Detail Katalog

ID: 29588
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH / Annisa Nur Fitriani

Pengarang:
Annisa Nur Fitriani ; Isman Hadijaya
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
sampah
Deskripsi Fisik:
15 : Ilus
Nomor Panggil:
363.728 598 262 1 ANN c
Control Number:
INLIS000000001192817
BIB ID:
0010-0126001262
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Darurat Sampah di Kabupaten Banyumas menjadi permasalahan yang sangat berdampak buruk kepada segala aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk menciptakan kembali lingkungan yang bersih dan sehat secara kolaboratif melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berkiblat pada zero waste to landfill. Namun, pada prakteknya masih menimbulkan ketidak puasan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dicetuskan oleh Ansel dan Gash. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan sampah masih belum berjalan secara optimal dalam pelaksanaanya. Faktor penghambat dari kolaborasi ini ada pada kesadaran masyarakat yang masih rendah serta ketidaktaatan pada aturan, keterbatasan anggaran serta infrastruktur penunjang pengelolaan sampah, dan komunikasi yang tidak berjalan lancar antar stakeholder. Kesimpulan: Pemerintah memberikan upaya penyelesaian dengan selalu mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah secara rutin serta mendalam kepada masyarakat maupun swasta dan terus mengadakan evaluasi secara berkala dengan tujuan perbaikan pelayanan publik. Peneliti menyarankan adanya tindakan tegas bagi para oknum pemerintah, dan masyarakat yang melanggar aturan. Kata kunci : Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kelompok Swadaya Masyarakat
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07198/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192817 1
005 _ _ 20260129102156 2
035 # # $a 0010-0126001262 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH /$c Annisa Nur Fitriani 4
100 _ # $a Annisa Nur Fitriani 5
300 # # $a 15 : $b Ilus 6
700 _ # $a Isman Hadijaya 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 363.728 598 262 1 9
084 # # $a 363.728 598 262 1 ANN c 10
650 # 4 $a sampah 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Darurat Sampah di Kabupaten Banyumas menjadi permasalahan yang sangat berdampak buruk kepada segala aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk menciptakan kembali lingkungan yang bersih dan sehat secara kolaboratif melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berkiblat pada zero waste to landfill. Namun, pada prakteknya masih menimbulkan ketidak puasan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dicetuskan oleh Ansel dan Gash. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan sampah masih belum berjalan secara optimal dalam pelaksanaanya. Faktor penghambat dari kolaborasi ini ada pada kesadaran masyarakat yang masih rendah serta ketidaktaatan pada aturan, keterbatasan anggaran serta infrastruktur penunjang pengelolaan sampah, dan komunikasi yang tidak berjalan lancar antar stakeholder. Kesimpulan: Pemerintah memberikan upaya penyelesaian dengan selalu mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah secara rutin serta mendalam kepada masyarakat maupun swasta dan terus mengadakan evaluasi secara berkala dengan tujuan perbaikan pelayanan publik. Peneliti menyarankan adanya tindakan tegas bagi para oknum pemerintah, dan masyarakat yang melanggar aturan. Kata kunci : Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kelompok Swadaya Masyarakat 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 29 Jan 2026
Export