Detail Katalog

ID: 29497
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS BEBAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL SECARA ELEKTRONIK DI KANTOR KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA / Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno

Pengarang:
Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno ; Rikha Murliasari
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Manajemen Personalia
Deskripsi Fisik:
16
Nomor Panggil:
658.309 598 286 1 REI a
Control Number:
INLIS000000001192728
BIB ID:
0010-0126001173
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi analisis beban kerja melalui sistem e-ABK
merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi manajemen aparatur sipil negara.
Namun, implementasinya di tingkat kecamatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan
kompetensi pegawai, dominasi usia lanjut, dan infrastruktur yang belum memadai. Di Kecamatan
Genteng, Surabaya, mayoritas pegawai berusia di atas 50 tahun dan berpendidikan menengah,
sehingga mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem e-ABK. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik (e-ABK)
terhadap Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Metode: Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan
dokumentasi. Teori yang digunakan adalah analisis beban kerja menurut Gary Dessler, yang
mencakup efektivitas sistem, pengelolaan kinerja, keterlibatan pegawai, dan penggunaan
teknologi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-ABK dapat meningkatkan
akurasi data dan mempercepat proses pelaporan, dibuktikan dengan 4 dimensi terdapat 2 diimensi
yang masih kurang baik yaitu dimensi keterlibatan pegawai dan penggunaan teknologi. Bebrapa
kendala yang ditemui berupa kompetensi digital yang rendah, keterbatasan peran pengguna, serta
kurangnya infrastruktur teknologi yang mendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan analisis beban
kerja secara elektronik di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya menunjukkan kemajuan
yang signifikan dalam mendukung efektivitas tata kelola kepegawaian. Namun memang masih
ditemukan beberapa kendala, untuk diperlukan peningkatan kapasitas teknis, penyediaan sarana
prasarana yang memadai, serta koordinasi lintas unit kerja.
Kata Kunci: e-ABK, analisis beban kerja, birokrasi digital
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07112/IPDN/2025 Dapat dipinjam Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192728 1
005 _ _ 20260128012708 2
035 # # $a 0010-0126001173 3
245 1 # $a ANALISIS BEBAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL SECARA ELEKTRONIK DI KANTOR KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA /$c Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno 4
100 _ # $a Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno 5
300 # # $a 16 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24538 7
700 _ # $a Rikha Murliasari 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 658.309 598 286 1 10
084 # # $a 658.309 598 286 1 REI a 11
650 # 4 $a Manajemen Personalia 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi analisis beban kerja melalui sistem e-ABK merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi manajemen aparatur sipil negara. Namun, implementasinya di tingkat kecamatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi pegawai, dominasi usia lanjut, dan infrastruktur yang belum memadai. Di Kecamatan Genteng, Surabaya, mayoritas pegawai berusia di atas 50 tahun dan berpendidikan menengah, sehingga mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem e-ABK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik (e-ABK) terhadap Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah analisis beban kerja menurut Gary Dessler, yang mencakup efektivitas sistem, pengelolaan kinerja, keterlibatan pegawai, dan penggunaan teknologi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-ABK dapat meningkatkan akurasi data dan mempercepat proses pelaporan, dibuktikan dengan 4 dimensi terdapat 2 diimensi yang masih kurang baik yaitu dimensi keterlibatan pegawai dan penggunaan teknologi. Bebrapa kendala yang ditemui berupa kompetensi digital yang rendah, keterbatasan peran pengguna, serta kurangnya infrastruktur teknologi yang mendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mendukung efektivitas tata kelola kepegawaian. Namun memang masih ditemukan beberapa kendala, untuk diperlukan peningkatan kapasitas teknis, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta koordinasi lintas unit kerja. Kata Kunci: e-ABK, analisis beban kerja, birokrasi digital 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name