Detail Katalog

ID: 29597
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH PADAT PENDUDUK DI KOTA MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH / Farhan Hammam Dermawan

Pengarang:
Farhan Hammam Dermawan ; Rusmini
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Penanggulangan Bahaya Kebakaran
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
363.370 959 826 45 FAR c
Control Number:
INLIS000000001192826
BIB ID:
0010-0126001271
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan signifikan kasus kebakaran dari tahun
ke tahun, khususnya di kawasan padat penduduk di Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan collaborative governance dalam penanggulangan bencana kebakaran di wilayah padat penduduk di Kota Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah model collaborative governance dari Ansell dan Gash (2007) yang mencakup lima komponen: dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen bersama, pemahaman bersama, dan dampak sementara. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa bentuk kolaborasi telah terbangun melalui rapat koordinasi rutin, apel siaga, dan komunikasi lintas aktor. Kepercayaan dibangun melalui keterbukaan dan komunikasi intensif. Terdapat saling ketergantungan dan komitmen bersama antar aktor yang terlibat. Pemahaman bersama tercermin dari kesepakatan dalam setiap keputusan, sementara dampak sementara kolaborasi terlihat dari berkurangnya kerugian akibat kebakaran. Adapun hambatan utama meliputi kurangnya koordinasi, keterbatasan anggaran, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan collaborative governance dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kota Magelang telah berjalan, namun belum optimal. Diperlukan peningkatan koordinasi, pelatihan rutin, dan dukungan anggaran serta sarana prasarana untuk mendukung efektivitas kolaborasi lintas aktor.
Kata Kunci : Collaborative Governance, Penanggulangan, Bencana Kebakaran
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07207/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192826 1
005 _ _ 20260129104655 2
035 # # $a 0010-0126001271 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH PADAT PENDUDUK DI KOTA MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH /$c Farhan Hammam Dermawan 4
100 _ # $a Farhan Hammam Dermawan 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22708 7
700 _ # $a Rusmini 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.370 959 826 45 10
084 # # $a 363.370 959 826 45 FAR c 11
650 # 4 $a Penanggulangan Bahaya Kebakaran 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan signifikan kasus kebakaran dari tahun ke tahun, khususnya di kawasan padat penduduk di Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan collaborative governance dalam penanggulangan bencana kebakaran di wilayah padat penduduk di Kota Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah model collaborative governance dari Ansell dan Gash (2007) yang mencakup lima komponen: dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen bersama, pemahaman bersama, dan dampak sementara. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa bentuk kolaborasi telah terbangun melalui rapat koordinasi rutin, apel siaga, dan komunikasi lintas aktor. Kepercayaan dibangun melalui keterbukaan dan komunikasi intensif. Terdapat saling ketergantungan dan komitmen bersama antar aktor yang terlibat. Pemahaman bersama tercermin dari kesepakatan dalam setiap keputusan, sementara dampak sementara kolaborasi terlihat dari berkurangnya kerugian akibat kebakaran. Adapun hambatan utama meliputi kurangnya koordinasi, keterbatasan anggaran, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan collaborative governance dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kota Magelang telah berjalan, namun belum optimal. Diperlukan peningkatan koordinasi, pelatihan rutin, dan dukungan anggaran serta sarana prasarana untuk mendukung efektivitas kolaborasi lintas aktor. Kata Kunci : Collaborative Governance, Penanggulangan, Bencana Kebakaran 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name