Detail Katalog

ID: 29649
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

LITERASI POLITIK MELALUI MEDIA SOSIAL BAGI GEN Z DI KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2024 / Panji Rizky Trismayandanu

Pengarang:
Panji Rizky Trismayandanu ; Heru Rochmansjah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Komunikasi Politik
Deskripsi Fisik:
11 : Ilus
Nomor Panggil:
320.014 598 343 2 PAN l
Control Number:
INLIS000000001192878
BIB ID:
0010-0126001323
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (Gap): Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Gunung Mas merupakan kelompok usia produktif yang sangat terpapar media sosial, namun tingkat literasi politik mereka belum sepenuhnya berkembang secara aktif dan kritis. Meskipun media sosial menyediakan akses informasi politik yang luas, kemampuan Gen Z dalam menyaring informasi yang valid dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi politik masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana literasi politik Gen Z terbentuk melalui media sosial di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap sembilan informan yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling, meliputi admin instansi pemerintahan dan perwakilan Gen Z di Kabupaten Gunung Mas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki pemahaman politik lokal yang cukup baik, tetapi masih pasif dalam diskusi politik di media sosial. Mereka cenderung memilih informasi dari sumber terverifikasi dan memiliki kesadaran tinggi terhadap hoaks. Instagram dan Facebook menjadi platform utama penyebaran informasi politik. Namun, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah menjadi penghambat utama. Kesimpulan: Media sosial berperan penting dalam membentuk literasi politik
Gen Z, namun perlu adanya penguatan program literasi politik dan digital agar Gen Z mampu menjadi aktor politik yang lebih aktif, kritis, dan berdaya dalam proses demokrasi lokal.
Kata kunci: literasi politik, Gen Z, media sosial, partisipasi politik
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07255/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192878 1
005 _ _ 20260130030224 2
035 # # $a 0010-0126001323 3
245 1 # $a LITERASI POLITIK MELALUI MEDIA SOSIAL BAGI GEN Z DI KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2024 /$c Panji Rizky Trismayandanu 4
100 _ # $a Panji Rizky Trismayandanu 5
300 # # $a 11 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24228 7
700 _ # $a Heru Rochmansjah 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 320.014 598 343 2 10
084 # # $a 320.014 598 343 2 PAN l 11
650 # 4 $a Komunikasi Politik 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (Gap): Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Gunung Mas merupakan kelompok usia produktif yang sangat terpapar media sosial, namun tingkat literasi politik mereka belum sepenuhnya berkembang secara aktif dan kritis. Meskipun media sosial menyediakan akses informasi politik yang luas, kemampuan Gen Z dalam menyaring informasi yang valid dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi politik masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana literasi politik Gen Z terbentuk melalui media sosial di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap sembilan informan yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling, meliputi admin instansi pemerintahan dan perwakilan Gen Z di Kabupaten Gunung Mas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki pemahaman politik lokal yang cukup baik, tetapi masih pasif dalam diskusi politik di media sosial. Mereka cenderung memilih informasi dari sumber terverifikasi dan memiliki kesadaran tinggi terhadap hoaks. Instagram dan Facebook menjadi platform utama penyebaran informasi politik. Namun, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah menjadi penghambat utama. Kesimpulan: Media sosial berperan penting dalam membentuk literasi politik Gen Z, namun perlu adanya penguatan program literasi politik dan digital agar Gen Z mampu menjadi aktor politik yang lebih aktif, kritis, dan berdaya dalam proses demokrasi lokal. Kata kunci: literasi politik, Gen Z, media sosial, partisipasi politik 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name