Detail Katalog
ID: 29885Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : - / Affriansyah Salfa Saputra
Edisi: -
Pengarang:
Affriansyah Salfa Saputra ; Restu Widyo Sasongko
Affriansyah Salfa Saputra ; Restu Widyo Sasongko
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Administrasi Daerah
Deskripsi Fisik:
15 : - ; - -
15 : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
352.145 982 643 AFF a
352.145 982 643 AFF a
Control Number:
INLIS000000001193114
INLIS000000001193114
BIB ID:
0010-0226000198
0010-0226000198
Catatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rasio
kemandirian, kurangnya kemampuan fiskal untuk membiayai kegiatan pemerintahan,
tingginya belanja operasi dibandingkan belanja modal, serta efisiensi keuangan daerah yang
masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan
daerah dalam menunjang kinerja pemerintah di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2019 – 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang
dilaksanakan di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten
Wonosobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis
menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan berbagai rumus rasio keuangan
yang relevan. Hasil/Temuan: Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Wonosobo
menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dikategorikan sangat rendah dengan
rata-rata nilai 19,0475%, yang menunjukkan pola hubungan instruktif antara pemerintah pusat
dan daerah. Rasio derajat desentralisasi fiskal juga tergolong rendah dengan rata-rata 14,3%,
mengindikasikan bahwa daerah ini kurang mampu membiayai kegiatan pemerintahannya
sendiri. Selanjutnya, rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi daerah sangat
tinggi, mencapai rata-rata 72,6%, sedangkan belanja modal hanya sebesar 18,1%. Hal ini
menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah masih kurang. Selain itu, rasio
efisiensi keuangan daerah menunjukkan ketidakefisienan dengan rata-rata presentase 92,15%.
Namun, di sisi lain, rasio efektivitas keuangan daerah dikategorikan sangat efektif dengan ratarata 120,05%, menunjukkan bahwa realisasi penerimaan daerah relatif baik dibandingkan
dengan target yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo
perlu memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dapat dicapai dengan menggali potensi
daerah dan memperketat regulasi dalam penarikan pajak dan retribusi, serta meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah dan retribusi.
kemandirian, kurangnya kemampuan fiskal untuk membiayai kegiatan pemerintahan,
tingginya belanja operasi dibandingkan belanja modal, serta efisiensi keuangan daerah yang
masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan
daerah dalam menunjang kinerja pemerintah di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2019 – 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang
dilaksanakan di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten
Wonosobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis
menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan berbagai rumus rasio keuangan
yang relevan. Hasil/Temuan: Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Wonosobo
menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dikategorikan sangat rendah dengan
rata-rata nilai 19,0475%, yang menunjukkan pola hubungan instruktif antara pemerintah pusat
dan daerah. Rasio derajat desentralisasi fiskal juga tergolong rendah dengan rata-rata 14,3%,
mengindikasikan bahwa daerah ini kurang mampu membiayai kegiatan pemerintahannya
sendiri. Selanjutnya, rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi daerah sangat
tinggi, mencapai rata-rata 72,6%, sedangkan belanja modal hanya sebesar 18,1%. Hal ini
menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah masih kurang. Selain itu, rasio
efisiensi keuangan daerah menunjukkan ketidakefisienan dengan rata-rata presentase 92,15%.
Namun, di sisi lain, rasio efektivitas keuangan daerah dikategorikan sangat efektif dengan ratarata 120,05%, menunjukkan bahwa realisasi penerimaan daerah relatif baik dibandingkan
dengan target yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo
perlu memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dapat dicapai dengan menggali potensi
daerah dan memperketat regulasi dalam penarikan pajak dan retribusi, serta meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah dan retribusi.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04540/IPDN/2024 |
352.145 982 643 AFF a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193114 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260204120831 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000198 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Affriansyah Salfa Saputra | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Affriansyah Salfa Saputra | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17166 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Restu Widyo Sasongko | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 352.145 982 643 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 352.145 982 643 AFF a | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Daerah | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rasio kemandirian, kurangnya kemampuan fiskal untuk membiayai kegiatan pemerintahan, tingginya belanja operasi dibandingkan belanja modal, serta efisiensi keuangan daerah yang masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah dalam menunjang kinerja pemerintah di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 – 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan berbagai rumus rasio keuangan yang relevan. Hasil/Temuan: Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Wonosobo menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dikategorikan sangat rendah dengan rata-rata nilai 19,0475%, yang menunjukkan pola hubungan instruktif antara pemerintah pusat dan daerah. Rasio derajat desentralisasi fiskal juga tergolong rendah dengan rata-rata 14,3%, mengindikasikan bahwa daerah ini kurang mampu membiayai kegiatan pemerintahannya sendiri. Selanjutnya, rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi daerah sangat tinggi, mencapai rata-rata 72,6%, sedangkan belanja modal hanya sebesar 18,1%. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah masih kurang. Selain itu, rasio efisiensi keuangan daerah menunjukkan ketidakefisienan dengan rata-rata presentase 92,15%. Namun, di sisi lain, rasio efektivitas keuangan daerah dikategorikan sangat efektif dengan ratarata 120,05%, menunjukkan bahwa realisasi penerimaan daerah relatif baik dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo perlu memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dapat dicapai dengan menggali potensi daerah dan memperketat regulasi dalam penarikan pajak dan retribusi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah dan retribusi. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 04 Feb 2026