Detail Katalog

ID: 29495
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN SINGKIL DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA / Lumintang, Judha Joshua

Pengarang:
Lumintang, Judha Joshua ; Mujahidin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pengamanan dari Bencana Banjir
Deskripsi Fisik:
14
Nomor Panggil:
363.349 309 598 424 1 LUM p
Control Number:
INLIS000000001192726
BIB ID:
0010-0126001171
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir merupakan salah satu
permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan
total 15 kejadian banjir dan sebanyak 21.178 warga terdampak sepanjang tahun 2018–
2022. Meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado telah
melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan dan simulasi
tanggap bencana, namun dari 80 kelurahan rawan banjir di seluruh kota, hanya 16
kelurahan yang telah difasilitasi, dan di Kecamatan Singkil baru 3 dari 9 kelurahan yang
mendapatkan program tersebut. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa upaya
pemberdayaan masih belum merata dan belum optimal menyentuh seluruh wilayah yang
berisiko tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan
pemberdayaan masyarakat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota
Manado dalam mitigasi bencana banjir di Kecamatan Singkil. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci, seperti
Kepala Pelaksana BPBD, Camat Kecamatan Singkil, serta warga yang menjadi peserta
kegiatan mitigasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan
masyarakat dari Jim Ife dan Frank Tesoriero yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu personal,
sosial, dan pendidikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun
telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, partisipasi masyarakat masih terbatas, kesadaran
belum merata, dan keterampilan teknis menghadapi bencana belum memadai. Selain itu,
keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan:
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi yang berkelanjutan,
perluasan cakupan pemberdayaan, serta pelibatan masyarakat secara lebih intensif guna
membentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana banjir.
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Mitigasi, Partisipasi, Keterampilan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07110/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192726 1
005 _ _ 20260128012041 2
035 # # $a 0010-0126001171 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN SINGKIL DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Lumintang, Judha Joshua 4
100 _ # $a Lumintang, Judha Joshua 5
300 # # $a 14 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22943 7
700 _ # $a Mujahidin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.349 309 598 424 1 10
084 # # $a 363.349 309 598 424 1 LUM p 11
650 # 4 $a Pengamanan dari Bencana Banjir 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan total 15 kejadian banjir dan sebanyak 21.178 warga terdampak sepanjang tahun 2018– 2022. Meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan dan simulasi tanggap bencana, namun dari 80 kelurahan rawan banjir di seluruh kota, hanya 16 kelurahan yang telah difasilitasi, dan di Kecamatan Singkil baru 3 dari 9 kelurahan yang mendapatkan program tersebut. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masih belum merata dan belum optimal menyentuh seluruh wilayah yang berisiko tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dalam mitigasi bencana banjir di Kecamatan Singkil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci, seperti Kepala Pelaksana BPBD, Camat Kecamatan Singkil, serta warga yang menjadi peserta kegiatan mitigasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan masyarakat dari Jim Ife dan Frank Tesoriero yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu personal, sosial, dan pendidikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, partisipasi masyarakat masih terbatas, kesadaran belum merata, dan keterampilan teknis menghadapi bencana belum memadai. Selain itu, keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi yang berkelanjutan, perluasan cakupan pemberdayaan, serta pelibatan masyarakat secara lebih intensif guna membentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana banjir. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Mitigasi, Partisipasi, Keterampilan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 28 Jan 2026
Export