Detail Katalog
ID: 29783Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAERAH DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT : - / NABILA AL ZAHRAH
Edisi: -
Pengarang:
NABILA AL ZAHRAH ; Komedi
NABILA AL ZAHRAH ; Komedi
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Keuangan Negara di Suatu Provinsi atau Daerah Tertentu
Deskripsi Fisik:
20 : Ilus ; - -
20 : Ilus ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
336.013 598 2422 NAB a
336.013 598 2422 NAB a
Control Number:
INLIS000000001193012
INLIS000000001193012
BIB ID:
0010-0226000096
0010-0226000096
Catatan
Pengelolaan keuangan Kota Bekasi berfokus pada
rendahnya PAD dan ketergantungan pada dana transfer, dipengaruhi oleh penerimaan retribusi daerah
dan pengelolaan kekayaan terpisah. Untuk meningkatkan kemandirian daerah dan kesejahteraan
masyarakat, perlu dilakukan analisis pendapatan daerah yang mencakup kemandirian keuangan,
ketergantungan keuangan, pertumbuhan pendapatan, dan potensi PAD sebagai implementasi
desentralisasi fiskal. Tujuan : menganalisis pendapatan daerah untuk memahami kontribusi PAD
dalam meningkatkan kemandirian Kota Bekasi. Metode : Metode yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan pendekatan induktif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan
pegawai BPKAD dan Bapenda, serta data sekunder dari LRA Kota Bekasi. Analisis data meliputi
pengumpulan, reduksi, penyajian, dan deskripsi data dengan analisis rasio pendapatan. Hasil/Temuan:
penelitian menunjukkan tingkat kemandirian Kota Bekasi rata-rata 72% dengan pola hubungan
partisipatif selama lima tahun terakhir, namun rasio ketergantungan keuangan daerah rata-rata 55,27%
dengan kriteria ketergantungan sangat tinggi. Pertumbuhan Pendapatan Daerah juga mencapai 4,32%
selama periode lima tahun, meskipun mengalami fluktuasi tahunan yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Analisis Potensi Pendapatan Asli Daerah menunjukkan bahwa hanya beberapa jenis pajak,
seperti pajak restoran dan pajak BPHTB, yang memiliki potensi prima di Kota Bekasi dengan proporsi
lebih dari satu. Kesimpulan Kemandirian di Kota Bekasi memang belum tercapai sepenuhnya karena
ketergantungan terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi namun Kota Bekasi memiliki potensi
untuk meningkatkan kemandirian keuangannya dengan memperbaiki efektivitas pendapatan asli
daerah. Hal ini akan membantu meningkatkan kemandirian keuangan daerah dan mengurangi
ketergantungan pada pemerintah pusat.
rendahnya PAD dan ketergantungan pada dana transfer, dipengaruhi oleh penerimaan retribusi daerah
dan pengelolaan kekayaan terpisah. Untuk meningkatkan kemandirian daerah dan kesejahteraan
masyarakat, perlu dilakukan analisis pendapatan daerah yang mencakup kemandirian keuangan,
ketergantungan keuangan, pertumbuhan pendapatan, dan potensi PAD sebagai implementasi
desentralisasi fiskal. Tujuan : menganalisis pendapatan daerah untuk memahami kontribusi PAD
dalam meningkatkan kemandirian Kota Bekasi. Metode : Metode yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan pendekatan induktif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan
pegawai BPKAD dan Bapenda, serta data sekunder dari LRA Kota Bekasi. Analisis data meliputi
pengumpulan, reduksi, penyajian, dan deskripsi data dengan analisis rasio pendapatan. Hasil/Temuan:
penelitian menunjukkan tingkat kemandirian Kota Bekasi rata-rata 72% dengan pola hubungan
partisipatif selama lima tahun terakhir, namun rasio ketergantungan keuangan daerah rata-rata 55,27%
dengan kriteria ketergantungan sangat tinggi. Pertumbuhan Pendapatan Daerah juga mencapai 4,32%
selama periode lima tahun, meskipun mengalami fluktuasi tahunan yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Analisis Potensi Pendapatan Asli Daerah menunjukkan bahwa hanya beberapa jenis pajak,
seperti pajak restoran dan pajak BPHTB, yang memiliki potensi prima di Kota Bekasi dengan proporsi
lebih dari satu. Kesimpulan Kemandirian di Kota Bekasi memang belum tercapai sepenuhnya karena
ketergantungan terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi namun Kota Bekasi memiliki potensi
untuk meningkatkan kemandirian keuangannya dengan memperbaiki efektivitas pendapatan asli
daerah. Hal ini akan membantu meningkatkan kemandirian keuangan daerah dan mengurangi
ketergantungan pada pemerintah pusat.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00202/IPDN/2026 |
336.013 598 2422 NAB a |
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193012 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260203010135 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000096 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAERAH DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT : $b - /$c NABILA AL ZAHRAH | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a NABILA AL ZAHRAH | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 20 : $b Ilus ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17202 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Komedi | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 336.013 598 2422 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 336.013 598 2422 NAB a | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Keuangan Negara di Suatu Provinsi atau Daerah Tertentu | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Pengelolaan keuangan Kota Bekasi berfokus pada rendahnya PAD dan ketergantungan pada dana transfer, dipengaruhi oleh penerimaan retribusi daerah dan pengelolaan kekayaan terpisah. Untuk meningkatkan kemandirian daerah dan kesejahteraan masyarakat, perlu dilakukan analisis pendapatan daerah yang mencakup kemandirian keuangan, ketergantungan keuangan, pertumbuhan pendapatan, dan potensi PAD sebagai implementasi desentralisasi fiskal. Tujuan : menganalisis pendapatan daerah untuk memahami kontribusi PAD dalam meningkatkan kemandirian Kota Bekasi. Metode : Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan pegawai BPKAD dan Bapenda, serta data sekunder dari LRA Kota Bekasi. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan deskripsi data dengan analisis rasio pendapatan. Hasil/Temuan: penelitian menunjukkan tingkat kemandirian Kota Bekasi rata-rata 72% dengan pola hubungan partisipatif selama lima tahun terakhir, namun rasio ketergantungan keuangan daerah rata-rata 55,27% dengan kriteria ketergantungan sangat tinggi. Pertumbuhan Pendapatan Daerah juga mencapai 4,32% selama periode lima tahun, meskipun mengalami fluktuasi tahunan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Analisis Potensi Pendapatan Asli Daerah menunjukkan bahwa hanya beberapa jenis pajak, seperti pajak restoran dan pajak BPHTB, yang memiliki potensi prima di Kota Bekasi dengan proporsi lebih dari satu. Kesimpulan Kemandirian di Kota Bekasi memang belum tercapai sepenuhnya karena ketergantungan terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi namun Kota Bekasi memiliki potensi untuk meningkatkan kemandirian keuangannya dengan memperbaiki efektivitas pendapatan asli daerah. Hal ini akan membantu meningkatkan kemandirian keuangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat. | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 00202/IPDN/2026 | 1 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 03 Feb 2026