Detail Katalog

ID: 29582
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERANAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU / Muhammad Octian Rhamadandy

Pengarang:
Muhammad Octian Rhamadandy ; Piet Hein Pusung
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Layanan Kesehatan Masyarakat
Deskripsi Fisik:
12
Nomor Panggil:
362.120 959 817 MUH p
Control Number:
INLIS000000001192811
BIB ID:
0010-0126001256
Catatan
Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi penting yang masih menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 12,9% pada tahun 2022 menjadi 6,7% pada tahun 2023. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kota Bengkulu berperan strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program. Namun, terdapat tantangan dalam hal keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan validitas data. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan DP3A2KB dalam percepatan penurunan stunting di Kota Bengkulu. Metode: Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran Biddle dan Thomas, dengan empat dimensi: harapan, norma, kinerja, dan evaluasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan DP3A2KB dalam penurunan stunting sudah berjalan baik, dengan tingkat harapan tinggi dari masyarakat. Namun, terdapat kendala yang signifikan, termasuk infrastruktur kesehatan yang terbatas, kurangnya pemahaman SDM, dan masalah validitas data. Upaya yang dilakukan mencakup penguatan intervensi gizi, pendidikan masyarakat, dan koordinasi lintas sektor. Kesimpulan: DP3A2KB Kota Bengkulu telah menunjukkan peran penting dalam percepatan penurunan stunting, tetapi masih perlu meningkatkan efektivitas melalui optimalisasi program, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam penanganan stunting. Kata Kunci: Stunting, DP3A2KB, Pengendalian Penduduk
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07192/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192811 1
005 _ _ 20260129101451 2
035 # # $a 0010-0126001256 3
245 1 # $a PERANAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /$c Muhammad Octian Rhamadandy 4
100 _ # $a Muhammad Octian Rhamadandy 5
300 # # $a 12 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/20742 7
700 _ # $a Piet Hein Pusung 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 362.120 959 817 10
084 # # $a 362.120 959 817 MUH p 11
650 # 4 $a Layanan Kesehatan Masyarakat 12
520 # # $a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi penting yang masih menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 12,9% pada tahun 2022 menjadi 6,7% pada tahun 2023. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kota Bengkulu berperan strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program. Namun, terdapat tantangan dalam hal keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan validitas data. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan DP3A2KB dalam percepatan penurunan stunting di Kota Bengkulu. Metode: Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran Biddle dan Thomas, dengan empat dimensi: harapan, norma, kinerja, dan evaluasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan DP3A2KB dalam penurunan stunting sudah berjalan baik, dengan tingkat harapan tinggi dari masyarakat. Namun, terdapat kendala yang signifikan, termasuk infrastruktur kesehatan yang terbatas, kurangnya pemahaman SDM, dan masalah validitas data. Upaya yang dilakukan mencakup penguatan intervensi gizi, pendidikan masyarakat, dan koordinasi lintas sektor. Kesimpulan: DP3A2KB Kota Bengkulu telah menunjukkan peran penting dalam percepatan penurunan stunting, tetapi masih perlu meningkatkan efektivitas melalui optimalisasi program, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam penanganan stunting. Kata Kunci: Stunting, DP3A2KB, Pengendalian Penduduk 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name