Detail Katalog
ID: 29492Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERAN SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SERTA PERLINDUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SIEMPAT NEMPU HULU KABUPATEN DAIRI / Panggabean, Yoga Narendra
Pengarang:
Panggabean, Yoga Narendra ; Tan, Anselmus
Panggabean, Yoga Narendra ; Tan, Anselmus
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Keamanan dan Keselamatan Umum
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
13 : Ilus
Nomor Panggil:
363.109 598 128 1 PAN p
363.109 598 128 1 PAN p
Control Number:
INLIS000000001192723
INLIS000000001192723
BIB ID:
0010-0126001168
0010-0126001168
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya
kesenjangan antara regulasi ideal mengenai peran Satlinmas berdasarkan Permendagri
Nomor 26 Tahun 2020 dengan realitas pelaksanaan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu.
Secara ideal, Satlinmas seharusnya terdiri dari anggota usia produktif, berpendidikan layak,
serta mendapat pelatihan dan fasilitas yang memadai. Namun, di lapangan, sebagian besar
anggota berusia di atas 60 tahun, 13 orang tidak bersekolah, dan pelatihan serta dukungan
fasilitas sangat terbatas. Sementara itu, kasus gangguan ketertiban dan bencana alam terus
meningkat, menunjukkan perlunya optimalisasi peran Satlinmas secara sistemik. Tujuan:
Menganalisis peran Satlinmas dalam penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum,
dan perlindungan masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Metode: Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran dari
Biddle dan Thomas dalam Sarwono (2015), yang terdiri dari lima unsur: expectation
(harapan), norm (norma), performance (pelaksanaan), evaluation (penilaian), dan sanction
(sanksi). Teori ini digunakan untuk menilai kesesuaian antara harapan terhadap peran
Satlinmas dan pelaksanaannya di lapangan, serta faktor-faktor yang mendukung atau
menghambat efektivitas peran tersebut. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa secara umum peran Satlinmas belum berjalan optimal. Pada dimensi expectation,
harapan dari pemerintah agar Satlinmas menjadi pelindung utama di desa belum
sepenuhnya tercapai, meskipun terdapat praktik baik di Desa Kuta Tengah dan Lae Nuaha.
Pada dimensi norm, regulasi pendanaan dan operasional belum diterapkan sesuai aturan,
dan dukungan pemerintah daerah masih minim. Dalam hal performance, kegiatan
Satlinmas masih bersifat insidental tanpa program kerja rutin, dan sangat bergantung pada
inisiatif desa. Dimensi evaluation menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan secara informal
oleh kepala desa dan pembina, namun belum dilengkapi sistem reward dan sanksi yang
terstruktur. Pada dimensi sanction, belum ada mekanisme sanksi formal bagi anggota yang
tidak aktif, sehingga penegakan kedisiplinan lemah. Kesimpulan: Diperlukan perhatian
serius dari pemerintah daerah dalam hal pembinaan, penyediaan fasilitas, dan kebijakan
yang mendukung profesionalisme Satlinmas. Upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui
pelatihan berkelanjutan, evaluasi kinerja rutin, dan peningkatan koordinasi antar instansi
untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan terlindungi.
Kata kunci: Satlinmas, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat
kesenjangan antara regulasi ideal mengenai peran Satlinmas berdasarkan Permendagri
Nomor 26 Tahun 2020 dengan realitas pelaksanaan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu.
Secara ideal, Satlinmas seharusnya terdiri dari anggota usia produktif, berpendidikan layak,
serta mendapat pelatihan dan fasilitas yang memadai. Namun, di lapangan, sebagian besar
anggota berusia di atas 60 tahun, 13 orang tidak bersekolah, dan pelatihan serta dukungan
fasilitas sangat terbatas. Sementara itu, kasus gangguan ketertiban dan bencana alam terus
meningkat, menunjukkan perlunya optimalisasi peran Satlinmas secara sistemik. Tujuan:
Menganalisis peran Satlinmas dalam penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum,
dan perlindungan masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Metode: Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran dari
Biddle dan Thomas dalam Sarwono (2015), yang terdiri dari lima unsur: expectation
(harapan), norm (norma), performance (pelaksanaan), evaluation (penilaian), dan sanction
(sanksi). Teori ini digunakan untuk menilai kesesuaian antara harapan terhadap peran
Satlinmas dan pelaksanaannya di lapangan, serta faktor-faktor yang mendukung atau
menghambat efektivitas peran tersebut. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa secara umum peran Satlinmas belum berjalan optimal. Pada dimensi expectation,
harapan dari pemerintah agar Satlinmas menjadi pelindung utama di desa belum
sepenuhnya tercapai, meskipun terdapat praktik baik di Desa Kuta Tengah dan Lae Nuaha.
