Detail Katalog
ID: 29883Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
MEREK POLITIK (POLITICAL BRANDING) WALIKOTA TERPILIH MELALUI AKUN INSTAGRAM PADA MASA KAMPANYE PILKADA TAHUN 2020 DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Simanjuntak Jessica Dorinda
Edisi: -
Pengarang:
Simanjuntak Jessica Dorinda ; Astika Ummy Athahirah
Simanjuntak Jessica Dorinda ; Astika Ummy Athahirah
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Kampanye Politik
Deskripsi Fisik:
14 Hlm : - ; - -
14 Hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
324.959 859 812 11 SIM m
324.959 859 812 11 SIM m
Control Number:
INLIS000000001193112
INLIS000000001193112
BIB ID:
0010-0226000196
0010-0226000196
Catatan
Kemenangan walikota terpilih pada kontestasi
Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 di Kota Medan yang lalu diikuti oleh beragam isu dan
tanggapan yang berkembang dari Masyarakat. Mulai dari isu identitas politik sebagai
menantu presiden yang menjabat, usia yang masih muda, serta latar belakang yang bukan
dari dunia politik. Tujuan: itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam melalui
analisis merek politik atau political branding Walikota Terpilih Kota Medan selama masa
kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 melalui akun Instagram. Metode: Metode
yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Quasi-Qualitative Desain (QQD) atau
semi kuaIitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang kemudian
dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA) oleh Van Dijk (2009). Penulis menggunakan teori Six Stages of Political Branding
atau Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi menurut Philbrick dan
Cleveland (2015) dengan menggunakan 3 dari 6 dimensi yang dianggap sesuai dengan
penelitian ini. Hasil/Temuan: Pendekatan yang dilakukan melalui beragam media terutama
Instagram membuat beliau lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dari beragam
kalangan termasuk anak muda. Dalam konten unggahannya beliau sering menyampaikan
programnya yaitu program prioritas dengan tagline #KolaborasiMedanBerkah yang selalu
melekat. Interaksi yang dibangun melalui berbagai aktivitas dan kunjungan untuk
mendengar keluhan dan aspirasi Masyarakat menambah nilai tambah yang dipandang peduli
oleh Masyarakat. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa
Walikota Terpilih tahun 2020 di Kota Medan menampilkan diri dengan merek atau brand
yang “ramah, peduli, dan berjiwa muda.”
Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 di Kota Medan yang lalu diikuti oleh beragam isu dan
tanggapan yang berkembang dari Masyarakat. Mulai dari isu identitas politik sebagai
menantu presiden yang menjabat, usia yang masih muda, serta latar belakang yang bukan
dari dunia politik. Tujuan: itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam melalui
analisis merek politik atau political branding Walikota Terpilih Kota Medan selama masa
kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 melalui akun Instagram. Metode: Metode
yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Quasi-Qualitative Desain (QQD) atau
semi kuaIitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang kemudian
dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA) oleh Van Dijk (2009). Penulis menggunakan teori Six Stages of Political Branding
atau Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi menurut Philbrick dan
Cleveland (2015) dengan menggunakan 3 dari 6 dimensi yang dianggap sesuai dengan
penelitian ini. Hasil/Temuan: Pendekatan yang dilakukan melalui beragam media terutama
Instagram membuat beliau lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dari beragam
kalangan termasuk anak muda. Dalam konten unggahannya beliau sering menyampaikan
programnya yaitu program prioritas dengan tagline #KolaborasiMedanBerkah yang selalu
melekat. Interaksi yang dibangun melalui berbagai aktivitas dan kunjungan untuk
mendengar keluhan dan aspirasi Masyarakat menambah nilai tambah yang dipandang peduli
oleh Masyarakat. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa
Walikota Terpilih tahun 2020 di Kota Medan menampilkan diri dengan merek atau brand
yang “ramah, peduli, dan berjiwa muda.”
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00237/IPDN/2026 |
324.959 859 812 11 SIM m |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193112 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260204120528 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000196 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a MEREK POLITIK (POLITICAL BRANDING) WALIKOTA TERPILIH MELALUI AKUN INSTAGRAM PADA MASA KAMPANYE PILKADA TAHUN 2020 DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Simanjuntak Jessica Dorinda | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Simanjuntak Jessica Dorinda | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 14 Hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17111 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Astika Ummy Athahirah | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 324.959 859 812 11 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 324.959 859 812 11 SIM m | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 600 | # |
4 |
$a Kampanye Politik | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Kemenangan walikota terpilih pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 di Kota Medan yang lalu diikuti oleh beragam isu dan tanggapan yang berkembang dari Masyarakat. Mulai dari isu identitas politik sebagai menantu presiden yang menjabat, usia yang masih muda, serta latar belakang yang bukan dari dunia politik. Tujuan: itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam melalui analisis merek politik atau political branding Walikota Terpilih Kota Medan selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 melalui akun Instagram. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Quasi-Qualitative Desain (QQD) atau semi kuaIitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA) oleh Van Dijk (2009). Penulis menggunakan teori Six Stages of Political Branding atau Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi menurut Philbrick dan Cleveland (2015) dengan menggunakan 3 dari 6 dimensi yang dianggap sesuai dengan penelitian ini. Hasil/Temuan: Pendekatan yang dilakukan melalui beragam media terutama Instagram membuat beliau lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dari beragam kalangan termasuk anak muda. Dalam konten unggahannya beliau sering menyampaikan programnya yaitu program prioritas dengan tagline #KolaborasiMedanBerkah yang selalu melekat. Interaksi yang dibangun melalui berbagai aktivitas dan kunjungan untuk mendengar keluhan dan aspirasi Masyarakat menambah nilai tambah yang dipandang peduli oleh Masyarakat. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Walikota Terpilih tahun 2020 di Kota Medan menampilkan diri dengan merek atau brand yang “ramah, peduli, dan berjiwa muda.” | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 04 Feb 2026