Detail Katalog
ID: 29818Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGARUH KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI : (Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2018-2022) / Sultan Wahyu Akbar
Edisi: -
Pengarang:
Sultan Wahyu Akbar ; Anindita Primastuti
Sultan Wahyu Akbar ; Anindita Primastuti
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Administrasi Properti dan Topik yang Berkaitan
Deskripsi Fisik:
22 : Ilust ; - -
22 : Ilust ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
352.559 826 14 SUL p
352.559 826 14 SUL p
Control Number:
INLIS000000001193047
INLIS000000001193047
BIB ID:
0010-0226000131
0010-0226000131
Catatan
Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah
di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian
keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah
digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Peningkatan PAD yang terjadi setiap tahun
ternyata tidak dibarengi dengan kondisi pertummbuhan ekonomi dikabupaten sumbawa, yang mana
PAD yang terus meningkat setiap tahunnya namun tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang
tidak meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh
kemampuan dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten
Sumbawa serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan kemampuan keuangan daerah di kabupaten
sumbawa yang belum sepenuhnya mampu mendukung otonomi daerah. Metode: Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mixed Method) dengan
sumber data skunder yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Data Pertumbuhan Ekonomi,
kemudian sumber data primer yaitu wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil temuan dimana penulis
menganalisis hasil uji F, dimana nilai F hitung sebesar 110,331 melampaui nilai F tabel sebesar 19,00
(110,331 > 19,00), dan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih rendah dari ambang batas sebesar 0,05
maka kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan secara
simultan terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasil uji t terbukti berpengaruh signifikan secara parsial.
Kesimpulan tersebut didukung dengan dengan nilai dari pengaruh regresi linier berganda sebesar
4,890 untuk kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah sebesar 4,193 dan nilai
konstanta sebesar 3,859. Sedangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 95,8%. Berdasarkan hasil
analisis dari pengumpulan data dan wawancara dipenelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan
keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa selama 5 tahun terakhir (2018-2022) belum sepenuhnya
mendukung otonomi daerah dan dapat dikatakan belum mandiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor utama yaitu penurunan aktivitas ekonomi disektor pariwisata, perdagangan dan jasa,
ketergantungan pada dana transfer serta efisiensi pengelolaan anggaran yang belum optimal. Upayaupaya yang telah dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa untuk
mengatasi masalah ini, seperti memanfaatkan potensi ekonomi lokal, peningkatan sosialisasi dan
edukasi kepada masyarakat, optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, serta perencanaan
anggaran yang matang. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan
keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara
kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta
secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2)
terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan.
di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian
keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah
digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Peningkatan PAD yang terjadi setiap tahun
ternyata tidak dibarengi dengan kondisi pertummbuhan ekonomi dikabupaten sumbawa, yang mana
PAD yang terus meningkat setiap tahunnya namun tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang
tidak meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh
kemampuan dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten
Sumbawa serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan kemampuan keuangan daerah di kabupaten
sumbawa yang belum sepenuhnya mampu mendukung otonomi daerah. Metode: Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mixed Method) dengan
sumber data skunder yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Data Pertumbuhan Ekonomi,
kemudian sumber data primer yaitu wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil temuan dimana penulis
menganalisis hasil uji F, dimana nilai F hitung sebesar 110,331 melampaui nilai F tabel sebesar 19,00
(110,331 > 19,00), dan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih rendah dari ambang batas sebesar 0,05
maka kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan secara
simultan terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasil uji t terbukti berpengaruh signifikan secara parsial.
Kesimpulan tersebut didukung dengan dengan nilai dari pengaruh regresi linier berganda sebesar
4,890 untuk kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah sebesar 4,193 dan nilai
konstanta sebesar 3,859. Sedangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 95,8%. Berdasarkan hasil
analisis dari pengumpulan data dan wawancara dipenelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan
keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa selama 5 tahun terakhir (2018-2022) belum sepenuhnya
mendukung otonomi daerah dan dapat dikatakan belum mandiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor utama yaitu penurunan aktivitas ekonomi disektor pariwisata, perdagangan dan jasa,
ketergantungan pada dana transfer serta efisiensi pengelolaan anggaran yang belum optimal. Upayaupaya yang telah dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa untuk
mengatasi masalah ini, seperti memanfaatkan potensi ekonomi lokal, peningkatan sosialisasi dan
edukasi kepada masyarakat, optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, serta perencanaan
anggaran yang matang. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan
keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara
kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta
secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2)
terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00232/IPDN/2026 |
352.559 826 14 SUL p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193047 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260203023110 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000131 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGARUH KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI : $b (Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2018-2022) /$c Sultan Wahyu Akbar | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Sultan Wahyu Akbar | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 22 : $b Ilust ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16821 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Anindita Primastuti | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 352.559 826 14 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 352.559 826 14 SUL p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Properti dan Topik yang Berkaitan | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Peningkatan PAD yang terjadi setiap tahun ternyata tidak dibarengi dengan kondisi pertummbuhan ekonomi dikabupaten sumbawa, yang mana PAD yang terus meningkat setiap tahunnya namun tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kemampuan dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan kemampuan keuangan daerah di kabupaten sumbawa yang belum sepenuhnya mampu mendukung otonomi daerah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mixed Method) dengan sumber data skunder yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Data Pertumbuhan Ekonomi, kemudian sumber data primer yaitu wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil temuan dimana penulis menganalisis hasil uji F, dimana nilai F hitung sebesar 110,331 melampaui nilai F tabel sebesar 19,00 (110,331 > 19,00), dan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih rendah dari ambang batas sebesar 0,05 maka kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasil uji t terbukti berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulan tersebut didukung dengan dengan nilai dari pengaruh regresi linier berganda sebesar 4,890 untuk kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah sebesar 4,193 dan nilai konstanta sebesar 3,859. Sedangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 95,8%. Berdasarkan hasil analisis dari pengumpulan data dan wawancara dipenelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa selama 5 tahun terakhir (2018-2022) belum sepenuhnya mendukung otonomi daerah dan dapat dikatakan belum mandiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu penurunan aktivitas ekonomi disektor pariwisata, perdagangan dan jasa, ketergantungan pada dana transfer serta efisiensi pengelolaan anggaran yang belum optimal. Upayaupaya yang telah dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa untuk mengatasi masalah ini, seperti memanfaatkan potensi ekonomi lokal, peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, serta perencanaan anggaran yang matang. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 03 Feb 2026