Pada dimensi norm, regulasi pendanaan dan operasional belum diterapkan sesuai aturan,
dan dukungan pemerintah daerah masih minim. Dalam hal performance, kegiatan
Satlinmas masih bersifat insidental tanpa program kerja rutin, dan sangat bergantung pada
inisiatif desa. Dimensi evaluation menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan secara informal
oleh kepala desa dan pembina, namun belum dilengkapi sistem reward dan sanksi yang
terstruktur. Pada dimensi sanction, belum ada mekanisme sanksi formal bagi anggota yang
tidak aktif, sehingga penegakan kedisiplinan lemah. Kesimpulan: Diperlukan perhatian
serius dari pemerintah daerah dalam hal pembinaan, penyediaan fasilitas, dan kebijakan
yang mendukung profesionalisme Satlinmas. Upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui
pelatihan berkelanjutan, evaluasi kinerja rutin, dan peningkatan koordinasi antar instansi
untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan terlindungi.
Kata kunci: Satlinmas, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07108/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192723 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128011413 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001168 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERAN SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SERTA PERLINDUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SIEMPAT NEMPU HULU KABUPATEN DAIRI /$c Panggabean, Yoga Narendra | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Panggabean, Yoga Narendra | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23481 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Tan, Anselmus | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.109 598 128 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.109 598 128 1 PAN p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Keamanan dan Keselamatan Umum | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara regulasi ideal mengenai peran Satlinmas berdasarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 dengan realitas pelaksanaan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Secara ideal, Satlinmas seharusnya terdiri dari anggota usia produktif, berpendidikan layak, serta mendapat pelatihan dan fasilitas yang memadai. Namun, di lapangan, sebagian besar anggota berusia di atas 60 tahun, 13 orang tidak bersekolah, dan pelatihan serta dukungan fasilitas sangat terbatas. Sementara itu, kasus gangguan ketertiban dan bencana alam terus meningkat, menunjukkan perlunya optimalisasi peran Satlinmas secara sistemik. Tujuan: Menganalisis peran Satlinmas dalam penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran dari Biddle dan Thomas dalam Sarwono (2015), yang terdiri dari lima unsur: expectation (harapan), norm (norma), performance (pelaksanaan), evaluation (penilaian), dan sanction (sanksi). Teori ini digunakan untuk menilai kesesuaian antara harapan terhadap peran Satlinmas dan pelaksanaannya di lapangan, serta faktor-faktor yang mendukung atau menghambat efektivitas peran tersebut. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum peran Satlinmas belum berjalan optimal. Pada dimensi expectation, harapan dari pemerintah agar Satlinmas menjadi pelindung utama di desa belum sepenuhnya tercapai, meskipun terdapat praktik baik di Desa Kuta Tengah dan Lae Nuaha. Pada dimensi norm, regulasi pendanaan dan operasional belum diterapkan sesuai aturan, dan dukungan pemerintah daerah masih minim. Dalam hal performance, kegiatan Satlinmas masih bersifat insidental tanpa program kerja rutin, dan sangat bergantung pada inisiatif desa. Dimensi evaluation menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan secara informal oleh kepala desa dan pembina, namun belum dilengkapi sistem reward dan sanksi yang terstruktur. Pada dimensi sanction, belum ada mekanisme sanksi formal bagi anggota yang tidak aktif, sehingga penegakan kedisiplinan lemah. Kesimpulan: Diperlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dalam hal pembinaan, penyediaan fasilitas, dan kebijakan yang mendukung profesionalisme Satlinmas. Upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, evaluasi kinerja rutin, dan peningkatan koordinasi antar instansi untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan terlindungi. Kata kunci: Satlinmas, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026