Detail Katalog

ID: 29532
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI MALUKU / Gilland Ansel Soeyanthe

Pengarang:
Gilland Ansel Soeyanthe ; Hendayana
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pengembangan Kepegawaian
Deskripsi Fisik:
24 : Ilus
Nomor Panggil:
658.312 409 598 52 GIL p
Control Number:
INLIS000000001192763
BIB ID:
0010-0126001208
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan kompetensi ASN di daerah kepulauan menghadapi tantangan implementasi yang signifikan. Di BPSDM Provinsi Maluku, hanya 44,7% pegawai yang pernah mengikuti program pelatihan, dengan 55,2% pegawai belum pernah mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jabatan yang diemban, dengan beberapa pegawai menempati posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi akademisnya, bertentangan dengan prinsip "The Right Man on the Right Place". Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN di BPSDM Provinsi Maluku menggunakan kerangka empat dimensi kompetensi Sedarmayanti (kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual/strategik). Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuh informan yang dipilih melalui purposive sampling, meliputi Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bidang, dan staf fungsional, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil/Temuan: : Pengembangan kompetensi teknis belum merata akibat keterbatasan anggaran dan sarana prasarana. Kompetensi manajerial menunjukkan kesenjangan dengan hanya 18% pegawai yang menyelesaikan diklat struktural. Kompetensi sosial menunjukkan hasil positif dengan komunikasi internal yang efektif. Kompetensi intelektual/strategik mengungkap rendahnya motivasi pegawai senior untuk pengembangan diri. Kesimpulan: BPSDM Provinsi Maluku telah menjalankan program pengembangan kompetensi sesuai arah kebijakan namun memerlukan perbaikan strategis dalam perencanaan, peningkatan kapasitas pelatih, dan alokasi anggaran untuk mencapai peningkatan kualitas ASN yang optimal. Kata kunci: Pengembangan Kompetensi, Aparatur Sipil Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia, Sektor Publik.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07145/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192763 1
005 _ _ 20260128111359 2
035 # # $a 0010-0126001208 3
245 1 # $a PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI MALUKU /$c Gilland Ansel Soeyanthe 4
100 _ # $a Gilland Ansel Soeyanthe 5
300 # # $a 24 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/24572 7
700 _ # $a Hendayana 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 658.312 409 598 52 10
084 # # $a 658.312 409 598 52 GIL p 11
650 # 4 $a Pengembangan Kepegawaian 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan kompetensi ASN di daerah kepulauan menghadapi tantangan implementasi yang signifikan. Di BPSDM Provinsi Maluku, hanya 44,7% pegawai yang pernah mengikuti program pelatihan, dengan 55,2% pegawai belum pernah mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jabatan yang diemban, dengan beberapa pegawai menempati posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi akademisnya, bertentangan dengan prinsip "The Right Man on the Right Place". Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN di BPSDM Provinsi Maluku menggunakan kerangka empat dimensi kompetensi Sedarmayanti (kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual/strategik). Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuh informan yang dipilih melalui purposive sampling, meliputi Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bidang, dan staf fungsional, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil/Temuan: : Pengembangan kompetensi teknis belum merata akibat keterbatasan anggaran dan sarana prasarana. Kompetensi manajerial menunjukkan kesenjangan dengan hanya 18% pegawai yang menyelesaikan diklat struktural. Kompetensi sosial menunjukkan hasil positif dengan komunikasi internal yang efektif. Kompetensi intelektual/strategik mengungkap rendahnya motivasi pegawai senior untuk pengembangan diri. Kesimpulan: BPSDM Provinsi Maluku telah menjalankan program pengembangan kompetensi sesuai arah kebijakan namun memerlukan perbaikan strategis dalam perencanaan, peningkatan kapasitas pelatih, dan alokasi anggaran untuk mencapai peningkatan kualitas ASN yang optimal. Kata kunci: Pengembangan Kompetensi, Aparatur Sipil Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia, Sektor Publik. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name