependudukan Digital, Kabupaten Sanggau, SWOT. 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 28 Jan 2026
Export