Detail Katalog
ID: 29505Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OTONOMI KHUSUS DALAM RANGKA MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN ORANG ASLI PAPUA DI KABUPATEN JAYAPURA / Marthin Adelberth Sesa
Pengarang:
Marthin Adelberth Sesa ; Baharuddin Thahir
Marthin Adelberth Sesa ; Baharuddin Thahir
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Program untuk Kesejahteraan Rakyat
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
13 : Ilus
Nomor Panggil:
353.530 959 881 73 MAR i
353.530 959 881 73 MAR i
Control Number:
INLIS000000001192736
INLIS000000001192736
BIB ID:
0010-0126001181
0010-0126001181
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Provinsi Papua masih menjadi salah satu wilayah di
Indonesia yang menghadapi tantangan kemiskinan yang serius. Kondisi geografis yang sulit
dijangkau, infrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar
menjadi faktor utama tingginya angka kemiskinan, khususnya di kalangan Orang Asli Papua
(OAP) yang berada di Kabupaten Jayapura. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis implementasi kebijakan Otonomi Khusus dalam upaya mengurangi angka
kemiskinan Orang Asli Papua di Kabupaten Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena model kualitatif mampu
mendeskripsikan topik dengan rinci dan mendalam sehingga masalah dapat dianalisis dengan lebih
baik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi serta
dilakukan triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori
implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian
ini berjumlah 13 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga
penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan:
penelitian ini mengahasilkan beberapa temuan dianalisis menurut dimensi, pada dimensi standar dan
tujuan kebijakan sudah terdapat standar yang jelas serta tujuan yang juga terarah, pada dimensi sumber
daya kebijakan masih belum memadai karena banyak infrastruktur dan sarana yang belum optimal, pada
dimensi Komunikasi dan aktivitas penguatan antar organisasi sudah terdapat komunikasi yang cukup
baik dalam segi capacity building, pada dimensi karakteristik agen pelaksana masih belum optimal
dilihat dari segi pengalaman dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, pada dimensi Sikap dan
Kecenderungan Pelaksana sudah menunjukkan sikap yang baik antar pemerintah, pada dimensi
Lingkungan Sosial, Ekonomi, dan Politikmasih belum kondusif mengingat tingginya tingkat kerawanan
kondisi di Jayapura. Kesimpulan: Secara umum pelaksanaan kebijakan ini belum sepenuhnya optimal
karena masih terdapat ketimpangan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, serta belum
meratanya pemahaman pemangku kepentingan terhadap substansi kebijakan Otonomi khusus.
KataKunci:Otonomi Khusus, Kemiskinan, Orang Asli Papua.
Indonesia yang menghadapi tantangan kemiskinan yang serius. Kondisi geografis yang sulit
dijangkau, infrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar
menjadi faktor utama tingginya angka kemiskinan, khususnya di kalangan Orang Asli Papua
(OAP) yang berada di Kabupaten Jayapura. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis implementasi kebijakan Otonomi Khusus dalam upaya mengurangi angka
kemiskinan Orang Asli Papua di Kabupaten Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena model kualitatif mampu
mendeskripsikan topik dengan rinci dan mendalam sehingga masalah dapat dianalisis dengan lebih
baik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi serta
dilakukan triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori
implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian
ini berjumlah 13 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga
penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan:
penelitian ini mengahasilkan beberapa temuan dianalisis menurut dimensi, pada dimensi standar dan
tujuan kebijakan sudah terdapat standar yang jelas serta tujuan yang juga terarah, pada dimensi sumber
daya kebijakan masih belum memadai karena banyak infrastruktur dan sarana yang belum optimal, pada
dimensi Komunikasi dan aktivitas penguatan antar organisasi sudah terdapat komunikasi yang cukup
baik dalam segi capacity building, pada dimensi karakteristik agen pelaksana masih belum optimal
dilihat dari segi pengalaman dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, pada dimensi Sikap dan
Kecenderungan Pelaksana sudah menunjukkan sikap yang baik antar pemerintah, pada dimensi
Lingkungan Sosial, Ekonomi, dan Politikmasih belum kondusif mengingat tingginya tingkat kerawanan
kondisi di Jayapura. Kesimpulan: Secara umum pelaksanaan kebijakan ini belum sepenuhnya optimal
karena masih terdapat ketimpangan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, serta belum
meratanya pemahaman pemangku kepentingan terhadap substansi kebijakan Otonomi khusus.
KataKunci:Otonomi Khusus, Kemiskinan, Orang Asli Papua.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07118/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192736 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128014454 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001181 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OTONOMI KHUSUS DALAM RANGKA MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN ORANG ASLI PAPUA DI KABUPATEN JAYAPURA /$c Marthin Adelberth Sesa | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Marthin Adelberth Sesa | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24786 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Baharuddin Thahir | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 353.530 959 881 73 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 353.530 959 881 73 MAR i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Program untuk Kesejahteraan Rakyat | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Provinsi Papua masih menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang menghadapi tantangan kemiskinan yang serius. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, infrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar menjadi faktor utama tingginya angka kemiskinan, khususnya di kalangan Orang Asli Papua (OAP) yang berada di Kabupaten Jayapura. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Otonomi Khusus dalam upaya mengurangi angka kemiskinan Orang Asli Papua di Kabupaten Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena model kualitatif mampu mendeskripsikan topik dengan rinci dan mendalam sehingga masalah dapat dianalisis dengan lebih baik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dilakukan triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 13 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: penelitian ini mengahasilkan beberapa temuan dianalisis menurut dimensi, pada dimensi standar dan tujuan kebijakan sudah terdapat standar yang jelas serta tujuan yang juga terarah, pada dimensi sumber daya kebijakan masih belum memadai karena banyak infrastruktur dan sarana yang belum optimal, pada dimensi Komunikasi dan aktivitas penguatan antar organisasi sudah terdapat komunikasi yang cukup baik dalam segi capacity building, pada dimensi karakteristik agen pelaksana masih belum optimal dilihat dari segi pengalaman dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, pada dimensi Sikap dan Kecenderungan Pelaksana sudah menunjukkan sikap yang baik antar pemerintah, pada dimensi Lingkungan Sosial, Ekonomi, dan Politikmasih belum kondusif mengingat tingginya tingkat kerawanan kondisi di Jayapura. Kesimpulan: Secara umum pelaksanaan kebijakan ini belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat ketimpangan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, serta belum meratanya pemahaman pemangku kepentingan terhadap substansi kebijakan Otonomi khusus. KataKunci:Otonomi Khusus, Kemiskinan, Orang Asli Papua. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026