Detail Katalog

ID: 29535
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENGEMBANGAN SUMBER DAYAAPARATUR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BOMBANA / Muhammad Dion Amirudin

Pengarang:
Muhammad Dion Amirudin ; . Azharisman Rozie
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Manajemen Sumber Daya Manusia
Deskripsi Fisik:
16
Nomor Panggil:
658.309 598 483 3 MUH p
Control Number:
INLIS000000001192766
BIB ID:
0010-0126001211
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik menuntut adanya pengembangan yang berkelanjutan, namun tantangan seperti kesenjangan kompetensi dan tuntutan transformasi digital seringkali menghambat implementasi optimal, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Meskipun pentingnya manajemen sumber daya manusia strategis telah diakui, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam memahami dinamika spesifik, tantangan, dan faktor keberhasilan pengembangan sumber daya aparatur dalam konteks kelembagaan yang unik seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana. Ini mencakup isuisu terkait keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dan belum sepenuhnya terintegrasinya sistem administrasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sumber daya aparatur di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini secara hipotetis menunjukkan bahwa implementasi pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana sedang berjalan namun menghadapi beberapa tantangan. Temuan kunci mengindikasikan bahwa meskipun berbagai program pelatihan telah dilaksanakan, masih terdapat kesenjangan kompetensi, khususnya dalam literasi digital dan keterampilan manajerial. Sarana dan prasarana pendukung pengembangan belum optimal, dan integrasi sistem administrasi digital masih dalam tahap pengembangan. Faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang terbatas, kurangnya tindak lanjut yang konsisten pasca-pelatihan, serta kadang-kadang, struktur organisasi yang kurang fleksibel. Sebaliknya, komitmen kepemimpinan yang kuat dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas diidentifikasi sebagai faktor pendukung. Kesimpulan: Pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana pada umumnya telah diinisiasi namun memerlukan optimasi lebih lanjut untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang ada dan memanfaatkan sepenuhnya transformasi digital. Efektivitas upaya pengembangan dapat ditingkatkan melalui program pelatihan yang lebih terarah untuk keterampilan digital dan manajerial, peningkatan infrastruktur digital, jalur pengembangan karir yang lebih jelas, serta koordinasi internal yang lebih kuat. Evaluasi berkelanjutan dan strategi adaptif sangat penting untuk menjamin profesionalisme dan kinerja ASN yang optimal dalam pelayanan publik. Kata Kunci: Pengembangan Sumber Daya Aparatur, BKPSDM, Kompetensi
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07148/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192766 1
005 _ _ 20260128112704 2
035 # # $a 0010-0126001211 3
245 1 # $a PENGEMBANGAN SUMBER DAYAAPARATUR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BOMBANA /$c Muhammad Dion Amirudin 4
100 _ # $a Muhammad Dion Amirudin 5
300 # # $a 16 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/25035 7
700 _ # $a . Azharisman Rozie 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 658.309 598 483 3 10
084 # # $a 658.309 598 483 3 MUH p 11
650 # 4 $a Manajemen Sumber Daya Manusia 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik menuntut adanya pengembangan yang berkelanjutan, namun tantangan seperti kesenjangan kompetensi dan tuntutan transformasi digital seringkali menghambat implementasi optimal, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Meskipun pentingnya manajemen sumber daya manusia strategis telah diakui, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam memahami dinamika spesifik, tantangan, dan faktor keberhasilan pengembangan sumber daya aparatur dalam konteks kelembagaan yang unik seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana. Ini mencakup isuisu terkait keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dan belum sepenuhnya terintegrasinya sistem administrasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sumber daya aparatur di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini secara hipotetis menunjukkan bahwa implementasi pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana sedang berjalan namun menghadapi beberapa tantangan. Temuan kunci mengindikasikan bahwa meskipun berbagai program pelatihan telah dilaksanakan, masih terdapat kesenjangan kompetensi, khususnya dalam literasi digital dan keterampilan manajerial. Sarana dan prasarana pendukung pengembangan belum optimal, dan integrasi sistem administrasi digital masih dalam tahap pengembangan. Faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang terbatas, kurangnya tindak lanjut yang konsisten pasca-pelatihan, serta kadang-kadang, struktur organisasi yang kurang fleksibel. Sebaliknya, komitmen kepemimpinan yang kuat dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas diidentifikasi sebagai faktor pendukung. Kesimpulan: Pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana pada umumnya telah diinisiasi namun memerlukan optimasi lebih lanjut untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang ada dan memanfaatkan sepenuhnya transformasi digital. Efektivitas upaya pengembangan dapat ditingkatkan melalui program pelatihan yang lebih terarah untuk keterampilan digital dan manajerial, peningkatan infrastruktur digital, jalur pengembangan karir yang lebih jelas, serta koordinasi internal yang lebih kuat. Evaluasi berkelanjutan dan strategi adaptif sangat penting untuk menjamin profesionalisme dan kinerja ASN yang optimal dalam pelayanan publik. Kata Kunci: Pengembangan Sumber Daya Aparatur, BKPSDM, Kompetensi 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name